Minggu, 01 November 2026
23:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mohamed Nasheed

Mohamed Nasheed

Bagikan:
Mohamed Nasheed
250px-Mohamed_Nasheed_by_UNDP.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presiden Maladewa
Masa jabatan
11 November 2008 –7 Februari 2012
PendahuluMaumoon Abdul Gayoom
PenggantiMohammed Waheed Hassan
Informasi pribadi
Lahir17 Mei 1967 (umur 59)
Malé, Maladewa
Partai politikPartai Demokratik Maladewa
Suami/istriLaila Ali Abdulla
AnakMeera Laila Nasheed
Zaaya Laila Nasheed
AlmamaterUniversitas Liverpool John Moores

Mohamed Nasheed (Divehi: މުހައްމަދު ނަޝީދު) (lahir 17 Mei 1967) adalah Presiden Maladewa ke-4 yang menjabat dari tahun 2008–2012. Ia adalah pendiri Partai Demokratik Maladewa dan menjadi kandidat presiden dari partai ini pada pemilihan presiden Oktober 2008, mengalahkan Presiden Maumoon Abdul Gayoom dalam putaran kedua pemungutan suara. Ia disumpah sebagai Presiden tanggal 11 November 2008.

Nasheed dikenal di Maladewa sebagai Anni[1] dan merupakan bekas anggota Parlemen untuk Malé. Ia sering mengkritik Gayoom dan kebijakannya. Karena kritiknya terhadap pemerintah, selama bertahun-tahun ia pernah dipenjara beberapa kali.

Pada tanggal 7 Februari 2012, ia memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai Presiden setelah sekelompok polisi melakukan aksi pemberontakan dan menduduki stasiun televisi. Pengunduran diri ini mengakhiri aksi demo yang berlangsung tiga pekan di negara kepulauan tersebut.[2]

Catatan kaki

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Maumoon Abdul Gayoom
Presiden Maladewa
2008–2012
Diteruskan oleh:
Mohammed Waheed Hassan


Flag of MaladewaBiography icon

Artikel bertopik biografi Maladewa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan