Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Nasi becek" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
| Asal | |
|---|---|
| Negara asal | Indonesia |
| Rincian | |
| Jenis | hidangan |
| Bahan utama | sate kambing dan nasi |
Nasi becek (bahasa Jawa:sego becek) adalah hidangan khas Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia.
Nasi becek telah ada sejak zaman Hindia Belanda sekitaran tahun 1915. Bentuknya mirip kari kambing. Isi dari nasi becek nyaris serupa dengan soto babat, tetapi daging yang digunakan adalah daging kambing yang dipotong dadu atau diiris. Bawang merah atau bawang bombai digunakan sebagai taburan.
Rasanya mirip dengan mayoritas makanan sejenis yang berkembang di daerah Solo, Jawa Tengah; manis dan tak asin, berbeda dengan masakan khas Jawa Timur yang cenderung asin.
Pada tahun 2018, seporsi hidangan ini dijual di warung-warung Jawa dengan harga berkisar dari 10,000 sampai 14.000 rupiah, sedangkan di berbagai hotel di Jawa, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi harga seporsinya dapat mencapai 24,000 rupiah. Para penjual nasi becek biasanya dapat dengan mudah dijumpai di sekitaran jalan Dr. Soetomo di kota Nganjuk, atau di hotel-hotel di Balikpapan, Kalimantan dan Makassar.