Muflih Safitra | |
|---|---|
Ustaz Muflih Safitra | |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | Muflih Safitra 19 Juli 1984 |
| Orang tua |
|
| Almamater | Universitas Islam Indonesia (S.T.), Universitas Raja Saud (M.Sc.) |
| Pekerjaan |
|
| Kehidupan religius | |
| Agama | Islam |
| Denominasi | Sunni |
| Gerakan | Salafiyah |
| Muslim leader | |
Influenced by | |
Muflih Safitra (lahir 19 Juli 1984) adalah seorang pendakwah asal Balikpapan, Indonesia. Ia merupakan lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Raja Saud, Arab Saudi.[1][2] Pada masa Muflih menempuh studi di jurusan teknik industri di Universitas Raja Saud, Riyadh, ia menghadiri kajian keagamaan yang dipimpin Sa'ad Asy Syatsri, ulama Arab Saudi.[1][3]
Riwayat hidup dan karier
Muflih mulai mendalami aktivitas dakwah sejak masih menempuh studi di tingkat tsanawiyah. Muflih mengaku sering berceramah keliling di bulan Ramadan semenjak ia berusia 13 tahun. Hal ini ia lakukan mengikuti jejak ayahnya, M. Saad Ali, seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang aktif menjadi pendakwah. Muflih mengklaim bahwa ia menemani ayahnya berdakwah, dan ikut menjadi pendengar ceramah ayahnya.[4]
Muflih menempuh kuliah teknik di Universitas Islam Indonesia (UII). Sumber menyebutkan bahwa Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 5 bulan dan lulus dengan peringkat cumlaude.[4]
Seusai menyelesaikan studi nya di bidang teknik di UII, Muflih sempat berpartisipasi dalam lomba menghafal AL-Qur'an tahun 2010 untuk pegawai negeri sipil di kota Balikpapan. Ia memperoleh peringkat pertama, dan sebagai hadiah, ia diberangkatkan umroh dengan fasilitas dari pemerintah kota Balikpapan.[4] Muflih menerima beasiswa dengan ikatan dinas dari pemerintah kota Balikpapan untuk menempuh studi di Universitas Raja Saud, Arab Saudi. Menurut klaim Muflih, ia merupakan mahasiswa dengan masa penyelesaian studi tercepat dan juga IPK tertinggi di antara angkatannya.[4]
Sepulangnya dari studi di Arab Saudi, Muflih menjalani masa pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kota Balikpapan. Selain menjadi PNS aktif, ia juga menjadi pendakwah. Muflih aktif menyebarkan ilmu agama yang ia dapat dari kajian-kajian agama yang ia ikuti di Arab Saudi. Selain itu ia juga sering diundang oleh pengurus-pengurus masjid dan kelompok kajian Islam di sekitar kota Balikpapan untuk menjadi penceramah. Karena aktivitas dakwah yang semakin meningkat, Muflih secara sepihak memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya sebagai PNS.[4]
Sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap perjanjian ikatan dinas (berhenti sebelum masa ikatan dinas selesai), Muflih diwajibkan untuk mengembalikan gaji PNS yang ia terima selama ia menjalani tugas belajar di Arab Saudi. Salah satu sumber menyebutkan klaim dari Muflih bahwa ia telah mengembalikan uang sebesar Rp87.000.000 kepada pemberi beasiswa.[5]
Tanggapan
Cuma lulusan UII
Adi Hidayat secara implisit pernah yang menyebut dirinya hanya lulusan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII).[6] Tindakan tersebut dilakukan terkait polemik surah Asy-Syuara' yang ditafsirkan oleh Adi Hidayat sebagai surat pemusik.[1][2]
Beberapa waktu kemudian Muflih menanggapi dalam YouTubenya,[6]
“Bagaimana dengan akhlak Ustaz Adi Hidayat? Saya memang tidak mengenal beliau secara personal tetapi saya pernah mendengar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan ada empat hal yang apabila empat hal ini ada pada diri seseorang maka dia adalah seorang munafik tulen kalau dia mengumpulkan empat ini maka dia seorang munafik tulen tetapi kata nabi jika hanya ada sebagiannya saja misalnya dia hanya punya satu atau dua intinya hanya sebagian saja maka pada dirinya ada sebagian sifat munafik sampai dia meninggalkannya di antara sifat-sifat munafik ini kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jkalau sedang dalam kondisi berselisih dia berlaku curang”[6]
Hadis yang dimaksud Muflih adalah Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang pada dirinya ada empat hal, maka ia adalah seorang munafik tulen, namun jika hanya ada sebagian, maka pada dirinya ada sebagian sifat munafik hingga ia meninggalkannya; jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, jika diberi amanah khianat dan jika berselisih berlaku curang.”[6]
Muflih berpendapat bahwa Adi Hidayat menyerang secara pribadi termasuk terkait asal Pendidikan bukan esensi persoalannya,[6] yaitu tentang tafsir surah Asy-Syuara'.[1][2]
“Ustaz Hidayat sebagaimana teman-teman lihat di dalam video beliau yang kemarin beliau menjatuhkan kami dari sisi hal yang tidak esensial dari kritikan. kami kata beliau kami tidak ingin berbantah-bantahan dan tidak mangapi kami tidak mau ramai-ramai jangan saling membantah lelah nanti seperti itu habis waktunya lupa anak belum mandi ya lupa kemudian kita harus menata yang lain-lain. Pertanyaan saya kok sempat-sempatnya skripsi saya diprint bahkan dijadikan satu bendel lalu dibawa ke masjid begitu beratnya”[6]
Muflih berpendapat kalau sebenarnya ini adalah bentuk penghinaan dan cara menjatuhkan yang curang sebagaimana dalam hadis.[6]
Karya
- Safitra, Muflih (2007). Analisis Persepsi Karyawan terhadap Kinerja Kepemimpinan dengan Metode Important Performance Analysis (Studi Kasus di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia). Universitas Islam Indonesia.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Lihat juga
- Yazid bin Abdul Qodir Jawas
- Abdul Hakim bin Amir Abdat
- Muhammad Nuzul Dzikri
- Muhammad Abduh Tuasikal
- Erwandi Tarmizi
- Syafiq Riza Basalamah
- Khalid Basalamah
- Firanda Andirja
Referensi
- 1 2 3 4 "'Cuma' Lulusan Teknik, Ustaz Muflih Safitra yang Debat dengan UAH Ternyata Murid Penasihat Raja Salman?". suara.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-08-12. Diakses tanggal 2024-08-12.
- 1 2 3 "Sosok Ustaz Muflih Safitra, Lulusan King Saud University Arab, Seteru dengan Ustaz Adi Hidayat". Tribun-medan.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-12. Diakses tanggal 2024-08-12.
- ↑ "Facebook". www.facebook.com. Diakses tanggal 2024-09-08.
- 1 2 3 4 5 "Ustadz Muflih Safitra, M.Sc". Uloom.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-05-11. Diakses tanggal 2024-08-12.
- ↑ admin (2015-07-15). "Karena Cinta, Ia Tinggalkan PNS Untuk Fokus Berdakwah". KisahMuslim.com (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-05-10. Diakses tanggal 2024-08-12.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - 1 2 3 4 5 6 7 Maksum, Ibnu (2024-05-08). "Ustaz Muflih Safitra Sebut Ustaz Adi Hidayat Munafik Tulen?". Suara Nasional. Diakses tanggal 2026-09-16.