Rabu, 30 September 2026
06:33 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Muhammad bin Nasir

Imam Oman

Bagikan:
Untuk kegunaan lain orang lain dengan nama sama, lihat Muhammad Nasser (disambiguasi).
Muhammad bin Nasir al-Ghafiri
Imam
Imam Oman (wilayah pedalaman)
Berkuasa2 Oktober 1724 - Maret 1728
PendahuluSaif bin Sultan II
PenerusSaif bin Sultan II (wilayah pesisir)
Bal'arab bin Himyar (wilayah pedalaman)
MeninggalMaret 1728
AyahNasir bin Ahmad bin Ramthah al-Ghafiri
AgamaIslam Ibadi

Muhammad bin Nasir al-Ghafiri (bahasa Arab:محمد بن ناصر الغافري) (meninggal tahun 1728) adalah salah satu Imam selama perang saudara di Oman pada tahun-tahun terakhir dari Wangsa Yaruba.

Pemerintahan Ya'arab bin Bil'arab

Mohammed bin Nasir adalah "Temeemeh" dari Bani Ghafir, suku Nizar.[1]

Pada tahun 1720 Ya'arab bin Bil'arab merebut kekuasaan di Oman, mendeklarasikan dirinya sebagai wali pada masa sepupunya Saif bin Sultan II masih terlalu muda. Pada bulan Mei 1722 Ya'arab mengambil langkah berikutnya dan menyatakan dirinya sebagai Imam. Hal ini menyebabkan pemberontakan yang dipimpin oleh Bil'arab bin Nasir, kerabat dari pernikahan Imam yang digulingkan.[2] Setelah beberapa pertempuran kecil, Ya'arab bin Bil'arab dikalahkan di Nizwa dan Saif bin Sultan II muda kembali dinyatakan sebagai Imam, kali ini dengan Bil'arab bin Nasir sebagai walinya.[1] Mohammed bin Nasir termasuk di antara tokoh-tokoh yang datang ke Rustaq untuk mengucapkan selamat kepadanya.[1] Karena alasan tertentu, Bel'arab bin Nasir berselisih dengan Mohammed bin Nasir, yang mengambil langkah untuk mengorganisir pemberontakan dalam aliansi dengan mantan Imam Ya'arab bin Bil'arab.[3]

Perang saudara

Dalam pertempuran berikutnya Syeikh Muhammad bin Nasir terbukti menjadi komandan yang terampil.[3] Setelah serangkaian kekalahan, Bil'arab bin Nasir terpaksa menerima persyaratan perdamaian di mana ia akan menyerahkan seluruh benteng di Oman. Sekitar waktu ini Ya'arab bin Bil'arab meninggal pada tanggal 16 Maret 1723 di Nizwa. Muhammad bin Nasir mengetahui bahwa benteng di Muskat dan Barka bertahan di bawah kepemimpinan Kalf bin Mubarak al-Hinawi. Dia memenjarakan Bil'arab bin Nasir, dan dengan kekuatan yang semakin besar dari anggota sukunya maju ke Barka.[4] Pertempuran yang kacau pun terjadi, dengan Muhammaad bin Nasir jauh lebih kuat di darat namun Kalf memiliki keuntungan dalam kekuatan laut.[5]

Imam

Muhammad bin Nasir berada di atas angin. Pada bulan September 1724 dia mengadakan pertemuan Syeikh Oman di mana dia menyatakan niatnya untuk mundur dari perjuangan. Sesuai rencana, dia malah diminta menerima posisi Imam.[6] Muhammad bin Nasir terpilih sebagai Imam pada 2 Oktober 1724.[7] Saingannya, Khalf bin Mubarak, menimbulkan masalah di antara suku-suku utara. Dalam pertempuran di Sohar pada tahun 1728, Khalf bin Mubarak dan Muhammad bin Nasir terbunuh. Garnisun Sohar mengakui Saif bin Sultan II sebagai Imam, dan dia diangkat kembali di Nizwa.[8] Namun, beberapa penduduk Az Zahirah memilih sepupu Saif Bal'arab bin Himyar sebagai Imam.[9]

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 3 Miles 1919, hlm. 241.
  2. ↑ Miles 1919, hlm. 240.
  3. 1 2 Miles 1919, hlm. 242.
  4. ↑ Miles 1919, hlm. 243.
  5. ↑ Miles 1919, hlm. 244.
  6. ↑ Miles 1919, hlm. 246.
  7. ↑ Ibn-Razîk 2010, hlm. xxxv.
  8. ↑ Ibn-Razîk 2010, hlm. xxxvi.
  9. ↑ Ibn-Razîk 2010, hlm. xxxvii.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan