Kamis, 05 November 2026
17:30 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Mofongo

Mofongo

Bagikan:

Mofongo adalah hidangan khas Puerto Riko yang dibuat dari pisang raja hijau goreng yang kemudian dihaluskan bersama bawang putih, garam, dan minyak zaitun. Secara tradisional, hidangan ini disajikan bersama daging atau makanan laut dan biasanya ditemani dengan kuah kaldu.[1]

Mofongo
250px-Mofongo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mofongo Puerto Riko
Nama lainMofongo pelao, mofongo criollo, mofonguito
SajianMenu utama
Tempat asalPuerto Riko
VariasiFufu, tacacho, cayeye, mangú
Informasi lainPopuler di seluruh:

Puerto Riko Republik Dominika New Jersey Florida New York City Boston

Kolombia

Asal Usul

Mofongo merupakan hidangan yang memiliki warisan budaya campuran, berakar dari tradisi Taíno, Afrika, Spanyol, dan Amerika Utara. Pada awal abad ke-16, penjelajah dan kolonialisme Spanyol tiba di Puerto Riko dan menaklukkan suku Taíno, penduduk asli pulau tersebut. Banyak dari mereka kemudian diperkerjakan secara paksa di perkebunan dan tambang emas. Ketika populasi Taíno menurun akibat kelaparan, penyakit yang dibawa orang Eropa karena dampak kolonialisme, Spanyol mulai mendatangkan orang-orang Afrika Barat yang diperbudak untuk menggantikan tenaga kerja. Menurut koki Juan José Cuevas, yang menjabat sebagai eksekutif chef di restoran 1919 di Condado Vanderbilt Hotel, San Juan, Puerto Riko, orang-orang Afrika Barat memperkenalkan hidangan tradisional bernama fufu, yakni olahan lembut dari pisang raja, singkong, yang direbus lalu ditumbuk menggunakan lesung dan alu. Seiring waktu, pengaruh cita rasa Taíno dan Spanyol berpadu dengan hidangan tersebut, hingga akhirnya mofongo lahir sebagai hasil adaptasi budaya.[2]

Proses pembuatan mofongo dilakukan dengan menumbuk bahan-bahan di dalam pilón atau lesung kayu, dijelaskan dalam karya berjudul Eating Puerto Rico: A History of Food, Culture, and Identity, sejarawan kuliner sekaligus profesor emeritus Universitas Puerto Riko, Cruz Miguel Ortíz Cuadra, menyebut bahwa istilah mofongo berasal dari kata dalam bahasa Kikongo Angola yaitu "mfwenge-mfwenge" yang berarti sejumlah besar dari sesuatu. Ia juga menjelaskan bahwa mofongo dipengaruhi oleh teknik kuliner dari Angola, yaitu menumbuk bahan berpati dan menambahkan cairan serta lemak agar teksturnya lembut, seperti kebiasaan masyarakat Taíno yang sejak lama menumbuk bahan makanan dengan pilón. Cita rasa Spanyol muncul melalui penggunaan sofrito, yakni campuran bawang bombai, rempah-rempah, bawang putih, dan paprika yang ditumis, berasal dari Semenanjung Iberia dan kerap digunakan dalam hidangan mofongo. Meski demikian, komposisi utamanya mencerminkan kekhasan kuliner Puerto Rico.[2]

Metode

Secara tradisional, Mofongo dibuat dari pisang raja hijau yang digoreng dan dihaluskan bersama bawang putih, garam, dan bahan lainnya. Namun, terdapat variasi yang menggunakan pisang raja rebus, terutama di beberapa daerah atau sesuai preferensi pribadi. Penggunaan pisang raja rebus akan menghasilkan tekstur dan rasa yang berbeda dibandingkan versi goreng. Pisang rebus cenderung memberikan tekstur lebih lembut dan halus, sementara pisang yang digoreng menghasilkan bagian luar yang lebih padat dan renyah. Versi rebus ini biasanya lebih jarang ditemui dan dianggap sebagai alternatif dari metode tradisional. Hidangan Mofongo dapat disesuaikan dengan bahan dan metode pengolahan, sehingga mencerminkan variasi dalam cara penyajian yang berkembang di berbagai komunitas dan selera lokal.[3]

Referensi

  1. ↑ "Definition of MOFONGO". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.
  2. 1 2 Mufarech, Antonia. "A Brief History of Puerto Rico's Beloved Mofongo". Smithsonian Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.
  3. ↑ "What is the origin of Mofongo? +Recipes". Healthy Rican (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan