Museum Sri Baduga | |
![]() | |
| Didirikan | 1974 |
|---|---|
| Lokasi | Jl. BKR. No 185, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia[1] |
| Koordinat | 6°56′S 107°36′E / 6.94°S 107.6°E / -6.94; 107.6 |
| Akses transportasi umum | Trans Metro Bandung: Koridor 4 (Tegallega) |

Museum Sri Baduga merupakan sebuah museum yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat.[2] Arsitektur museum ini dirancang menyerupai rumah panggung dengan suhunan panjang yang mencerminkan rumah khas Jawa Barat.[3][4]
Sejarah
Museum ini dikelola oleh pemerintah provinsi Jawa Barat, yang mulai didirikan pada tahun 1974 dengan memanfaatkan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega, yang kemudian diresmikan pada tanggal 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu, Daoed Joesoef.[5][6][7][8]
Penamaan museum ini diambil dari gelar salah seorang raja Pajajaran, Sri Baduga Maharaja sebagaimana tertulis pada Prasasti Batutulis. Dan kemudian ditetapkan melalui Kepmendikbud nomor 02223/0/1990 tanggal 4 April 1990.[5] Nama museum diambil dari gelar raja Pajajaran yang memerintah di wilayah Jawa Barat pada tahun 1474–1513 Masehi. Gelar lengkap tersebut adalah Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran, sebagaimana tercantum dalam Prasasti Batutulis di Bogor.[9]
Koleksi
Koleksi di Museum Sri Baduga mencakup 10 klasifikasi,
Geologika
Benda-benda koleksi yang dipelajari dalam berbagai disiplin ilmu mencakup batuan, mineral, fosil, serta formasi alami lainnya seperti granit dan andesit.[10]
Biologika
Benda koleksi yang termasuk kategori objek penelitian dalam disiplin ilmu biologi antara lain tengkorak atau rangka manusia, tumbuhan, dan hewan, baik yang berupa fosil maupun yang masih ada.[10]
Etnografika
Benda koleksi yang menjadi objek penelitian antropologi adalah hasil-hasil budaya atau benda-benda yang menggambarkan identitas suatu etnis.[10]
Arkeologika
Benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau dan menjadi objek penelitian arkeologi meliputi tinggalan budaya dari masa prasejarah hingga masuknya pengaruh Barat.[10]
Historika
Benda koleksi yang memiliki nilai sejarah dan menjadi objek penelitian sejarah mencakup kurun waktu sejak masuknya pengaruh Barat hingga masa kini (sejarah modern). Benda-benda ini pernah digunakan dalam peristiwa-peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan organisasi masyarakat, seperti negara, kelompok, atau tokoh tertentu.[10]
Numisamatika/Heraldika
Numismatika mencakup setiap mata uang atau alat tukar (token) yang sah. Heraldika mencakup setiap tanda jasa, lambang, dan tanda pangkat resmi, termasuk cap atau stempel.[10]
Filologika
Benda koleksi yang menjadi objek penelitian filologi berupa naskah kuno yang ditulis tangan dan menguraikan berbagai hal atau peristiwa.[10]
Keramologika
Benda koleksi yang terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar berupa barang pecah belah.[10]
Seni Rupa
Benda koleksi yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek-objek dua atau tiga dimensi.[10]
Teknologika
Setiap benda atau kumpulan benda yang mencerminkan perkembangan teknologi dari tradisional hingga modern.[10]
Pranala luar
- Direktorat Museum Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Diarsipkan 2010-03-16 di Wayback Machine
Referensi
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
- ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Astanaanyar". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date=; no-break space karakter dalam|access-date=pada posisi 7 - ↑ Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (25 Desember 2023). "Daftar Museum di Kota Bandung". Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Bandung. Diakses tanggal 3 Juni 2025.
- ↑ Bandung, Website Resmi Kota. "Museum Sri Baduga: Asyiknya Mengenal Budaya Sunda". https://www.bandung.go.id. Diakses tanggal 2024-05-20.
{{cite web}}: Tautan eksternal dalam|website= - ↑ Suwandi, Suyartono (2024-03-06). Hidayah Di Jawa Barat, Bogor Dan Saya. Nas Media Pustaka. hlm. 130–133. ISBN 978-623-155-554-0.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2 "Museum Negeri Provinsi Jawa Barat Sri Baduga - Sistem Registrasi Nasional Museum". Sistem Registrasi Nasional Museum Kemdikbud (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-20.
- ↑ Aksan, Hermawan (2024-06-04). Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa 3: Demokratis, Gotong Royong hingga Cinta Tanah Air. Nuansa Cendekia. hlm. 77. ISBN 978-602-350-848-8.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Suganda, Her (2011). Wisata Parijs van Java: sejarah, peradaban, seni, kuliner, dan belanja. Penerbit Buku Kompas. hlm. 83–84. ISBN 978-979-709-537-6.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ Asiarto, Luthfi; Ramdhan, Agus (1999-01-01). Perkembangan Permuseuman di Indonesia dari Pelita I-VI. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
- ↑ Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 300
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat". sribaduga.jabarprov.go.id. Diakses tanggal 2024-05-20.
Artikel bertopik bangunan dan struktur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
