Sabtu, 24 Oktober 2026
02:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Nasi pratanak

Nasi pratanak

Bagikan:
250px-Riso_parboiled.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi setengah matang
250px-A_woman_prepares_parboiled_rice.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wanita menyiapkan nasi setengah matang di Nigeria
250px-Parboiled_rice_with_chicken%2C_peppers%2C_cucurbita%2C_peas_and_tomato.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nasi setengah matang yang disiapkan

Nasi setengah matang[1] adalah nasi yang direbus setengah matang dalam kelobot. Tiga langkah dasar dari perebusan setengah matang adalah merendam, mengukus dan mengeringkan.[2] Langkah tersebut juga membuat nasi lebih mudah diolah dengan tangan, mempertahankan kandungan nutrisinya dan mengubah teksturnya. Sekitar 50% produksi padi di dunia direbus setengah matang. Tindakan tersebut diterapkan di banyak belahan dunia sepertiIndia, Bangladesh, Pakistan, Myanmar, Malaysia, Nepal, Sri Lanka, Guinea, Afrika Selatan, Italia, Spanyol, Nigeria, Thailand, Swiss, AS dan Prancis.[3]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-02. Diakses tanggal 2019-05-06.
  2. ↑ Miah, M., Haque, A., Douglass, M., & Clarke, B. (2002). Parboiling of rice. Part II: Effect of hot soaking time on the degree of starch gelatinization. International Journal of Food Science & Technology, 37(5), 539-545. DOI:10.1046/j.1365-2621.2002.00611.x
  3. ↑ Pillaiyar, P. (1981). Household parboiling of parboiled rice. Kishan World, 8, 20–21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan