Rabu, 28 Oktober 2026
14:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Mona Lohanda

Bagikan:
Mona Lohanda
Lahir(1947-11-04)4 November 1947
Tangerang
Meninggal16 Januari 2021(2021-01-16) (umur 73)
Tangerang
PekerjaanSejarawan, Arsiparis

Mona Lohanda (4 November 1947 – 16 Januari 2021) adalah seorang sejarawan, arsiparis dan akademisi asal Indonesia serta mantan kurator Arsip Nasional Republik Indonesia.[1][2][3] Ia adalah sejarawan terkemuka tentang sejarah Batavia dan komunitas Tionghoa-Indonesia.[1][4]

Kehidupan awal

Lohanda lahir di Tangerang, Indonesia pada 4 November 1947 dan berasal dari keluarga Tionghoa Benteng.[4] Ia dibesarkan di Tangerang, Indonesia.

Pendidikan

Pada tahun 1975, Lohanda lulus dengan gelar doktoranda[5] dari Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia.[2][3] Ia kemudian didorong oleh sejarawan Indonesia Harsja W. Bachtiar untuk fokus pada sejarah Tionghoa-Indonesia. Pada tahun 1994, Lohanda memperoleh gelar M.Phil[5] dari School of Oriental and African Studies, University of London.[2][3]

Karier

Pada tahun 1972, Mona mulai bekerja di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), di mana ia kemudian mengkhususkan diri pada sejarah masa kekuasaan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), terutama periode antara tahun 1683 hingga 1806.[1][3] Ia menyusun indeks arsip VOC untuk memfasilitasi pekerjaan peneliti dan akademisi lainnya.[3] Ia pensiun dari ANRI pada tahun 2012.[1] Ia juga menjadi pengajar di almamaternya, Universitas Indonesia.[2]

Atas kontribusinya terhadap historiografi Indonesia, Mona menerima Nabil Award 2010, Penghargaan Kompas: Cendekiawan Berdedikasi 2012, dan Penghargaan Achmad Bakrie 2016.[1][2][4][5]

Meninggal

Mona meninggal dunia pada usia 73 tahun di RS Sari Asih Karawaci, Tangerang, pada Sabtu malam tanggal 16 Januari 2021 akibat serangan jantung.[6] Untuk mengenang kepergiannya, komunitas Sejarah Lintas Batas mengumpulkan tulisan kenangan yang ditulis oleh kolega-kolega Lohanda dan menerbitkannya dalam buku Arsip & Sejarah: Menengang Mona Lohanda yang diterbitkan oleh Pustaka Pias pada bulan Maret 2022.[7]

Karya-karya utama

  • Sejarah sosial DKI Jakarta Raya. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional, 1984.[8]
  • The Kapitan Cina of Batavia, 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society. Jakarta: Djambatan, 1996.[9]
  • Growing pains: the Chinese and the Dutch in colonial Java, 1890-1942. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka, 2002.[10]
  • Sejarah para pembesar mengatur Batavia. Jakarta: Masup Jakarta, 2007.[11]
  • Membaca sumber menulis sejarah. Jakarta: Penerbit Ombak, 2011.[12]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Santosa, Iwan (27 Juni 2012). Margianto, Heru (ed.). "Moha Lohanda, Mencetak Puluhan Doktor Sejarah". Kompas.com. Kompas Gramedia. Kompas Cyber Media. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 Suryadinata, Leo (2015). Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (4th edition) (dalam bahasa Inggris). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. ISBN 9789814620505. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 Ansyari, Syahrul (20 Agustus 2016). "Mona Lohanda, Sejarawan Penyusun Indeks Arsip VOC". VIVA.co.id. PT Viva Media Baru. Viva. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Khalisotussurur, Lilis (19 September 2016). "Indonesia Punya Kepribadian Berlapis". VIVA.co.id. PT. VIVA MEDIA BARU. VIVA. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 Djumena, Erlangga, ed. (14 November 2010). "Tiga Sejarawan Terima Nabil Award". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Januari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Susantio, Djulianto (17 Januari 2021). "RIP Ibu Mona Lohanda, Sejarawan dan Arsiparis tentang Batavia dan VOC". Kompasiana. Diakses tanggal 18 Januari 2021.
  7. ↑ Trisnawati, Diana (ed.) (2022). Arsip & Sejarah: Mengenang Mona Lohanda. Bandung: Pustaka Pias. ISBN 978-623-94655-2-0.{{cite book}}: |first= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Lohanda, Mona (1984). Sejarah sosial DKI Jakarta Raya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Lohanda, Mona (1996). The Kapitan Cina of Batavia, 1837-1942: A History of Chinese Establishment in Colonial Society (dalam bahasa Inggris). Djambatan. ISBN 9789794282571.
  10. ↑ Lohanda, Mona (2002). Growing pains: the Chinese and the Dutch in colonial Java, 1890-1942 (dalam bahasa Inggris). Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka.
  11. ↑ Lohanda, Mona (2007). Sejarah para pembesar mengatur Batavia. Masup Jakarta. ISBN 9789792572957. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Lohanda, Mona (2011). Membaca sumber menulis sejarah. Jakarta: Penerbit Ombak. ISBN 9786028335898. Diakses tanggal 29 September 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan