Sabtu, 31 Oktober 2026
02:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Libido

Istilah yang berarti kekuatan yang mengaktifkan dorongan seksual atau semua kekuatan naluriah

Bagikan:

Dalam psikologi, libido (/lɪˈbiːdoʊ/ lih-BEE-doh; daribahasa Latin libīdō) adalah energi hasrat, biasanya dipahami sebagai hasrat seksual, tetapi terkadang juga mencakup bentuk kebutuhan lainnya.[1] Istilah ini awalnya dikembangkan oleh Sigmund Freud, pelopor psikoanalisis. Awalnya, istilah ini hanya merujuk pada kebutuhan seksual tertentu, tetapi ia kemudian memperluas konsep tersebut menjadi hasrat universal, dengan id sebagai "penyimpanan terbesarnya".[2][3] Sebagai energi pendorong di balik semua proses kehidupan, libido menjadi sumber keterlibatan sosial (misalnya, naluri cinta keibuan), perilaku seksual, pencarian nutrisi, kenikmatan kulit, pengetahuan, dan kemenangan dalam semua aspek pelestarian diri dan spesies.[4][5]

Terminologi

Sigmund Freud

Sigmund Freud mendefinisikan libido sebagai energi atau daya insting yang terkandung dalam identifikasi yang berada dalam komponen ketidaksadaran dari psikologi. Ia menunjukkan bahwa dorongan libidinal ini dapat bertentangan dengan perilaku yang beradab. Kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat dan pengendalian libido menyebabkan ketegangan dan gangguan dalam diri individu, mendorong untuk digunakannya pertahanan ego untuk menyalurkan energi psikis dari kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kebanyakan tanpa sadar ini ke dalam bentuk lain. Penggunaan berlebihan dari pertahanan ego menyebabkan neurosis. Tujuan utama dari analisis psikologis adalah untuk membawa dorongan identifikasi ke dalam kesadaran, yang memungkinkan untuk ditemukan secara langsung sehingga mengurangi ketergantungan pasien pada pertahanan ego.[6]

Carl Gustav Jung

Menurut Carl Gustav Jung, libido diidentifikasi sebagai energi psikis. Pertentangan yang menghasilkan energi psikis (libido) yang mengekspresikan diri hanya melalui simbol-simbol energi yang memanifestasikan diri dalam proses kehidupan dan dipersepsi secara subjektif sebagai usaha atau hasrat.

Didefinisikan secara lebih sempit, libido juga merujuk pada keinginan individual untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Dalam hal ini, lawan kata dari libido adalah destrudo.

Referensi

  1. ↑ Oxford English Dictionary (OED Online) (Edisi 2nd). Oxford: Oxford University Press. 1989. Diakses tanggal 28 Maret 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Freud, Sigmund. Massenpsychologie und Ich-Analyse. hlm. 99.
  3. ↑ Sigmund Freud, The Ego and the Id, On Metapsychology (Penguin Freud Library 11) p. 369.
  4. ↑ "Libido". APA Dictionary of Psychology. American Psychological Association. Diakses tanggal 19 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Akhtar, Salman (2009). A Comprehensive Dictionary of Psychoanalysis. London: Karnac. hlm. 159.
  6. ↑ Reber, Arthur S. (2001). Dictionary of Psychology. New York: Penguin Reference. ISBN 0-140-51451-1.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan