Kamis, 08 Oktober 2026
02:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Myanmar Now

Bagikan:
Myanmar Now
IndustriAgensi berita
DidirikanAugust 2015;11 tahun lalu (August 2015)
Kantor pusat,
Wilayah yang dilayani
Myanmar
Tokoh kunci
Swe Win, Kepala Penyunting
Jumlah karyawan
30 (2019)
Situs webwww.myanmar-now.org

Myanmar Now adalah sebuah agensi berita yang berbasis di Myanmar (Burma). Para jurnalis Myanmar Now menerbitkan artikel-artikel dwi-bahasa Burma dan Inggris pada portal berita daring eponim. Agensi tersebut menyediakan sinfikasi bebas sepanjang belahan negara tersebut, dengan jaringan distribusi ke lebih dari 50 outlet media nasional dan lokal yang giat menerbitkan kembali cerita-ceritanya.[1] Pada September 2019, Myanmar Now memiliki jumlah pembaca lebih dari 350.000, dengan tim 30 jurnalis.[2] Agensi berita tersebut dikenal karena laporan mendalam terhadap maslaah-masalah berdampak tinggi, yang meliputi korupsi, buruh anak-anak, hak asasi manusia dan keadilan sosial.[3][4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Foundation, Thomson Reuters. "Myanmar Now". Thomson Reuters Foundation. Diakses tanggal 2021-02-05.{{cite web}}: |first= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "'Truth, justice, love': Ko Swe Win on journalism in times of repression". Rappler (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-13. Diakses tanggal 2021-02-05.
  3. ↑
  4. ↑ "Myanmar journalist Swe Win one of the winners of the Ramon Magsaysay Award". Mizzima. 30 Agustus 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-03-20.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan