Minggu, 04 Oktober 2026
03:46 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Museum Sarnath

Museum Sarnath

Bagikan:
Museum Sarnath
250px-Sarnath_Museum_Front.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemandangan depan Museum Sarnath
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Sarnath&revid=28634912&groups=_a77e39d709806bfcc936722d4374c4d724751458&parser=parsoid
Didirikan1910
LokasiSaranath (dekat Varanasi)
Koordinat25°23′N 83°01′E / 25.38°N 83.02°E / 25.38; 83.02
JenisMuseum arkeologi
KoleksiSeni Buddha, patung, dan barang antik
Situs webwww.sarnathmuseumasi.org

Museum Sarnath, yang merupakan museum situs tertua yang dikelola oleh Survei Arkeologi India (Archaeological Survey of India), menyimpan 6.832 patung dan artefak yang ditemukan dari penggalian di situs arkeologi Sarnath. Situs penting ini berlokasi di dekat Varanasi, di negara bagian Uttar Pradesh.[1]

Sejarah

Untuk melindungi artefak antik yang ditemukan di situs Sarnath, Pemerintah India memutuskan pada tahun 1904 untuk mendirikan sebuah museum di dekat lokasi penggalian. Museum ini, yang pembangunannya diprakarsai oleh Direktur Jenderal Arkeologi India saat itu, Sir John Marshall, selesai pada tahun 1910. Desainnya dibuat oleh konsultan Arsitek Pemerintah India, James Ramson, dan bentuk denahnya menyerupai setengah biara (Sangharam). Tujuannya adalah untuk menyimpan, memamerkan, dan memfasilitasi studi terhadap benda-benda bersejarah tersebut.

Galeri

Museum ini menyimpan dan memamerkan koleksi artefak yang berasal dari abad ke-3 SM hingga abad ke-12 M dari Sarnath, yang didistribusikan di lima galeri dan dua beranda.

250px-Lion_Capital_of_Ashoka_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak dalam museum, dengan Patung Singa Ashoka di tengah, dan Bala Bodhisattva di sebelah kiri.

Sarnath merupakan sumber kekayaan patung, artefak, dan reruntuhan bangunan, termasuk patung-patung Buddha dan Bodhisattva. Museum ini kini menyimpan spesimen seni Buddha terbaik dan peninggalan paling signifikan yang ditemukan di situs tersebut.

Walaupun museum Sarnath paling dikenal karena memamerkan Patung Singa Ashoka yang ikonik, koleksinya juga menampilkan beragam artefak Buddha lainnya. Salah satu pameran yang sangat menonjol adalah patung Buddha abad ke-5. Patung ini menggambarkan Sang Buddha dalam posisi duduk bersila dengan mata yang tertutup, menunjukkan meditasi yang mendalam, dan dikelilingi oleh lingkaran cahaya di sekitar kepalanya. Selain itu, pengunjung juga dianjurkan untuk menjelajahi patung-patung bodhisattva yang menarik.

Selain Patung Singa Ashoka dan patung Buddha abad ke-5, koleksi Museum Sarnath meliputi beragam patung Bodhisattva, termasuk figur seukuran manusia, sebuah gambaran Bodhisattva yang indah memegang bunga teratai, dan patung perunggu Bodhisattva berlengan ganda. Museum ini juga menampilkan koleksi figur dan patung yang mencakup periode Maurya, Kushana, dan Gupta. Di antara pameran tersebut, terdapat patung Buddha tertua yang ditemukan di Sarnath dan sejumlah patung Dewa Hindu yang berasal dari abad ke-9 hingga ke-12 Masehi.

Patung Singa Ashoka

250px-Sarnath_capital.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Singa Ashoka di museum.

Patung Singa Ashoka yang terkenal, sebuah patung asli dari batu pasir yang berasal dari sekitar tahun 250 SM, kini dilestarikan di Museum Sarnath setelah awalnya dipasang di atas Pilar Ashoka. Bagian atas patung ini (tanpa alas teratai terbalik) telah diadopsi sebagai Lambang Nasional India. Lambang ini menampilkan empat singa yang berdiri saling membelakangi di atas dasar melingkar yang dihiasi dengan Cakra Ashoka di tengahnya, diapit oleh figur Kuda di sisi kiri dan Banteng di sisi kanan. Di sisi dasarnya yang berlawanan, terdapat ukiran Gajah dan singa. Selain itu, Cakra Ashoka yang terdapat pada dasar patung juga diabadikan di bagian tengah Bendera Nasional India. Museum juga memamerkan pecahan cakra dharma batu yang dulu berada di puncak singa.

Referensi

  1. ↑ Singh, Binay (26 Maret 2011). "A rich repertoire of glorious past". The Times of India. Varanasi. TNN. Diakses tanggal 4 Desember 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan