Sabtu, 26 September 2026
19:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Nafs

Bismillahir Rahmanir Rahim
Bagian dari sebuah serial tentang Islam
Sufisme dan Tarekat
20px-Mosque02.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal

Nafs berasal dari bahasa arab (النفس), merupakan satu kata yang memiliki banyak makna (lafzh al-Musytaraq) dan dipahami sesuai dengan penggunaanya.[1] Kata nafs terdapat dalam Al-Qur’an dengan makna yang berbeda.[1] Terkadang ditujukan pada hakikat jiwa, yaitu terdiri dari tubuh dan ruh.[1] Jiwa disebut juga nafs karena ia banyak keluar masuk dari tubuh manusia.[2] Menurut ahli tasawuf, nafs diartikan sesuatu yang melahirkan sifat tercela.[3] Al-Ghazali menyebut nafs sebagai pusat potensi marah dan syahwat pada manusia.[3] Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, nafs (nafsu) juga dipahami dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik.[4] Nafs dalam diri manusia memiliki berbagai fungsi, antara lain untuk membuat gagasan, berpikir dan merenung, yang pada akhirnya menghasilkan keputusan apa yang harus diperbuat.[5] Itulah sebabnya kualitas nafs yang telah terbentuk pada seseorang akan membentuk sistem pengendalian pribadi.[5]

Tingkatan Nafsu

Nafsu Ammarah Bissu’

Nafsu Ammarah Bissu’ selalu melepaskan diri dari tantangan dan tidak mau menentang, bahkan patuh tunduk saja kepada nafsu syahwat dan panggilan syaitan.[6] Ciri khas nafs ammarah adalah ia membawa manusia kepada keburukan yang bertentangan dengan kesempurnaannya serta bertolak belakang dari keadaan akhlaknya dan ia menginginkan manusia supaya berjalan pada jalan yang tidak baik atau buruk.[6]

Nafsu Lawwamah

Nafsu ini belum sempurna ketenangannya karena selalu menentang atau melawan kejahatan tetapi suatu saat teledor dan lalai berbakti kepada Allah, sehingga dicela dan disesalinya.[6]

Nafsu Muthmainnah

Nafsu ini tenang pada saat jauh dari keguncangan yang di sebabkan oleh bermacam-macam tantangan dan dari bisikan syetan.[6] Di katakan juga jiwa yang tenang, yaitu jiwa yang telah menerima pencerahan, ketenangan dan kedamaian, sebab telah terlepas dari pengaruh hawa nafsu materi, hewani, dan kemakhlukan.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 (Indonesia) Masganti. Psikologi Agama (Medan: Perdana Publishing 2011) hlm 106.
  2. ↑ (Indonesia) Asyarie. Filsafat Hidup Manusia (Surabaya: Putra Pelajar, 2003) hlm 30.
  3. 1 2 Imam Al-Ghazali. Ihya’ ulum al-Din (tt: kitab al-Syu’ab, tth). Vol II hlm 1345.
  4. ↑ (Indonesia) Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1994) hlm 679.
  5. 1 2 (Indonesia) W Suprayetno. Psikologi Agama (Medan: Perdana Mulya Sarana, 2009) hlm 109.
  6. 1 2 3 4 5 (Indonesia) Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah, (Surabaya: AMZAH, 2001), hal. 7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan