Sabtu, 17 Oktober 2026
01:33 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Mohammad Sjarif

pencetus pembentukan Korps Marechaussee te Voet di Aceh

Bagikan:

Mohammad Sjarif atau Arif adalah seorang birokrat Hindia Belanda yang dikenal sebagai pencetus pembentukan Korps Marechaussee te Voet di Aceh.[1][2] Berasal dari Minangkabau, ia awalnya bekerja sebagai jaksa kepala di Kutaraja sewaktu kedudukan Belanda masih lemah. Sekitar tahun 1885, ia megemukakan gagasan membentuk unit tempur infanteri dengan tugas utama menggempur pasukan-pasukan pejuang Aceh.[3] Anggotanya terdiri dari prajurit pilihan yang cukup berani mendekati musuh hingga dapat "melihat putih matanya" dan berani menaklukannya dalam pertarungan jarak dekat. Mereka dipersenjatai dengan senjata tajam seperti orang Aceh.[4]

Usulan Mohammad Sjarif disetujui Gubernur Sipil dan Militer Aceh H.K.F. van Teijn, ditandai dengan pembentukan pasukan Marsose pada 2 April 1890.[2] Belakangan, ia diangkat menjadi jaksa kepala di Bengkulu, tapi tak lama, karena ia meninggal pada 17 November 1901 sewaktu berlibur di Padang.[5]

Referensi

  1. ↑ Gedenkboek van het Korps Marechaussee van Atjeh en Onderhoorigheden, 1890 - 2 april 1940 (dalam bahasa Belanda). Druk N.V. de Deli courant. 1941.
  2. 1 2 Dutch Colonial War in Aceh. Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh. 1977.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Cut Nyak Meutia: srikandi yang gugur di medan perang Aceh. Mutiara. 1982.{{cite book}}: |first= tidak memiliki |last=; Periksa nilai |first=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Rusli Amran (1988). Padang riwayatmu dulu. Yasaguna.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Peringatan 50 Tahun Korps Marechaussee (1941). Medan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan