Kamis, 22 Oktober 2026
01:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Leluhur bersama terkini

Bagikan:

Dalam ilmu biologi dan genealogi, leluhur bersama terkini (bahasa Inggris:most recent common ancestor, disingkat MRCA), juga disebut leluhur bersama terakhir (bahasa Inggris:last common ancestor, disingkat LCA) sejumlah organisme tertentu adalah individu yang menjadi nenek moyang langsung organisme-organisme tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menyebut nenek moyang sejumlah gen (haplotipe) dan bukan organisme.

Dalam organisme yang bereproduksi secara seksual, nenek moyang bersama matrilineal didasarkan pada garis keturunan ibu, sementara yang patrilineal didasarkan pada garis keturunan ayah. Nenek moyang bersama paling terkini suatu populasi tidak dapat lebih tua daripada nenek moyang bersama matrilineal atau patrilinealnya. Untuk spesies Homo sapiens, nenek moyang matrilineal disebut Hawa mitokondria, sementara nenek moyang patrilineal diberi nama Adam kromosom-Y. Belum diketahui secara pasti kapan nenek moyang bersama manusia pernah hidup, tetapi seharusnya lebih terkini dari Hawa mitokondria dan Adam kromosom-Y, dan masing-masing diperkirakan berkisar antara 100.000 hingga 200.000 tahun yang lalu.[1]

Sebagai perbandingan, leluhur universal terakhir adalah nenek moyang semua kehidupan di Bumi yang diperkirakan hidup sekitar 3,5 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Poznik GD, Henn BM, Yee MC, Sliwerska E, Euskirchen GM, Lin AA, Snyder M, Quintana-Murci L, Kidd JM, Underhill PA, Bustamante CD (August 2013). "Sequencing Y chromosomes resolves discrepancy in time to common ancestor of males versus females". Science. 341 (6145): 562–65. DOI:10.1126/science.1237619. PMID 23908239.
  2. ↑ Doolittle WF (Februari 2000). "Uprooting the tree of life". Scientific American. 282 (2): 90–95. Bibcode:2000SciAm.282b..90D. doi:10.1038/scientificamerican0200-90. PMID 10710791.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link). Glansdorff N, Xu Y, Labedan B (2008). "The last universal common ancestor: emergence, constitution and genetic legacy of an elusive forerunner". Biology Direct. 3: 29. doi:10.1186/1745-6150-3-29. PMC 2478661. PMID 18613974.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link). The composition of the LUCA is not directly accessible as a fossil, but can be studied by comparing the genomes of its descendents, organisms living today. By this means, a 2016 study identified a set of 355 genes inferred to have been present in the LUCA. Wade, Nicholas (25 Juli 2016). "Meet Luca, the Ancestor of All Living Things". New York Times. Diakses tanggal 25 Juli 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjut

Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Most recent common ancestor.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan