Kamis, 05 November 2026
06:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Nagasaki Kunchi

Nagasaki Kunchi

Bagikan:
250px-Nagasaki_Kunchi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nagasaki Kunchi

Nagasaki Kunchi (長崎くんち) atau Nagasaki Okunchi adalah festival musim gugur di kota Nagasaki, Jepang. Selama 3 hari penyelenggaraan (7 Oktober hingga 9 Oktober) ditampilkan atraksi kesenian seperti arak-arakan dan tari. Matsuri diadakan oleh ujiko Kuil Suwa yang bertempat tinggal di berbagai blok kota (chō) di dalam kota Nagasaki.

Atraksi kesenian yang ditampilkan dalam festival ini mencerminkankan sejarah dan pengaruh budaya asing di Nagasaki. Tarian persembahan (hōnō odori) seperti Jaodori (Tari Naga), Kujira no Shiofuki (Paus Menyemburkan Air), Kokkodesho (taiko), dan tari Oranda Manzai dipengaruhi budaya Cina, Portugal, dan Belanda.

Istilah kunchi dalam Nagasaki Kunchi berasal dari kata kunichi (9月9日) (tanggal 9 bulan 9) yang bertepatan dengan Festival Bunga Seruni (Chōyō no Sekku) menurut kalender lama. Bila ditulis dengan aksara kanji, maka kunchi ditulis sebagai error: {{nihongo}}: Butuh teks Jepang atau romaji (bantuan).

Matsuri yang diselenggarakan Kuil Suwa ini ditetapkan pemerintah Jepang sebagai Warisan Budaya Nonbendawi Jepang sejak 3 Februari 1979. Bersama-sama dengan Hakata Okunchi dan Karatsu Kunchi, Nagasaki Kunchi termasuk salah satu dari tiga kunchi (festival musim gugur) terbesar di Kyushu.

Acara

250px-Nagasaki_Jaodori_Dragon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala naga untuk Tari Naga di Nagasaki Kunchi

Nagasaki Kunchi bermula dari tari komai (小舞) (yōkyoku) yang dibawakan oleh dua orang wanita penghibur (yūjo) bernama Takao dan Otowa pada tahun 1634.[1] Pada awalnya perayaan ini dimaksudkan sebagai bentuk tekanan terhadap Kakure Kirishitan yang dilakukan pemerintah keshogunan.

Kota Nagasaki sekarang ini terdiri dari 59 blok (dulu terdapat 77 blok) yang dibagi menjadi 7 kelompok tari yang beranggotakan 5 hingga 7 blok. Festival diselenggarakan oleh kelompok tari yang bertugas untuk tahun tersebut. Setiap blok memiliki kesenian khas yang disebut dashimono untuk dipersembahkan kepada kuil. Kesenian khas dari masing-masing blok antara lain berupa kendaraan berhias dalam bentuk perahu di sungai atau perahu Cina yang diberi roda.

Setiap blok di kota Nagasaki mendapat kesempatan mempersembahkan kesenian khas masing-masing blok setiap 7 tahun sekali. Blok yang mendapat giliran pada tahun itu disebut Odori-chō (blok tari). Dimulai dari arak-arakan Kasahoko seberat kira-kira 150 kg yang memimpin prosesi, berbagai atraksi kesenian dipersembahkan ke hadapan Kuil Suwa. Sebagian besar kesenian seperti arak-arakan kawabune (perahu sungai) dan Tari Naga dimiliki oleh beberapa kelompok hingga dapat disaksikan hampir setiap tahun atau beberapa tahun sekali. Beberapa bentuk kesenian seperti taiko Kokkodesho dan Kujira no Shiofuki merupakan kesenian khas milik sebuah blok, dan hanya dapat disaksikan setiap 7 tahun sekali.

Referensi

  1. ↑ "ミニ辞典(Mini Jiten)". 長崎伝統芸能振興会(Nagasaki Dentō Geinō Shinkōkai). Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-07. Diakses tanggal 2009-10-05.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan