Jumat, 16 Oktober 2026
05:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Murai eurasia

Murai eurasia

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Murai eurasia" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2010)
Murai eurasia
250px-%D0%A1%D0%BE%D1%80%D0%BE%D0%BA%D0%B0_%28Pica_pica%29%2C_%D0%9A%D0%B0%D0%BB%D0%B8%D0%BD%D0%B8%D0%BD%D0%B3%D1%80%D0%B0%D0%B4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Kaliningrad, Russia
Bird soundⓘ
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
P. pica
Nama binomial
Pica pica
250px-Pica_pica_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sub-spesies
     hudsonia      melanotos      galliae      germanica      pica      fennorum      asirensis      bactriana      hemileucoptera      leucoptera      jankowskii      sericea      battnensis      kamschatisa
Artikel takson sembarang
250px-Pica_pica_pica_MHNT.ZOO.2010.11.169.1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pica pica pica

Murai eurasia[2] (Pica pica) adalah burung cawai yang dapat ditemukan di seluruh Eropa, sebagian besar Asia dan barat laut Afrika. Burung ini merupakan salah satu burung yang paling cerdas, serta dipercaya sebagai salah satu binatang yang paling cerdas.[3] Pengembangan nidopallium kira-kira sama dalam ukuran yang relatif seperti yang ditemukan pada simpanse, orangutan dan manusia.[4]

Referensi

  1. ↑ "Pica pica". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 Juli 2012. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Rakhmawati, Luthfiana Dwi (29 Desember 2022). "Murai Batu Sudah Banyak Dikenal, Bagaimana dengan Murai Eurasia?". Murai Batu Sudah Banyak Dikenal, Bagaimana dengan Murai Eurasia?. Diakses tanggal 2025-12-28.
  3. ↑ Prior H.; Schwarz, Ariane; Güntürkün, Onur (2008). De Waal, Frans (ed.). "Mirror-Induced Behavior in the Magpie (Pica pica): Evidence of Self-Recognition" (PDF). PLoS Biology. 6 (8). Public Library of Science: e202. doi:10.1371/journal.pbio.0060202. PMC 2517622. PMID 18715117. Diakses tanggal 2008-08-21.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |author-separator= diabaikanPemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. ↑ Comparative vertebrate cognition: are primates superior to non-primates?, By Lesley J. Rogers, Gisela T. Kaplan, page 9, Springer, 2004
  • Lee, Sang-im; Parr, Cynthia S.; Hwang, Youna; Mindell, David P. & Choe, J. C. (2003): Phylogeny of magpies (genus Pica) inferred from mtDNA data. Molecular Phylogenetics and Evolution 29: 250-257. doi:10.1016/S1055-7903(03)00096-4 PDF fulltext
  • Madge, Steve & Burn, Hilary (1994): Crows and jays: a guide to the crows, jays and magpies of the world A&C Black, London. ISBN 0-7136-3999-7

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pica pica.
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Pica pica.


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan