Rabu, 30 September 2026
11:15 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Katsushika Hokusai

Katsushika Hokusai

seniman Jepang (1760-1849)

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang artis Jepang. Untuk kawah eponim di Merkurius, lihat Hokusai (kawah).
Hokusai
北斎
250px-Hokusai_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Katsushika Hokusai, dalam potret diri 1839
Lahir
Tokitarō
時太郎

(1760-10-31)31 Oktober 1760 (tanggal pasti dipertanyakan)
Edo (sekarang Tokyo), Jepang
Meninggal10 Mei 1849(1849-05-10) (umur 88)
Edo (sekarang Tokyo), Jepang
Dikenal karenaLukisan dan Ukiyo-e
Cetakan blok kayu
Karya terkenalGelombang Hebat Kanagawa
Ini adalah nama Jepang, nama keluarganya adalah "Katsushika".

Katsushika Hokusai (葛飾 北斎, listenⓘ, 31 Oktober 1760 – 10 Mei 1846 ) adalah seorang seniman, pelukis, pemahat dan terutama seniman grafis dengan teknik ukiyo-e pada zaman Edo. Ia lahir di Distrik Honjo, Edo (sekarang Edo bernama Tokyo).[1]

Pelukis buku sketsa 13 jilid berjudul Hokusai Manga (diterbitkan tahun 1814) dan cetakan ukiyo-e "36 Pemandangan Gunung Fuji" (sekitar tahun 1823-1829) termasuk "Ombak Besar di Lepas Pantai Kanagawa". Hokusai dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam bidang ukiyo-e (secara harfiah: "lukisan zaman sekarang") atau lukisan bertema kehidupan sehari-hari. Hokusai juga terkenal untuk gambar erotisnya dalam gaya shunga. "Fukujusō" karyanya, sebuah rangkaian sejumlah 12 gambar yang merayakan keagungan tubuh dan hasrat, dianggap sebagai salah satu dari tiga karya shunga terbaik. Karyanya menjadi inspirasi yang perting bagi impresionis Eropa seperti Claude Monet.

Katsushika Hokusai umumnya lebih dihargai di kebudayaan Barat daripada di Jepang. Banyak karya pelukis Jepang yang diimpor ke Eropa pada abad ke-19 dan dikoleksi artis-artis seperti Claude Monet, Edgar Degas, dan Henri de Toulouse-Lautrec, yang karya-karyanya menunjukkan pengaruh dari Jepang.

Karya

Hokusai mempunyai karier yang panjang, tetapi hanya menghasilkan kebanyakan karya pentingnya setelah berusia 60 tahun. Karyanya yang paling terkenal adalah seri ukiyo-e 36 Pemandangan Gunung Fuji (富嶽三十六景; Fugaku Sanjūrokkei) yang mengambarkan pemandangan Gunung Fuji dari berbagai lokasi. Seri lukisan 36 Pemandangan Gunung Fuji terdiri dari 46 lukisan yang dihasilkan antara tahun 1826-1833. Pada awalnya seri lukisan ini hanya terdiri dari 36 lukisan, tetapi begitu terkenal hingga Hokusai perlu menambah lagi dengan 10 lukisan.

Karya terbesar Hokusai yang berjudul Hokusai Manga (北斎漫画) terdiri dari 15 jilid, berisi sketsa-sketsa yang inventif dan diterbitkan sejak 1814. Gaya karikaturnya sering dianggap sebagai perintis manga modern.

Beberapa ukiyo-e dari 36 Pemandangan Gunung Fuji:

  • Seri 1, Di Bawah Ombak Raksasa di Lepas Pantai di Kanagawa dari potongan kayu berwarna, 10 × 15 inci; Metropolitan Museum of Art, New York. Lukisan Hokusai yang sangat terkenal ini biasa dipakai sebagai pelukisan sebuah tsunami.
    Seri 1, Di Bawah Ombak Raksasa di Lepas Pantai di Kanagawa dari potongan kayu berwarna, 10 × 15 inci; Metropolitan Museum of Art, New York. Lukisan Hokusai yang sangat terkenal ini biasa dipakai sebagai pelukisan sebuah tsunami.
  • Seri 2, Fuji Merah
    Seri 2, Fuji Merah
  • Seri 45, Menyeberangi Sungai Oi
    Seri 45, Menyeberangi Sungai Oi
  • Naga Asap yang Sedang Lolos Dari Gunung Fuji
    Naga Asap yang Sedang Lolos Dari Gunung Fuji

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Katsushika Hokusai.

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Forrer, Matthi. Hokusai. Prestel-Verlag. Munich:1991. ISBN 3-7913-2490-X
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan