Kamis, 24 September 2026
22:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Mongmongan

Mongmongan, disebut juga Mingmong. merupakan alat musik tradisional masyarakat Batak Simalungun.[1] Instrumen ini tercatat termasuk dalam komponen ogung yang dahulu digunakan di sekitar Pematangsiantar dan Tanoh Jawa hingga abad ke-20.[2]

Komponen

Instrumen ini terdiri dari dua jenis mongmongan dengan ukuran berbeda, yaitu mongmong baggal atau sibanggalan yang berukuran besar dan mongmong etek atau sietekan[3] yang berukuran kecil.[1][4] Instrumen mongmongan memiliki ukuran diameter sekitar 15–20 cm dan lebar kerah 5–7 cm. Pada bagian lingkar luar, sekitar 2,5 cm dari tepi, terdapat tonjolan berdiameter ±4 cm dengan tinggi sekitar 2,5 cm.[5]

Cara pembuatan

Alat musik ini terbuat dari bahan dasar berupa kuningan, perunggu, maupun plat besi. Pembuatannya dapat dilakukan dengan dicetak, dipatri ataupun dengan menempa bendulan. Pada bagian kerah mingmong dibuat dua lubang berdiameter sekitar 5–6 cm sebagai sebagai tempat memasukkan tali yang dibentuk menjadi simpai. Instrumen ini, lalu digantungkan pada pasak atau paku yang terpasang pada bingkai kayu yang menjadi penyangga instrumen.[4] Mongmongan yang telah dibuat oleh pengrajin disimpan pada keranjang anyaman rotan yang dikenal sebagai sange di dalam istilah bahasa Simalungun.[1] Instrumen ini dibuat oleh pengrajin di daerah Simalungun termasuk di sekitar Pematang Siantar dan Seribudolok.[4] Meskipun demikian, keberadaan instrumen mongmongan ini tercatat mengalami penurunan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.[2]

Cara memainkan

Instrumen mongmongan termasuk alat musik yang dipukul dan umumnya digantung saat digunakan. Dalam ansambel Gonrang Sipitu-pitu, mongmongan dimainkan oleh satu orang yang menggunakan dua stik pemukul kayu. Instrumen ini ditempatkan di samping sepasang ogung besar, dengan posisi pemain berada tepat di sisi kiri pemain ogung.[5]

Permainan instrumen ini dalam ansambel musik Simalungun menuntut kemampuan pemain dalam mengatur selingan antara bunyi mingmong besar dan mingmong kecil.[1] Mingmong besar biasanya dimainkan pada ketukan bawah (down beat), sedangkan Mingmong kecil dipukul pada ketukan atas (up beat).[4] . Pola permainan mongmongan umumnya didominasi oleh motif nada seperempat not, sehingga memberi aksen ritmis pada ansambel.[5] Instrumen ini turut dimainkan dengan alat musik tradisional Simalungun lainnya, seperti: tulila dan sitalasayak (simbal).[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Sipayung, Hernauli; Linggar, Andreas (1995). THE SIMALUNGUNESE TRADITIONAL MUSICAL INSTRUMENTS (PDF). Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Ensambel Musik Gonrang Simalungun (PDF). Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh. 2016.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Hermawan, Doni (2022-11-20). "8 Alat Musik Tradisional Simalungun dan Cara Memainkannya". IDN Times Sumut. Diakses tanggal 2026-03-27.
  4. 1 2 3 4 5 Sinaga, Imecithia Febriany; Wiflihani, Wiflihani (2023-05-06). "Instrumen Musik Tradisional Simalungun Berdasarkan Sumber Bunyi". Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni. 3 (1): 39–51. doi:10.34007/jipsi.v3i1.325. ISSN 2776-9801.
  5. 1 2 3 Nelson, Ricky; Sriwulan, Wilma; Adha, Yasril (2022-11-30). "Struktur Musik Gual Huda-Huda dalam Ansambel Gonrang Sipitu-Pitu di Bandar Tongah Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun". Musica: Journal of Music. 2 (2): 87. doi:10.26887/musica.v2i2.2786. ISSN 2807-1026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan