Minggu, 27 September 2026
04:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Muchtar Adam

politikus

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini kemungkinan ditulis dari sudut pandang penggemar, alih-alih sudut pandang netral. Mohon rapikan untuk menghasilkan standar kualitas yang lebih tinggi dan untuk membuat pemakaian nada yang netral. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
40px-Text_document_with_red_question_mark.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumber referensi dari artikel ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar. Mohon periksa, kembangkan artikel ini, dan tambahkan sumber yang benar pada bagian yang diperlukan. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Muchtar Adam" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Muchtar Adam
Lahir10 September 1939
Meninggal6 Juli 2021(2021-07-06) (umur 81)
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
PekerjaanDa’i
Masa aktif1981–2021
JabatanPimpinan Umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam, Bandung, Tatar Pasundan, Indonesia
PendahuluTidak ada
Pasangan menikahSiti Sukaesih
Anak7

Muchtar Adam (10 September 1939 – 6 Juli 2021) adalah seorang muballig, ulama, cendekiawan, sekaligus pendiri dan pimpinan umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam di Desa Ciburial, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Ia adalah pencetus gagasan Da’wah Kedah Kahartos Karaos (Dakwah Harus Dipahami dan Dirasakan).[1]

Jejak langkah

Keluarga

Nama Muchtar merupakan pemberian dari Dr. Muchtar Lutfi, seorang intelektual dan pejuang dari Sumatera Barat sebagai teman seperjuangan ayahnya yang sering bersama-sama keluar masuk penjara pada zaman Belanda, Jepang, dan NICA. Dr. Muchtar Lutfi memberikan nama depannya kepada putra sahabat karibnya, sedang Adam diambil dari nama ayahnya.

Ayahnya bernama Tuan Adam, seorang muballigh dan pejuang kemerdekaan di Pulau Selayar. Pengetahuan dan pemahaman agama ayahnya diperoleh hanya melalui persahabatan dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan, yang saat itu terkenal dengan orang-orang pergerakan. Bahkan, Tuan Adam bisa membaca dan menulis huruf latin ketika di penjara.

Muchtar Adam lahir sebagai anak ketiga dari wanita bernama Syamintan yang merupakan istri pertama Tuan Adam. Istri kedua Tuan Adam adalah janda pejuang kemerdekaan teman seperjuangannya yang meninggal dunia. Kakek Muchtar Adam adalah seorang guru mengaji dan muballig, walaupun tidak melalui pendidikan formal, karena saat itu di kampung cukup dengan belajar mengaji, dan jadi guru ngaji di Kampung Palemba Bontobangung, Pulau Selayar.

Masa muda

Muchtar Adam dilahirkan di Benteng Selayar, sebuah ibu kota Under Avdeling Selayar (saat ini telah menjadi ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar). Rumah panggungnya yang berlantai papan kayu jalotong, dijadikan tempat berkumpul dan rapat-rapat para pejuang. Hidup dalam keluarga pejuang, Muchtar Adam kecil sering menyaksikan rumahnya digeledah tentara penjajah dan melihat dengan mata kepala sendiri di mana ayahnya, Tuan Adam, ditangkap lalu dimasukkan ke penjara.

Sebagai satu-satunya anak lelaki dalam keluarga, ia harus membantu ibunya mulai dari berjualan kaki lima sampai berladang untuk menopang kehidupan keluarga ketika Tuan Adam di penjara. Setelah menyelesaikan pendidikan SRN di kota Benteng Selayar, ia melanjutkan ke SMI Muhammadiyah di kota yang sama. Ketika belajar di SRN, ia mengikuti kepanduan Hizbul Wathan (H.W.) tingkat Athfal yang memberikan bekal dasar-dasar keterampilan sosial dan kecakapan hidup. Di Athfal ia mulai sebagai anggota sampai menjadi Kepala Regu. Setelah memasuki pendidikan di SMI Muhammadiyah, ia masih terus bergabung dengan Gerakan Kepanduan H.W. sampai memimpin Pasukan 150 orang.

Di Gerakan Kepanduan inilah, ia memperoleh banyak keterampilan dalam segala bidang termasuk didikan akhlak menjadi menu utama seperti kejujuran, kedisiplinan dan menolong orang lain. Ia tercatat sebagai siswa angkatan kedua yang harus mengikuti kurikulum 100% pelajaran umum setingkat SMP dan 100% pelajaran agama Islam yang semua dalam bahasa Arab dengan lama belajar selama empat tahun. Sebagai siswa SMI, ia aktif di Ikatan Pemuda Pelajar Islam Indonesia Selayar (IPPIS) dengan jabatan sebagai Ketua Bidang Tabligh dan di Pelajar Islam Indonesia (PII) Cabang Selayar dengan jabatan sebagai Ketua Seksi Penerangan di Cabang Selayar.

Ketika belajar di SMI Muhammadiyah ini pula ia mengubah sikap dan cara pandangnya dalam menapaki kehidupan karena dibina dan dibimbing langsung oleh Kyai Haji Abdul Kadir Kasim, alumni Madrasah Tawalib di Padang Panjang, Sumatera Barat. Setelah lulus SMI Muhammadiyah di Benteng Selayar, ia diantar ke Yogyakarta oleh sang kyai belajar di Madrasah Menengah Tinggi (MMT) yang terletak di depan Mesjid Agung Kauman Yogyakarta dengan beasiswa dari Baitul Maal Kabupaten Selayar. MMT adalah pendidikan lanjutan atas sama dengan SMAA (bahasa) dan pelajaran Islam semuanya menggunakan kitab-kitab bahasa Arab.

Di lingkungan MMT, ia dibina dan dibimbing oleh Kyai Basyir, Kyai Wardan, dan Kyai Mahfudz serta Guru yang lain. Setelah lulus MMT, ia melanjutkan ke Akademi Tabligh Muhammadiyah. Kendati kuliah hanya tingkat pertama saja, tetapi kuliah yang diberikan oleh Prof. Ahmad Salabi, Prof. Farid Ma’ruf, dan Prof. Kahar Mudzakir, Buya Hamka, K.A. Badawi, Djarnawi Hadikusuma, Jurban Wahid (Ekonomi Islam) dan lain-lain sangat memengaruhi Muchtar Adam dalam mengimplementasikan perintah amar ma’ruf nahi munkar. Setiap libur semester, ia pergi ke Pesantren Jamsaren di Solo untuk belajar aneka ilmu tentang ke-Islaman, seperi Fiqhi, Ushul Fiqhi, Filsafat Islam dari Kyai Haji Ma’muri, Kristologi dari bapak Arkanuddin.

Ia memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dari Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS) Jurusan Sastra Arab IKIP Bandung. Muchtar Adam menikah dengan Siti Sukaesih gadis asal Bandung yang ditemui ketika masih sama-sama belajar di Yogyakarta. Siti Sukaesih sebagai alumni PGAA Muhammadiyah Kauman Yogyakarta.

Pemikiran

Pemikiran Muchtar Adam lebih cenderung pada upaya menghormati hak-hak manusia untuk hidup. Ia berpendapat bahwa hak hidup merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan, selanjutnya baru hak mendapatkan pendidikan bagi seluruh manusia tanpa kecuali. Esensi pendidikan adalah sebuah proses yang hendaknya mampu menyucikan peserta didik untuk menemukan dan mempertahankan kesuciannya baik lahir maupun batin. Dengan pendidikan, manusia bisa belajar apa saja dan kepada siapa saja.

Belajar yang salah bukan merupakan suatu tindak munafik, tidak murtad, sehingga tidak perlu ditakuti. Akal, menurutnya merupakan salah satu karunia Allah yang mulia. Allah telah menyimpan akal dalam jiwa (nafs) manusia. Akal merupakan jalan penghubung kepada Allah berupa wasilah antara jiwa manusia dengan Allah Swt. Inti ajaran Islam ialah ma’rifatullâh, yaitu mengenal, mengimani, mentauhidkan serta mencintai dan mentaati Allah Swt. Hubungan tersebut adalah sumber bagi kehidupan jiwa manusia yang dapat melahirkan akhlak mulia.

Hakikat manusia ditentukan oleh eksistensinya dalam hidup berupa suatu karya kesalehan sosial berlandaskan ma’rifatullâh, sebagai implementasi silaturrahim, sehingga muncul di tengah-tengah masyarakat sebagai rahmatan li al-‘alamin, rahmat bagi semesta alam. Karena didikan ma’rifatullah, bekerja adalah satu kemulian untuk memperoleh hak memiliki dari hasil usaha yang halal. Sebab inti ajaran Islam adalah ma’rifatullâh, inti ma’rifatullah adalah akhlak, dan inti akhlak ialah silaturahim dan inti silaturrahim adalah menggembirakan orang lain.

Jadi pendidikan Islam harus berintikan kepada ma’rifatullah agar anak didik menjadi anak soleh, pewaris para nabi, dan meraih status khalifah fil ard. Dalam bukunya Tazkiyah: Mensucikan Jiwa, Meredam Hawa Nafsu yang terbit Dzulqo’dah 1429 H, November 2008, Muchtar Adam memandang hidup ini melalui upaya tazkiyah, setiap orang dapat mendekatkan dirinya kepada Yang Maha Suci.

Tazkiyah merupakan upaya yang sangat efektif untuk mengembalikan manusia kepada hakikatnya sebagai hamba Allah, karena manusia telah diberikan wadah kesucian (fitrah). Orang-orang yang seperti inilah kemudian yang disapa oleh Sang Maha Penguasa Semesta dengan panggilan yang luar biasa indah. [note 1]

Praksis

Bagi Muchtar Adam, dakwah dilaksanakan sebagai satu gerakan dengan materi dakwah terencana berbasis kebutuhan umat. Sehingga dakwah berlanjut menjadi al tarbiyah wa al ta’lim, pendidikan dan pengajaran, yang bertitik tolak dari Al-Quran. [note 2] Untuk mengimplementasikan ayat tersebut yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dalam berdakwah, didirikanlah Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam di Desa Ciburial, Cimenyan, Bandung pada tanggal 12 Rabiul Awwal 1401 H (18 Januari 1981 M) dengan tujuan melaksanakan pengkajian al-Quran, penelitian masalah dakwah, pendidikan kader dakwah, penyebaran informasi wawasan al-Quran, pengembangan warga pedesaan dalam bidang aqidah, ilmu, sosial, dan ekonomi guna ikut serta mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt.

Di pesantren ini, santrinya banyak dari kaum miskin, kaum tertindas dan kaum terpinggirkan oleh politik dan kepentingan pejabat yang berkuasa. Santri yang datang dari kalangan tersebut dibebaskan dari biaya hidup dan biaya pendidikan. Ia mengkritik sekolah yang hanya menampung anak-anak IQ tinggi dari kalangan kelas menengah keatas, tanpa peduli terhadap anak-anak IQ rendah dari kaum dhu’afa dan kaum mustadh’afin. Di pesantren ini, Islam diperkenalkan kepada santri melalui lintas mazhab dengan harapan saling memahami, menghargai dan berujung kepada silaturahim.

Ketika santrinya berada di tengah umat bisa menjelaskan dan mendamaikan perselisihan masalah paham fikih, sehingga umat Islam dalam melaksanakan amal ibadah tidak perlu mempermasalahkan perbedaan mazhab karena semua ada dasarnya. Pemikiran inilah yang kemudian ditulis oleh Muchtar Adam dalam bukunya Perbandingan Mazhab dalam Islam dan Permasalahannya.

Menurut Prof. Dr. Mohammad Askin, S.H., salah satu karya monumental Muchtar Adam dalam bidang pendidikan terhadap bangsa Indonesia adalah andilnya dalam pembahasan RUU SISDIKNAS yang kini sudah menjadi UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Ia sebagai anggota Komisi VI DPR RI turut aktif dan berjuang mengawal RUU SISDIKNAS dari nol sampai ditetapkan menjadi UU.

Umat Islam Indonesia yang merupakan penduduk mayoritas, untuk pertama kalinya setelah Indonesia Merdeka selama 58 tahun, pesantren dan majelis taklim baru diterima sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003.

Karya Tulis

Karya tulis

  1. Metode Praktis Membaca dan Menulis Al-Qur’an (Sistem 9 Jam). Bandung: LPTQ Bandung. 1980. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. Tafsir Isti’adzah. Banda Aceh: Gua Hira. 1985. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  3. Klasifikasi Ayat-ayat Al-Quran. Bandung: Babussalam. 1986. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  4. Al-Adzkar: Bimbingan Doa dan Dzikir menurut Al-Quran dan Sunnah. Bandung: Babussalam. 1992. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  5. Tafsir Ayat-ayat Haji: Telaah Intensif dari Pelbagai Mazhab. Bandung: Mizan. 1993. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  6. Tafsir Ayat-ayat Jenazah: Tinjauan dari 5 Mazhab tentang Salat Jenazah. Bandung: Pesantren Al-Quran Babussalam. 1994. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  7. Do’a Ibadah Haji: Berdasarkan Al-Quran dan Al-Sunnah. Bandung: Pesantren Al-Quran Babussalam. 1994. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  8. Jalan Menuju Wahdah Islamiyah Penuh Onak dan Duri: Catatan Perjalanan Ke Iran Mengikuti Muktamar Islam se-Dunia VII untuk Kesatuan Dunia Islam. Bandung: t.p. 1994. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  9. Tafsir Salat Safar Lintas Mazhab. Bandung: Babussalam. 1995. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  10. Adab-Adab Safar. Bandung: Penerbit Babussalam. 1995. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  11. Tafsir Ayat al-Tajhiz. Bandung: Babussalam. 1996. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  12. Khuruj: Mengunjungi Tempat Bersejarah Umat Islam di Mesir, Sudan, Suriah dan Iran. Bandung: Babussalam. 1997. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  13. Al Ahraz Ahlul Bait Dan doa Penangkal Sihir. Bandung: Babussalam. 1997. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  14. Al-Masih al-Dajjal. Bandung: Babussalam,. 2002. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  15. Perbandingan Mazhab Dalam Islam Dan Permasalahannya. Bandung: Babussalam. 2003. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  16. Ijtihad: Antara Teks dan Konteks. Bandung: Babussalam. 2004. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  17. Al-Ta’qibat: Doa-doa Harian dan Doa-doa Ba’da Shalat. Bandung: Babussalam. 2005. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  18. Al-Hushun al-Mani’ah: Benteng Kekuatan Doa. Bandung: Penerbit Babussalam Press. 2005. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  19. Tafsir Ayat-ayat Qunut: Menggapai Hakikat Penghambaan. Bandung: Makrifat. 2006. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  20. Membuka Tujuh Pintu Surga Menutup Tujuh Pintu Neraka. Bandung: Makrifat. 2006. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  21. Istighatsah: Menyingkap Ruang-ruang Spiritual. Bandung: Makrifat. 2006. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  22. Kehancuran Bangsa: Menguak Sebab-sebab Kehancuran Satu Bangsa. Bandung: Makrifat. 2007. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  23. Ma’rifaturrasul: Kenali Dan Cintai Nabi-Mu Pasti Tidak Akan Sesat Dan Menyesatkan. Bandung: Makrifat. 2007. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  24. ‘Ulum al-Quran: Studi Perkembangan Ilmu-ilmu Al-Quran. Bandung: Makrifat. 2008. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  25. Tazkiyah: Mensucikan jiwa, Meredam Hawa Nafsu. Bandung: Makrifat. 2008. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  26. Samudra Cahaya: Mengungkap Hizb al-Bahar Imam Abu al-Hasan al-Syadzily. Bandung: Makrifat Media Utama. 2008. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  27. Ma’rifatul Malaikat: Bersahabat dengan Malaikat. Bandung: Makrifat. 2008. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  28. Ma’rifat al-Rusul: Jejak Cahaya Para Rasul. Bandung: Makrifat. 2009. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  29. Zionis Dalam al-Quran: Peran Syas bin Qais Menghancurkan Islam. Bandung: Makrifat. 2010. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  30. Ramalan Prabu Jayabaya Dan Prediksi Nabi Tentang Kehancuran. Bandung: Makrifat. 2010. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  31. Doa-Doa Kesehatan. Bandung: Makrifat Media Utama. 2010. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  32. Mu’jizat Pengobatan Dalam al-Quran dan Hadits. Bandung: Makrifat. 2011. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  33. Khutbah-Khutbah Penggugah Semangat: Kumpulah Khutbah ‘Idain. Bandung: Makrifat. 2011. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  34. Tafsir Mustahik Zakat Lintas Mazhab. Bandung: Makrifat Media Utama. 2011. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  35. Dinamika Perbandingan Madzhab. Bandung: Makrifat Media Utama. 2011. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  36. Oleh-oleh Haji Tidak sama dengan Oleh-oleh Mekah/Madinah. Bandung: Makrifat Media Utama t.th. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  37. Sejarah Kurban. Bandung: Makrifat Media Utama. 2012. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  38. Bersahabat Dengan Al-Quran. Bandung: Makrifat Media Utama. 2012. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  39. Kiat-kiat Mengendalikan Hati Manusia: 40 Sihir Halal. Bandung: Makrifat Media Utama. 2012. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  40. Ma'rifat al-Rusul: Nabi Ibrahim 'a.s. Bandung: Makrifat Media Utama. 2013. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  41. Yerussalem Dari Masa Ke Masa. Bandung: Makrifat Media Utama. 2013. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  42. Memantapkan Syahadatain (Dua Kalimah Syahadat). Bandung: Makrifat Media Utama. 2014. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  43. Tiga Jalan Menuju Sukses. Bandung: Makrifat Media Utama, t.th. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  44. Al 'Ilaj bil Quran: Pengobatan dan Penyembuhan dengan Al-Quran. Bandung: Makrifat Media Utama, t.th. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan

Naskah

  1. Ma’rifat al-Rusul jilid II –Shalih ‘a.s.-Ibrahim ‘a.s.-Luth ‘a.s.-Ismail ‘a.s-Ishaq ‘a.s.- Lahirnya Bangsa-Bangsa /Bahasa Dunia .
  2. Haji Dalam al-Quran Berdasarkan Riwayat Ahlu al-Sunnah dan Ahlu al-Bait ‘am.s.
  3. Prinsip-Prinsip Pokok Dalam Khuthbah Wada’ Rasulullah Saww.
  4. Ciri-Ciri Dekatnya Kiamat ( Yang sudah terjadi ).
  5. Khashâis Ummat al-Muhammadiyah.
  6. Tolaklah Bala dan Bencana dengan Shilah al-Rahim.
  7. Bohong di Dunia ( Tafsir 332 ayat / 69 surah Masalah Bohong)
  8. Tafsir Lengkap Basmala.
  9. Doa-Doa Dalam al-Quran.
  10. Tafsir Klasifikasi Ayat-Ayat al-Quran.
  11. Tafsir Syu’ab al-Imana ( Cabang-Cabang Keimanan).
  12. Ma’rifat al-Rasul jld II ( Rumah Tangga Rasulullah Saww.).
  13. Ta’dzim al-Quran –
  14. Prinsip-Prinsip Pokok Khutbah Wada Rasulullah Saww –
  15. Atlas Mufassir –
  16. Ma’rifat al-Rusul – Ibrahim ‘a.s. Bapak Nabi-Nabi –
  17. Pola Tafsir 30 Ayat –
  18. Keistimewaan Muhammadiyah (Ummat Muhammad Saw)

Kolaborasi

  1. Safari Rohani Ayatul Hirz. Bandung: Pesantren Al-Quran Babussalam. 1992. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  2. Ma’rifatullah: Membangun Kecerdasan Spiritual, Intelektual, Emosional, Sosial, dan Akhlak Karimah. Bandung: Makrifat. 2004. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  3. Marhaban Ya Ramadhan: Persiapan Bathiniah Menjemput Ramadhan mulai Rajab dan Sya’ban. Bandung: Makrifat. 2006. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  4. Mengais Hikmah: Cermin-cermin Spiritual Memberdayakan. Bandung: Makrifat. 2008. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  5. Membina Generasi Qurani. Bandung: Penerbit Makrifat. 2009. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  6. Ilmu Gharib al-Quran: Bacaan-Bacaan Langkah dalam al-Quran. Bandung: Makrifat. 2011. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan

Kontribusi

  1. Bagir, Haidar; Basri (Ed.), Syafiq. (1988). "Ijtihad: Antara Teks Dan Konteks", Ijtihad Dalam Sorotan. Bandung: Mizan.
  2. SF (Ed.), Qamaruddin. (2000). "Muraqabah: Merasakan Kehadiran Allah", Zikir Sufi: Menghapiri Ilahi Lewat Tasawuf, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
  3. Ramli Bihar Anwar (Ed.), Cecep. (2001). "Rahasia Adab Makan: Wujud Nyata Ma’rifatullah", Hidup Penuh Berkah Melalui Ibadah yang Paling Mudah. Jakarta: Penerbit IIMaN dan Penerbit Hikmah.
  4. K.D. (Ed.), Sukardi. (2001). "Meraih Salat Khusyu", Salat dalam Perspektif Sufi. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.
  5. K.D. (Ed.), Sukardi. (2002). "Sekali Lagi Al-Quran", Belajar Mudah ‘Ulum Al-Quran: Studi Khazanah Ilmu Al-Quran. Jakarta: Lentera.
  6. Sanny (Ed.), Teuku Abdullah. (2008). "Wawasan Al-Quran Tentang Gempa Bumi & Tsunami di Aceh", Tsunami Aceh. Yogyakarta: Multi Solusindo Press.

Makalah

  1. "Imam Ali Dan Hak Asasi Manusia Dalam Nahjul Balaghah: Tinjauan Tafsir Al-Quran", Seminar Internasional Imam Ali dan Hak Asasi manusia dalam Nahjul Balaghah, Citywalk 5th floor, Jakarta 20 juni 2009.
  2. "Gempa dan tsunami Dalam Perspektif Imtaq Dan Iptek: Napak Tilas Kehancuran Bangsa-bangsa dalam Al-Quran", Seminar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Gempa dan Tsunami dalam Perspektif IMTAQ dan IPTEK, di Gedung BPPT Ruang Utama lt.III, Jakarta 21 Oktober 2009.

Pranala luar

Rujukan

  • Muchtar Adam Meretas Jalan Menuju Ma’rifatullah. Bandung: Makrifat. 2007.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan

Catatan

  1. ↑ Al-Fajr 27-30 : "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam surga-Ku."
  2. ↑ Al-Hajj 54 : “Dan orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Quran itulah yang hak dari Tuhannya –lalu mereka beriman— dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus."

Referensi

  1. ↑ Muchtar Adam Meretas Jalan Menuju Ma’rifatullah. Bandung: Makrifat. 2007.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan

Muchtar Adam dalam budaya pop

Buku

  • Muchtar Adam Meretas Jalan Menuju Ma’rifatullah. Bandung: Makrifat. 2007.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  • Karya Emas: profil Tokoh & Pengusaha Indonesia - Hidup harus Diperjuangkan dan Disyukuri. Jakarta: Pusat Profil Dan Biografi Indonesia.
  • Konsistensi Reformasi, Fraksi reformasi DPR RI Periode 1999-2004. Jakarta.
  • Santoso (Ed.), F. Harianto (2000). Wajah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Pemilihan Umum 1999. Jakarta: Kompas.
  • Buku Kenangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Periode 1999-2004. Jakarta: Sekretariat Jendral Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2004.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan