Jumat, 30 Oktober 2026
15:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Modern Asian Studies

Bagikan:
Modern Asian Studies  
Berkas:Modern Asian Studies.gif
Singkatan (ISO)Mod. Asian Stud.
Disiplin ilmuStudi Asia
BahasaInggris
Disunting olehJohan Elverskog, Sumit Guha, A. Azfar Moin, Robert M. Oppenheim
Detail publikasi
PenerbitCambridge University Press
Sejarah penerbitan1967–sekarang
FrekuensiDua bulanan
Faktor dampak1.075 (2021)
Pengindeksan
ISSN0026-749X (print)
1469-8099 (web)
Pranala

Modern Asian Studies adalah sebuah jurnal akademik tinjauan sejawat dua bulanan di bidang studi Asia yang diterbitkan oleh Cambridge University Press. Jurnal ini didirikan pada tahun 1967[1] oleh para Sindik dari Universitas Cambridge dan Komite Direktur di Pusat Studi Asia Selatan (CSAS), sebuah inisiatif bersama antara SOAS University of London, Universitas Cambridge, Universitas Hull, Universitas Leeds, dan Universitas Sheffield.[2] Jurnal ini mencakup sejarah, sosiologi, ekonomi, dan budaya Asia modern.

Sejak tahun 2021, jurnal ini disunting bersama oleh Johan Elverskog (Southern Methodist University), Sumit Guha, A. Azfar Moin, dan Robert M. Oppenheim (ketiganya di Universitas Texas di Austin). Editor sebelumnya adalah Norbert Peabody (Universitas Cambridge).

Sejarah

Pada tahun 1947, Komisi Scarbrough menegaskan bahwa pengetahuan tentang negara-negara Asia perlu diberikan tempat permanen dalam akademisi Inggris. Komisi tersebut, dalam laporannya, meyakini bahwa pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan bahasa Asia "sangat tidak memadai untuk kepentingan nasional Inggris."[3] Ralph Lilley Turner, Direktur kedua School of Oriental and African Studies (SOAS), meminta pendanaan negara untuk menerapkan rekomendasi komisi tersebut, yang dimulai pada tahun 1948. SOAS berencana untuk menunjuk 18 profesor, 35 lektor kepala, dan 114 dosen dalam jangka waktu lima tahun.[4] Peluncuran jurnal akademik pada tahun 1967 merupakan puncak dari upaya-upaya tersebut.

Saat ini, jurnal tersebut menerbitkan esai monografi tentang berbagai topik yang didukung dengan data empiris. Jurnal ini merupakan salah satu jurnal terkemuka di bidangnya dan telah lama dianggap sebagai jurnal unggulan dalam kajian wilayah dari Cambridge University Press.[5]

Pengabstrakan dan pengindeksan

Jurnal ini terabstrak dan terindeks dalam:

Menurut Journal Citation Reports, jurnal ini memiliki faktor dampak tahun 2021 sebesar 1.075.[6]

Referensi

  1. ↑ Elisabeth Gayon (1985). "Guide documentaire de l'étudiant et du chercheur en science politique". Dalam Madeleine Grawitz [in Prancis]; Jean Leca [in Prancis] (ed.). Traité de science politique (dalam bahasa Prancis). Presses Universitaires de France. hlm. 306. ISBN 2-13-038858-2.
  2. ↑ "Centre of South Asian Studies". Centre of South Asian Studies.
  3. ↑ Philips, C.H. (1967). "Modern Asian Studies in the Universities of the United Kingdom". Modern Asian Studies. 1 (1): 1–14. doi:10.1017/S0026749X00000032. S2CID 222388559.
  4. ↑ Brown, Ian (2016). The School of Oriental and African Studies: Imperial Training and the Expansion of Learning. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 126.
  5. ↑ Anderson, Edward (2017). "South Asian Studies in Cambridge and Beyond: An Introduction to the BASAS Annual Conference 2016 Special Issue". South Asian Studies. 33 (2): 115–121. doi:10.1080/02666030.2017.1371859.
  6. ↑ "Modern Asian Studies". 2021 Journal Citation Reports. Web of Science (Edisi Social Sciences). Clarivate Analytics. 2022.

Bacaan lebih lanjut

  • Woo, Park Seung dan Victor T. King. The Historical Construction of Southeast Asian Studies: Korea and Beyond Singapura: Institute of Southeast Asian Studies, 2013.

Pranala luar

Geografi
Umum
Afrika
Amerika
Asia
Australia
dan Oseania
Eropa
Dunia
Tematis
Klasika
Ekonomi
Hukum
Militer
Filsafat
Politik
Agama
Sains dan
teknologi
Perkotaan
Perempuan
dan gender
Terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan