Jumat, 23 Oktober 2026
16:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Model tas-kata-kata

Bagikan:

Model tas-kata-kata (bahasa Inggris:Bag-of-words model) ialah sebuah gambaran sederhana digunakan dalam pengolahan bahasa alami dan pencarian informasi.[1] Dikenal sebagai model ruang vektor.[2] Pada model ini, tiap kalimat dalam dokumen digambarkan sebagai token, mengabaikan tata bahasa dan bahkan urutan kata tetapi menghitung frekuensi kejadian atau kemunculan kata dari dokumen.[2][3]

Contoh Implementasi

Terdapat dua dokumen teks sederhana D1 dan D2:[1]

D1: "The Sun is a star. Sun is beautiful."

D2: "The Moon is a satellite."

Berdasar pada kedua dokumen tersebut, sebuah kamus dibangun:

{
 "The":1
 "Sun":2
 "is":3
 "a":4
 "star":5
 "beautiful":6
 "Moon":7
 "satellite":8
}

Dokumen memiliki 8 kata berbeda. Tiap dokumen digambarkan sebagai 8 unsur vektor [1, 2, 2, 1, 1, 1, 0, 0] [1, 0, 1, 1, 0, 0, 1, 1] yang mana tiap entri dari vektor mengacu pada jumlah entri dalam kamus.

Catatan kaki

  1. 1 2 Soumya George K, Shibily Joseph. Text Classification by Augmenting Bag of Words (BOW) Representation with Co-occurrence Feature. IOSR Journal of Computer Engineering (IOSR-JCE) Volume 16, Issue 1, Ver. V (Jan. 2014), PP 34-38
  2. 1 2 McTear, Michael (et al.) (2016). The Conversational Interface - Talking to Smart Devices. hlm. 166.
  3. ↑ Saxena, D., Saritha, S. K., & Prasad, V. (2017). Survey Paper on Feature Extraction Methods in Text Categorization. International Journal of Computer Applications, 166(11).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan