Selasa, 20 Oktober 2026
19:33 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Mpu Nala

Bagikan:
Nala
~Mahapatih Nala

~Rakryan Tumenggung Mpu Nala

~Arya Wira Mandalika
Indonesia Mahapatih Majapahit
Berkuasa1330 - 1334
PendahuluArya Tadah
PenerusGajah Mada
Meninggal40px-Naval_flag_of_Majapahit_Kingdom.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Majapahit

Mpu Nala atau Mpu Lembu Nala merupakan salah satu bangsawan Majapahit pada masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Hayam Wuruk yang punya pengaruh besar dalam kemajuan kerajaan Majapahit. Nama Mpu Nala muncul dalam Prasasti Sekar (1366 M), yang ditemukan di Kecamatan Sekar Bojonegoro. Mpu Nala juga turut andil dalam pemerintahan majapahit, baik dalam proses berjalannya pemerintahan, ekspedisi, hingga ekspansi.[1]

Bahkan setelah Gajah Mada meninggal pada tahun 1364 M, Mpu Nala yang merupakan Rakryan Tumenggung bertugas sebagai Panglima Kerajaan, bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan kerajaan (Muljana, 1976). Kemudian Mpu Nala ditunjuk oleh Hayam Wuruk untuk menggantikan peranan Gajah Mada dalam bidang Mancanagara atau Menteri Luar Negeri yang bertugas mengelola hubungan dengan daerah-daerah kekuasaan Majapahit di luar Jawa Timur (Nusantara). Menurut catatan sejarah, nama Mpu Nala disebut dalam masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Hayam Wuruk pada masa Kerajaan Majapahit.

Jabatan di Majapahit[2]

Dikutip dalam Terasikip, kedudukakan Mpu Nala sebagai Panglima Perang Majapahit didasarkan pada sumber sejarah, yaitu (1) Kakawin Nagarakretagama atau Deçawarṇana (2) Prasasti Prapancasarapura (3) Prasasti Batur (4) Prasasti Bendosari, (5) Prasasti Palungan dan (6) Prasasti Sekar.

Masa Tribhuwana Wijayatunggadewi

Pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi, Mpu Nala disebut dalam Prasasti Palungan (1330 M) dan Prasasti Batur.

Prasasti Palungan

..ri pakirakiran samudāya makādi rake mapatiḥ pu nāla rāke mapatih ri[ŋ] daha gajaḥ..

Artinya Mpu Nala disebut dalam Prasasti Palungan (1330 M) sebagai Rake Mapatih. Rake Mapatih yaitu menteri utama yang merupakan bagian dari Rakryan Mantri ri Pakira-kiran atau sekelompok pejabat tinggi atau dewan menteri sebagai badan pelaksana pemerintahan.

Prasasti Batur

Pu Nala juga disebutkan dalam Prasasti Batur yang diartikan yaitu:

.. ma ri pu saṅkhya pranāśa, rakryan tuměṅguŋ, mpu nala, sāḍurakṣaṇana ḍunigramātatpara. makapuras sa..

Artinya pada Prasasti Batur jabatan Pu Nala menjadi Rakryan Tumenggung yang bertugas sebagai Panglima Kerajaan, serta bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan kerajaan. Rakryan Tumenggung merupakan bagian dari Rakryan Mantri ri Pakira-kiran, yang merupakan sekelompok pejabat tinggi atau dewan menteri sebagai badan pelaksana pemerintahan.

Masa Hayam Wuruk

Dalam artikel dari Terasikip dijelaskan, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, nama Pu Nala disebutkan dalam Prasasti Bendosari, Prasasti Sekar, dan Kakawin Nagarakretagama.

Prasasti Bendosari

..nuruhau pu turut, rakryan rangga pu lurukan, rakryan tumënggung pu nala, sadugopikadurjjanawi..

Artinya dalam Prasasti Bendosari (tidak berangka tahun) Pu Nala sebagai Rakryan Tumenggung bertugas sebagai Panglima Kerajaan yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan kerajaan.

Prasasti Sekar

..Hamantryatmaja, rakryan rangga, pu dami, nāyawit, kuçalatareng itajña, rakryan tumenggung, pu nāla, mawasthāryya wīramaṇḍalika, raṇānggabhī..

Pu Nala disebutkan dalam Prasasti Sekar (1366 M) sebagai Rakryan Tumenggung bertugas sebagai Panglima Kerajaan yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan kerajaan.

Kakawin Nagarakrtagama

..ri sahnira sakeɳ kalayw i kutugan kahenwalaris, ri khebwan agen aglis engal amgil / ri kambaɳ rawl, sudarmma sugatapratista racananya çobhah halp,anugraha nareçwara san apatih pu naladika..

Artinya:

Perpisahan-Nya dari Kalayu, melalui Kutugan adalah jalan yang diambil, dalam garis lurus, melalui Kebwan Ageng dengan cepat. Segera mereka tinggal di Kambang Rawi, sebuah dharma (wilayah keagamaan) terkemuka, tempat tinggal Sugata (Buddha), ornamennya indah, mengesankan, anugraha Pangeran (hibah) untuk apatih (vizir) pu (Sir) Nala yang terhormat, luar biasa

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk disebutkan pula dalam Nagarakrtagama pupuh 31 dengan nama lain Aryya Wira Maṇḍalika yang menjabat sebagai Rakryan Tumenggung di daerah Kambangrawi yang disinggahi oleh rombongan Hayam Wuruk. Wira Mandalika yang berarti Panglima Mandala merupakan gelar jabatan yang mewujudkan sifat keberanian di medan perang. Dalam Bahasa Sanskerta Wira Mandalika itu berasal dari kata Wira dan Mandalika (Yamin, 1962:122). Wira berarti orang berani atau pahlawan perang sedangkan Mandalika berarti wilayah. Jadi Wira Mandalika adalah seseorang yang memiliki sifat keberanian di medan perang atau seorang Panglima Mandala yang utama (Terasikip).

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Redaksi (2021-11-20). "Pu Nala Bangsawan Majapahit yang Namanya Abadi Hingga Kini". Terasikip (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-17.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  2. ↑ Redaksi (2021-11-20). "Pu Nala Bangsawan Majapahit yang Namanya Abadi Hingga Kini". Terasikip (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-17.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan