Senin, 26 Oktober 2026
03:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Nabat (permen)

Nabat (permen)

Bagikan:
250px-Samarcanda%2C_Siyab_7.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nabat di sebuah pasar di Samarqand
250px-Persian_sugar_%2820417863833%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Untaian Nabat

Nabat (/nəˈvɒt/ nə-VOT; Persia: نبات, alih aksara: nabāt [næˈbɒːt]), also known as navat, navot, kinvashakari, gula Persia atau gula Uzbekistan,[1][2] adalah sejenis gula batu[3] yang populer di Timur Tengah, Timur Dekat, dan Asia Tengah, terutama di Iran dan Uzbekistan. Nosbst dibuat dari sirup gula (mengandung lebih dari 99% sukrosa) dan dapat berwarna putih hingga kuning kecokelatan.

Persiapan

Untuk membuat nabat, cairan (air[4] atau jus anggur[1]) dan gula putih direbus, lalu dituangkan ke dalam wadah berisi benang atau stik, tempat kristal nabat terbentuk selama tiga hari proses pendinginan.[4][1] Untuk pemberi rasa, kuma-kuma atau (lebih jarang) madu kadang ditambahkan.[1][5] Kuma-kuma menghasilkan warna keemasan dan rasa yang lebih pahit.[1] Zat pewarna makanan lain kadang digunakan, yang dapat menimbulkan masalah keamanan pangan jika produsen atau penjual kecil menggunakan zat yang tidak sah.[5] Proses ini biasanya menghasilkan gula batu yang tidak berwarna, putih, atau kuning kecokelatan.[4][1][5] Nabat terdiri dari 99% sukrosa rekristalisasi yang terbentuk dari sirup jenuh.[4][1]

Nutrisi

Nabat memiliki nilai kalori yang mirip dengan gula biasa. Nabat Uzbekistan digambarkan lebih sehat daripada gula putih atau gula tebu olahan, karena mengandung sekitar 60% monosakarida fruktosa alami dari jus buah yang digunakan dalam pembuatannya. Jenis ini tidak memerlukan insulin untuk penyerapan, sehingga dianggap lebih tidak berbahaya bagi penderita diabetes melitus.[1]

Dalam pengobatan tradisional

Menurut kepercayaan rakyat dan praktik pengobatan tradisional di wilayah tempat nabat populer, nabat dianggap sebagai camilan sehat yang membantu masalah pencernaan, laktasi, dan sindrom kaki gelisah.[1][6][7]

Ekonomi

Di Iran, sebagian besar nabat diproduksi di Provinsi Razavi Khorasan, dimana pada tahun 2020-an lebih dari 210.000 ton nabat diproduksi setiap tahun.[7]

Signifikansi budaya

Nabat populer di Timur Tengah, Timur Dekat, dan Asia Tengah, khususnya di Uzbekistan dan Iran.[4][1][5][6] Hidangan ini berakar dari kuliner Persia.[8] Nabat sering disajikan bersama teh pada waktu minum teh atau digunakan sebagai pemanis untuk teh dan minuman panas lainnya.[9][6][7] Secara tradisional, nabat dibuat oleh pedagang khusus dalam komunitas lokal, bukan oleh keluarga secara individual.[1]

Nabat dianggap sebagai salah satu warisan budaya takbenda Uzbekistan oleh UNESCO.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Normamatovich, Faiziboev Pirmamat; Abduganievich, Ochilov Sardor (2023). "METHOD OF PREPARING NOVVOT FROM NATIONAL CONFECTIONERY PRODUCTS IN UZBEKISTAN". International Journal of Recently Scientific Researcher's Theory. 1 (6): 160–164. ISSN 2992-8885.
  2. ↑ Butcher, Sally (2023-07-18). The New Middle Eastern Vegetarian: Modern Recipes from Veggiestan - 10-Year Anniversary Edition (dalam bahasa Inggris). Interlink Publishing Group Incorporated. hlm. 263. ISBN 978-1-62371-766-7.
  3. ↑ Kayimova, N. (2022). "THE TRANSLATION PROBLEMS OF UZBEK FOOD REALIA". Вестник магистратуры (5-1 (128)): 83–85. ISSN 2223-4047.
  4. 1 2 3 4 5 6 "Intangible Cultural Heritage of Uzbekistan. Volume 5: KNOWLEDGE AND PRACTICES CONCERNING NATURE AND THE UNIVERSE. Chapter "PREPARING CANDIES NOVVOT"". UNESCO ICHCAP | e-Knowledge Center. hlm. 168. Diakses tanggal 2025-03-11.
  5. 1 2 3 4 Sadeghi, Zahra; Shariatifar, Nabi; Khaniki, Gholamreza J.; Nabizadeh, Ramin; Khaneghah, Amin M. (2020-06-01). "Determination and Evaluation of Natural and Synthetic Dyes in Traditional Rock Candies (Nabat) Distributed in Tehran". Current Nutrition & Food Science (dalam bahasa Inggris). 16 (5): 788–793. doi:10.2174/1573401315666190717122120. ISSN 1573-4013.
  6. 1 2 3 Adibpour, Nasim; Hosseininezhad, Marzieh; Pahlevanlo, Abolfazl (2019-10-01). "Application of spore-forming probiotic Bacillus in the production of Nabat - A new functional sweetener". LWT. 113 108277. doi:10.1016/j.lwt.2019.108277. ISSN 0023-6438.
  7. 1 2 3 Khiabani, Azadeh; Sarabi-Jamab, Mahboobe; Shakeri, Monir-sadat; Pahlevanlo, Abolfazl; Emadzadeh, Bahareh (2024-08-30). "Bacterial cellulose biosynthesis: Optimization strategy using iranian nabat industry waste". Heliyon (dalam bahasa English). 10 (16) e35986. Bibcode:2024Heliy..1035986K. doi:10.1016/j.heliyon.2024.e35986. ISSN 2405-8440. PMC 11379586. PMID 39247360.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. ↑ Gulyamova, Lola (2022-12-02). The Geography of Uzbekistan: At the Crossroads of the Silk Road (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. hlm. 79–80. ISBN 978-3-031-07873-6.
  9. ↑ McNamara, Glenn R.; Surina, Asele (2005-06-30). Food Culture in Russia and Central Asia (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing USA. hlm. 102. ISBN 978-0-313-06228-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan