Sabtu, 31 Oktober 2026
09:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Moh. Wan Anwar

Bagikan:
Moh. Wan Anwar
Lahir(1970-03-13)13 Maret 1970
Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
Meninggal23 November 2009
Serang, Banten, Indonesia
AlmamaterIKIP
Universitas Indonesia
PekerjaanRedaktur majalah Horison
Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Dikenal karenaSastrawan
Pujangga

Moh. Wan Anwar (13 Maret 1970 – 23 November 2009) adalah seorang sastrawan Indonesia. Ia mendapatkan gelar sarjana dari Jurusan Sastra Indonesia IKIP (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia) dan kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ilmu Sastra Universitas Indonesia. Ia menjadi dosen di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten. Ia juga merupakan seorang redaktur dalam majalah Horison.

Karya

Satu-satunya buku Antologi Tunggal yang pernah diterbitkan Moh. Wan Anwar adalah Sebelum Senja Selesai (Banten, 2002) yang berisi kumpulan puisi-puisinya. Selain itu, puisi-puisinya beredar di beberapa buku antologi bersama.

  • Rumah Kita: Antologi Puisi (1994);
  • Malam 1000 Bulan: Antologi Sebelas Penyair Bandung (1997);
  • Antologi Penyair Bandung: Antologi Puisi (1997);
  • Transendensi Waktu: Antologi Puisi (1996);
  • Antologi Puisi Indonesia 1997: Antologi Puisi (1997);
  • Angkatan 2000: Antologi Puisi (2000);
  • Horison Sastra Indonesia: Kitab Puisi (2002);
  • Sebelum Senja Selesai: Kumpulan puisi (2002);[1][2]

Referensi

  1. ↑ McGlynn, John; Rosa, Dorothea; Deborah, Cole, ed. (2017). "Antologi Puisi Indonesia: Kumpulan Pilihan Yayasan Lontar". Jakarta: Yayasan Lontar. ISBN 978-979-99858-9-7.{{cite web}}: |url= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  2. ↑ "Moh. Wan Anwar". Ensiklopedia Sastra Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 15 Desember 2018.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan