Minggu, 04 Oktober 2026
03:20 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Nasi pager

hidangan khas daerah

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Nasi pager" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Nasi Pager
Nama lainSego Pager
Tempat asalIndonesia
DaerahGrobogan, Jawa Tengah

Nasi Pager, juga disebut Sego pager, (Sego Janganan - Desa Ketitang, Godong) merupakan salah satu makanan khas dari Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan yang tidak hanya digemari oleh masyarakat setempat namun juga para pecinta kuliner dari luar daerah.[1]

Etimologi

Dikatakan sego pager karena sayur mayur yang dipergunakan adalah tanaman yang dijadikan pagar rumah atau pekarangan oleh masyarakat setempat pada waktu dulu.[butuh rujukan]

Ciri

Sepintas memang mirip dengan nasi pecel namun sebenarnya sego pager adalah gabungan antara nasi Pecel dan Gudangan. Sayur yang dipergunakan sebagai pemupuk nasi biasanya adalah daun pepaya, daun ketela, kacang panjang, kecambah (taoge), kenikir, daun lamtoro yang masih muda dan lamtoronya itu sendiri. Kesemua bahan sayur mayur itu direbus dan dicacah kecil-kecil, lalu ditaburi sambal kelapa dan serundeng. Setelah itu disiram dengan sambel pecel.[butuh rujukan]

Makanan khas sego pager ini semakin nikmat Anda santap dengan berbagai macam jenis gorengan yang sudah disediakan sebagai lauk pauknya, seperti bakwan, tempe mendoan, tahu bacem/goreng dan tahu isi.[butuh rujukan]

Catatan kaki

  1. ↑ "Sego Pager". 2025-10-26. Diakses tanggal 2025-10-26.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan