Jumat, 25 September 2026
17:09 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Musik Panting

Musik Panting

alat musik tradisional suku banjar

Musik Panting adalah kesenian musik asli dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan.[1] Alat musik utama dalam musik Panting adalah alat petik yang disebut panting.[2][3]

330px-Grup_Musik_Panting.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Grup Musik Panting di Siring Sungai Martapura, Banjarmasin

Secara ethnomusicologi musik Panting dimainkan dengan alat musik tradisi seperti agung, piyul, babun,[4] kempul,[2] suling, marawis, ketipung dan kuricay.[3] Musik Panting termasuk dalam musik jenis kordofon dengan tangga nada diatonik.[5] Musik Panting selalu dimainkan pada saat Tari Japin ditampilkan.[6] Musik panting sebagai musik tradisi distem mengikuti gong dengan nada tinggi yang berlaras gamelan yang bernada 5. Panting terdiri ada 3 yaitu panting palingkah, pambawa dan panggulung yang dimainkan secara interlocking membentuk pola-pola nada yang menuju ke suatu nada utama. A. Sarbaini merupakan tokoh yang dikenal karena kontribusinya dalam perkembangan musik Panting.[7][8]

Alat musik

Panting

Panting terbuat dari kayu nangka, Rengas, Laban (Vitex pinnata), Kemuning [9] kulit hewan, dan tali senar yang beragam. Bentuknya menyerupai gitar dengan ukuran yang lebih kecil dan ramping tanpa lekukan.[10] Panting dapat dimainkan secara perorangan maupun beberapa orang.[11] Panting kini sudah sangat jarang ditemui karena ditelan oleh Zaman.[12]

bagian-bagian

Panting adalah alat musik tradisional yang tersusun atas beberapa bagian utama, masing-masing memiliki fungsi spesifik.[6] Bagian paling atas adalah kepala Panting, yang dilengkapi tiga pemutar untuk menyetel ketegangan senar. Tali Panting terdiri dari tiga senar yang membentang dari bagian bawah hingga kepala, berfungsi sebagai sumber bunyi.[8] Di antara kepala dan perut terdapat leher Panting, bagian panjang dan ramping tempat menekan senar untuk menghasilkan berbagai nada. Bagian perut Panting berbentuk lebar dan biasanya dilapisi kulit kambing atau ular, berperan sebagai resonator suara. Bagian paling dasar adalah pohon Panting, yang menjadi pangkal penopang seluruh struktur alat musik ini.[13][14]

Kegunaan

Alat musik Panting telah ada sejak abad ke-18 Masehi. Kehadirannya bersamaan dengan perkembangan Tari Japin.[13] Alat musik ini berkembang di Desa Rantau Bujur, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Tapin. Penggunaannya kemudian berkembang menjadi musik rakyat hingga ke Desa Tatakan, Desa Tambarangan, dan Desa Pematang Sungkai.[15] Pada awalnya, musik Panting hanya digunakan sebagai musik pengiring dan pelengkap Tari Japin. Musik ini kemudian mulai digunakan pada tari-tari tradisional lain di wilayah Kalimantan Selatan. Selain itu, musik Panting juga digunakan pada tari-tari kreasi baru.[16] Lagu-lagu lama diantaranya Sisip, Tirik, Tirik Dua, Lagu Dua Raja, Babujugan, Mandung-mandung, Lagu harapan, Tarimakasih, Japin rantauan, Tuan syarif. Sedangkan 6 jenis bentuk panting yaitu[14]

  1. Mayang ma'urai
  2. Putri manjanguk
  3. Putri kurung
  4. Si runtuh palatar
  5. Sari dewi
  6. Pagat balarangan

Referensi

  1. ↑ Andreani 2016, hlm. 141.
  2. 1 2 Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 51
  3. 1 2 Anderiani, L. (2016). Musik Panting di Desa Barikin Kalimantan Selatan: Kemunculan, keberadaan dan perubahannya. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 17(3), 140–157. Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  4. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 82
  5. ↑ Andreani 2016, hlm. 14agung2.
  6. 1 2 Laila (Oktober 2015). "Eksistensi Media Tradisional sebagai Media Informasi Publik". Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan. 19 (2): 72. doi:10.46426/jp2kp.v19i2.28. ISSN 2527-693X. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-22. Diakses tanggal 2020-09-30.
  7. ↑ Sugiarto, R. Toto (2016-01-01). Ensiklopedi Seni Dan Budaya 2: Alat Musik Tradisional. Media Makalangan. hlm. 49.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. 1 2 Adisa, Vanesa (2024-09-10). Encyclopedia of Local Music Instrument in Kalimantan Island (dalam bahasa Inggris). Penerbit Andi. hlm. 23.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Syamsiar, Seman (2004). Mandulang Intan. Banjarmasin: Kemendikbud Kalimantan Selatan. hlm. 17. ISBN 978-979-15063-5-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Maknun 2017, hlm. 263.
  11. ↑ Suryana 2015, hlm. 171.
  12. ↑ "Musik Panting". Internet. Diakses tanggal 29 mei.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  13. 1 2 Kompas.com. (2023, Agustus 7). 3 alat musik tradisional Kalimantan Selatan dan cara memainkannya. Kompas.com.
  14. 1 2 Mehendara, B. (2021). Pembelajaran alat musik panting dengan pendekatan tangganada dan tablature. Pelataran Seni: Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 6(1), 42–55. Universitas Lambung Mangkurat.
  15. ↑ Maknun 2017, hlm. 262.
  16. ↑ Suryana 2015, hlm. 178.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan