Modo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Sendang Sreto | |||||
| Koordinat: 7°14′26″S 112°08′53″E / 7.24055723°S 112.14807223°E / -7.24055723; 112.14807223 | |||||
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Lamongan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Anang Budi Santosa, S.H., M.Si. | ||||
| Populasi (2025) | |||||
| • Total | 50.776 jiwa | ||||
| Kode pos | 62275 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.24.03 | ||||
| Kode BPS | 3524090 | ||||
| Luas | 77,80 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 17 | ||||
| |||||
Modo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan. Modo terletak di selatan Kecamatan Babat dan berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro (Kepohbaru) di barat.[1] Pusat kecamatan Modo sendiri dilintasi oleh jalan penghubung Babat dengan Bluluk dan terdapat Pasar Modo.[2] Kecamatan ini dikenal dengan obyek wisatanya seperti Sendang Sreto dan berbagai peninggalan sejarah berupa prasasti (seperti Prasasti Sambangan dan Sedah) serta situs petilasan. Salah satu situs terkenal adalah Situs Sitinggil yang dianggap sebagai tempat masa kecil Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit yang saat itu masih dipanggil Joko Modo.[3] Modo memiliki lahan yang subur dan dikenal sebagai sentra tembakau terbesar di Lamongan.[4]
Geografi

Modo adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lamongan bagian barat. Geografinya berupa dataran rendah yang didominasi oleh areal persawahan yang subur. Sawah tersebut banyak ditanami komoditas seperti padi hingga tembakau. Sebagian kecil wilayahnya di selatan berupa perbukitan di kawasan Pegunungan Kendeng yang banyak ditanami jati dan jagung. Pusat kecamatan Modo terletak di selatan, sehingga beberapa wilayah di utara lebih dekat dengan Babat seperti Desa Nguwok.
Batas wilayah Kecamatan Modo adalah sebagai berikut:[5]
| Utara | Kecamatan Babat dan |
|---|---|
| Timur | Kecamatan Kedungpring |
| Selatan | Kecamatan Bluluk dan Kecamatan Ngimbang |
| Barat |
Sejarah

Modo menyimpan banyak bukti-bukti sejarah penting masa lampau, dari masa Airlangga hingga Majapahit. Sekitar 8 prasasti ditemukan di kecamatan ini seperti Prasasti Sambangan dan Prasasti Sedah. Keberadaan prasasti Sedah sendiri ditemukan di Dusun Sedah dan dihubungkan dengan pujangga Jawa Kuno Empu Sedah yang menulis Kakawin Bhāratayuddha pada masa Jayabaya.[3]
Peninggalan lainnya adalah Situs Sitinggil di dekat pusat kecamatan. Situs Sitinggil adalah peninggalan megalitikum berupa punden berundak. Menurut masyarakat tempat ini merupakan tempat tinggal masa kecil Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit yang saat itu masih bernama Joko Modo. Joko Modo mengikuti sayembara untuk menjadi bagian dari pasukan Majapahit dan karirnya terus berkembang hingga menjadi mahapatih. Wilayah Lamongan selatan memang memiliki banyak peninggalan masa lalu, contoh lainnya adalah Makam Dewi Andongsari (ibunda Gajah Mada) di Ngimbang.[3]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Modo terdiri dari 17 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Nama kecamatan ini berasal dari salah satu dusun di Desa Mojorejo yang menjadi pusat kecamatan.[6][7]
Dusun dan dukuh tersebut yakni sebagai berikut:
| No. | Nama Kelurahan / Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Jatipayak | Bolong, Jati, Ngelo, Prayungan | [6][7] |
| 2 | Jegreg | Balong, Calonan, Dukoh, Jegreg, Kampak, Samben | [6][7] |
| 3 | Kacangan | Kacangan, Keplak, Kepoh, Lengkir | [6][7] |
| 4 | Kedunglerep | Bajul, Rebuloh, Terban | [6][7] |
| 5 | Kedungpengaron | Kalibanjar, Mlaten, Nglayut, Pengkol, Sumberwungu | [6][7] |
| 6 | Kedungrejo | Dopok Sambi, Gabang, Karangpilang, Topang | [6][7] |
| 7 | Kedungwaras | Kedung, Landeyan, Ranjung | [6][7] |
| 8 | Medalem | Brongkah, Ganggang, Kelor dan Ngangkrok | [6][7] |
| 9 | Mojorejo | Banger, Bendo, Gonjo, Lebak, Modo, Sidolegi | [6][7] |
| 10 | Nguwok | Nguwok, Njubak, Wates | [6][7] |
| 11 | Pule | Pule, Gebang, Jimus, Pangkat, Sedah, Sreto | [6][7] |
| 12 | Sambangrejo | Graman, Parengan, Sambangan | [6][7] |
| 13 | Sambungrejo | Besur, Jantok, Mambung | [6][7] |
| 14 | Sidodowo | Bringin, Bunder, Damarsi, Damber, Gowah, Kedungdowo, Kedungsari, Kedungsogo, Tutup | [6][7] |
| 15 | Sidomulyo | Ngegot, Pleding, Semampir, Sungaran | [6][7] |
| 16 | Sumberagung | Kedungturi, Pulo, Pulorejo, Sumberjo, Toronglo, Trongglonggong | [6][7] |
| 17 | Yungyang | Yungyang, Guwo, Mejeruk, Ngembes | [6][7] |
Tempat terkenal

- Pasar Modo
- Sendang Sreto
- Situs Sitinggil
- Makam Syekh Hasan Ali
- Puskesmas Modo
- Puskesmas Karangpilang
Referensi
- ↑ "Kawal perbatasan Lamongan (Modo) - Bojonegoro (Kepohbaru) di Desa Jegreg". lamongankab.go.id - Pemerintah Kabupaten Lamongan. 2022-08-11.
- ↑ Eko Sudjarwo (2025-01-11). "Polisi Bantu Warga Uruk Jalan di Modo Lamongan yang Berlubang". DETIK JATIM.
- 1 2 3 Eko Sudjarwo (2023-03-02). "Jejak Sejarah di Modo Lamongan, Mulai Prasasti Sedah hingga Gajah Mada". DETIK JATIM.
- ↑ Khorij Zaenal Asrori , M. Yusuf Purwanto (2023-08-01). "Petani Tembakau di Modo dan Mantup Mulai Panen". RADAR BOJONEGORO.
- ↑ Kabupaten Lamongan Dalam Angka 2026. BPS Kabupaten Lamongan. 2026-02-27.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kecamatan Modo Dalam Angka 2022. BPS Kabupaten Lamongan. 2022-09-26.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 "DIKLAT KKN 2017 UNISDA LAMONGAN". Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA). 2017-07-27.
| Kecamatan | ||
|---|---|---|
