Minggu, 04 Oktober 2026
18:57 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Hawa mitokondria

Hawa mitokondria

julukan yang diberi ke moyang bersama yang terkini lewat garis matrilineal (garis ibu

Bagikan:
Early_diversification.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Haplogroup manusia modern
330px-MatrilinealAncestor.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Melalui genetic drift, yaitu seleksi, garis ibu dapat ditelusuri ke satu orang wanita
330px-Mitochondrial_eve_tree.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Filogeni mitokondria manusia yang disederhanakan

Hawa mitokondrial (bahasa Inggris:Mitochondrial Eve), di bidang genetika manusia, adalah julukan yang diberikan kepada moyang bersama lewat garis matrilineal (garis ibu; dalam bahasa Inggris "MRCA" atau most recent common ancestor). Dalam kata lain, wanita yang dijuluki demikian adalah moyang dari semua manusia yang hidup saat ini (disamakan dengan Hawa, nama perempuan pertama menurut Kitab-kitab suci agama Samawi), dari sisi ibu, dan dari ibu ke ibu, mundur ke masa lampau sampai semua garis keturunan bertemu pada satu orang. Dalam setiap orang, semua DNA mitokondria (mtDNA) turun dari mtDNA orang tersebut karena mtDNA setiap orang diturunkan ke anaknya tanpa kombinasi ulang.

Di samping Hawa mitokondria, ada juga "Adam kromosom-Y", nama yang diberikan kepada moyang bersama lewat garis ayah atau patrilineal. Namun, kedua orang ini diperkirakan hidup pada waktu yang berbeda ribuan tahun jaraknya.

Dalam garis yang menuju ke MRCA, setiap moyang dari orang yang hidup kini memiliki saudara seangkatan, kakak dan adik sekandung. Boleh jadi ada lebih dari satu MRCA yang lahir pada hari yang sama. Namun mereka dipandang sebagai satu MRCA secara keseluruhan.

Pada umumnya, Hawa mitokondria diperkirakan hidup sekitar 100.000 hingga 230.000 tahun yang lalu,[1] kemungkinan paling besar di Afrika Timur,[2] saat Homo sapiens sapiens ("anatomically modern humans" atau "manusia modern dari segi anatomi") sedang berkembang sebagai manusia yang terpisah dari sub-spesies manusia lain.

Hawa mitokondria hidup jauh lebih dini daripada apa yang disebut sebagai "Out-of-Africa migration", yang diperkirakan terjadi antara 95 000 dan 45 000 tahun lalu.[3] Penentuan tanggal "Hawa" ini meniadakan hipotesis "asal-usul multiregional manusia modern" (teori yang menganggap bahwa "manusia modern" muncul di lebih dari satu tempat di dunia), dan mendukung hipotesis bahwa manusia modern muncul pada saat yang tidak terlalu jauh pada masa lampau di Afrika, kemudian menyebar dari Afrika dan menggantikan manusia yang lebih "purba" seperti Neanderthal. Dengan demikian, hipotesis "Out-of-Africa", yang di kalangan peneliti disebut "asal-usul manusia modern dari Afrika", adalah yang dominan.

Referensi

  1. ↑ "99 hingga 148 ka" menurut Poznik GD, Henn BM, Yee MC, Sliwerska E, Euskirchen GM, Lin AA, Snyder M, Quintana-Murci L, Kidd JM, Underhill PA, Bustamante CD (Agustus 2013). "Sequencing Y chromosomes resolves discrepancy in time to common ancestor of males versus females". Science. 341 (6145): 562–65. Bibcode:2013Sci...341..562P. doi:10.1126/science.1237619. PMC 4032117. PMID 23908239.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link). "153 hingga 217 ka" menurut: Rito T, Richards MB, Fernandes V, Alshamali F, Cerny V, Pereira L, Soares P., "The first modern human dispersals across Africa", PLoS One 2013 Nov 13; 8(11):e80031. doi: 10.1371/journal.pone.0080031 Diarsipkan 2023-01-05 di Wayback Machine. (ML whole-mtDNA age estimate: 178.8 [155.6; 202.2], ρ whole-mtDNA age estimate: 185.2 [153.8; 216.9], ρ synonymous age estimate: 174.8 [153.8; 216.9]). "134 hingga 188 ka": Fu Q, Mittnik A, Johnson PL, Bos K, Lari M, Bollongino R, Sun C, Giemsch L, Schmitz R, Burger J, Ronchitelli AM, Martini F, Cremonesi RG, Svoboda J, Bauer P, Caramelli D, Castellano S, Reich D, Pääbo S, Krause J (Maret 21, 2013). "A revised timescale for human evolution based on ancient mitochondrial genomes". Current Biology. 23 (7): 553–59. doi:10.1016/j.cub.2013.02.044. PMC 5036973. PMID 23523248. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-11-05. Diakses tanggal 2018-08-24.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link). Soares et al. (2009): 150 hingga 234 ka (95% CI).
  2. ↑ "'Your Genetic Journey' - The Genographic Project" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2016-09-12. Diakses tanggal 2011-04-24.
  3. ↑ Endicott, P; Ho, SY; Metspalu, M; Stringer, C (September 2009), "Evaluating the mitochondrial timescale of human evolution", Trends Ecol. Evol. (Amst.), 24 (9): 515–21, doi:10.1016/j.tree.2009.04.006, PMID 19682765{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Daftar pustaka

Pranala luar

Dengarkan versi lisan dari artikel ini (9 menit)
noicon
Ikon Wikipedia Lisan
Berkas suara ini dibuat berdasarkan revisi dari artikel ini per tanggal
Error: tidak ada parameter tanggal yang diberikan
, sehingga isinya tidak mengacu pada revisi terkini.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan