Rabu, 30 September 2026
03:43 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Mura

Mura

Bagikan:
Bandotan berdekik (Mura)
250px-Crotalus_horridus_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ular derik kayu, Crotalus horridus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Subfamili:
Crotalinae

Oppel, 1811
Sinonim
  • Crotalini - Oppel, 1811
  • Crotales - Cuvier, 1817
  • Crotalidae - Gay, 1825
  • Crotaloidae - Fitzinger, 1826
  • Crotalina - Bonaparte, 1831
  • Bothrophes - Fitzinger, 1843
  • Crotalinae - Cope, 1860
  • Lachesinae - Cope, 1900
  • Lachesinii - Smith, Smith & Sawin, 1977
  • Agkistrodontinii - Hoge & Romano-Hoge, 1981
  • Agkistrodontini - Hoge & Romano-Hoge, 1983[1]
  • Crotalidae - Garrel & Supeno, 1993
Artikel takson sembarang

Mura atau yang juga dikenal dengan nama beludak kepala ceruk atau bandotan berdekik (Bhs Inggris: "pit viper"), adalah anak suku dari suku ular beludak (Viperidae). Ular-ular ini dikelompokkan berdasarkan keberadaan organ cekungan yang terletak di antara mata dan lubang hidung mereka yang berfungsi sebagai sensor panas atau pengukur suhu alami.[2][3] Terdapat sekitar 151 spesies, 54 spesies terdapat di Asia, dan komunitas terbesar yakni 97 spesies terdapat di Amerika dan sekaligus merupakan satu-satunya kelompok ular beludak yang tersebar di Amerika. Contoh ular yang termasuk di dalam kelompok ini adalah Ular derik, Bothrops sp. (Mura tombak Amerika), Calloselasma sp (Ular tanah), dan Trimeresurus sp. (Mura pohon Oriental).

Deskripsi

330px-Mexican_ridged_nosed_rattlesnake_head.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lubang pendeteksi panas pada jenis ular derik yang disebut Crotalus willardi obscurus.

Ular ini memiliki ukuran beragam, mulai dari yang terkecil, yakni Mura hidung-sabit dari India (Hypnale hypnale) yang hanya berukuran 30 – 40 cm, hingga yang terbesar adalah Mura semak Amerika (Lachesis muta) yang berukuran mencapai 3 meter, juga merupakan ular berbisa terpanjang di Amerika.[4]

"Termometer alami"

Kemampuan istimewa ular ini adalah dapat mengetahui keberadaan binatang berdarah panas di dekatnya dengan menggunakan organ cekungan di antara mata dan lubang hidungnya, selain menggunakan lidahnya. Lubang pendeteksi panas itu dilapisi oleh sel yang disebut Termoreseptor.[5] Pada prinsipnya, semua binatang berdarah panas bisa menghangatkan tubuhnya sendiri dengan darahnya.[6] Darah binatang tersebut memiliki energi kalor yang bisa menghangatkan seluruh tubuh. Karena tubuh hewan itu menjadi hangat, akhirnya kalor badannya memancar sampai keluar tubuh dan membuat perubahan suhu udara sekitar. Kalor atau panas tubuh hewan berdarah panas tersebut kemudian dideteksi oleh organ cekungan milik ular mura. Selanjutnya, Termoreseptor mengirim pesan ke otak, pesan tersebut berupa informasi tentang jarak dan lokasi mangsanya berada.[7] Dengan demikian ular ini bisa menyerang dengan tepat. Meskipun dalam keadaan gelap total, tetapi ular ini bisa melihat karena cekungan itu berhubungan dengan mata: Benda yang bersuhu tinggi atau panas (memancarkan kalor) akan terlihat berwarna merah, jingga, atau kuning terang, sedangkan benda yang tidak memancarkan kalor atau kalornya hanya sedikit akan terlihat berwarna hijau atau biru gelap. Cekungan ini juga mampu mendeteksi perubahan suhu yang sangat kecil, hingga perubahan yang hanya berselisih 0,0002 derajat Celsius.[8]

Penyebaran

250px-Pit_Viper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lubang peka panas pada sejenis ular mura, terletak di bagian bawah.

Di Asia, ular ini tersebar dari timur Pegunungan Ural ke timur sampai Jepang, dan ke selatan sampai Indonesia. Di Amerika, ular ini tersebar dari Kanada bagian selatan lalu ke selatan hingga Argentina bagian tengah.

Kebiasaan dan reproduksi

Sebagian besar ular mura beraktivitas pada malam hari. Kebanyakan hidup di atas tanah, sedangkan genus seperti Bothriechis sp., Trimeresurus sp., dan Tropidolaemus sp. hidup di pohon. Salah satu spesies, yaknibeludak mulut kapas (Agkistrodon piscivorus), lebih banyak hidup di perairan. Sedangkan Ular derik lebih banyak hidup di tempat kering. Ular mura lebih banyak hidup di daerah dataran rendah, tetapi jenis dari Cerrophidion sp. dan Ovophis sp. adalah ular tangguh yang bisa hidup di pegunungan yang dingin. Semua jenis ular mura lebih sering memburu binatang berdarah panas, seperti mamalia. Namun mereka juga memangsa hewan lain. Sebagian besar berkembang biak dengan ovovivipar (bertelur-melahirkan), tetapi jenis Lachesis sp., Calloselasma sp. (Ular tanah), dan beberapa jenis Trimeresurus sp. berkembang biak dengan bertelur. Jenis ular tombak di Amerika, yakni Bothrops atrox, melahirkan anak bahkan sampai lebih dari 70 ekor dalam sekali berkembang biak.

Klasifikasi

Semula, ular ini dipisah menjadi suku tersendiri, yakni Crotalidae. Namun setelah dilakukan penelitian ulang, ular ini kemudian dijadikan anak suku dari Viperidae.

Berikut klasifikasi menurut situs Reptile Database:

Catatan

  1. ↑ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, vol. 1. Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  2. ↑ Mehrtens JM. 1987. Living Snakes of the World in Color. New York: Sterling Publishers. 480 pp. ISBN 0-8069-6460-X.
  3. ↑ Sometimes spelled "pitvipers" -- Campbell & Lamar, 2004 [halaman dibutuhkan]
  4. ↑ Bushmaster | snake | Britannica
  5. ↑ Campbell JA, Lamar WW. 2004. The Venomous Reptiles of the Western Hemisphere. Comstock Publishing Associates, Ithaca and London. 870 pp. 1500 plates. ISBN 0-8014-4141-2.
  6. ↑ Bullock, T. H. and Diecke, F. P. J. (1956). Properties of an infrared receptor. Journal of Physiology 134, 47-87.
  7. ↑ Steve Setford et. al. 2015
  8. ↑ Williams et. al. 2015

Informasi lainnya

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan