Rabu, 28 Oktober 2026
14:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nama seni

Nama seni

Bagikan:
Nama seni

330px-Ch%E1%BB%AF_hi%E1%BB%87u.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 號
Hanzi sederhana: 号
Makna harfiah: "tanda"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: hào
- Wade-Giles: hao
Nama Jepang
Kana: ごう (penggunaan modern)
がう (penggunaan historis)
Kyujitai: 號
Shinjitai: 号
Alih aksara
- Romaji: gō
Nama Korea
Hangul: 호
Hanja: 號
Alih aksara
- Romanisasi: ho
- McCune-Reischauer: ho
Nama Vietnam
Quốc ngữ: tên hiệu

Nama seni (nama samaran atau nama pena), yang juga dikenal dengan nama aslinya hào (dalam bahasa Mandarin), gō (dalam bahasa Jepang), ho (dalam bahasa Korea), dan tên hiệu (dalam bahasa Vietnam), adalah nama profesional yang digunakan oleh seniman, penyair, dan penulis Asia Timur. Kata dan konsep tersebut berasal dari Tiongkok, tempat kata tersebut digunakan sebagai julukan bagi kaum terpelajar, kemudian menjadi populer di negara-negara Asia Timur lainnya (terutama di Jepang, Korea, Vietnam, dan bekas Kerajaan Ryukyu).

Dalam beberapa kasus, seniman mengadopsi nama samaran yang berbeda pada berbagai tahap karier mereka, biasanya untuk menandai perubahan penting dalam hidup mereka. Pelaku ekstrem dari kecenderungan ini adalah Tang Yin dari Dinasti Ming, yang memiliki lebih dari sepuluh hao, Hokusai dari Jepang, yang pada periode 1798 hingga 1806 saja menggunakan tidak kurang dari enam hao, dan Kim Jeong-hui dari Dinasti Joseon yang memiliki hingga 503 hao.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "호(號)". Encyclopedia of Korean Culture (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2023-07-21.

Bacaan lebih lanjut

  • Frederic, Louis (2002). "Gō". Japan Encyclopedia. Cambridge, MA: Harvard University Press.
  • Lane, Richard (1978). Images of the Floating World. Old Saybrook, CT: Konecky & Konecky.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan