Rabu, 28 Oktober 2026
16:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mitsuo Matayoshi

Mitsuo Matayoshi

Bagikan:
250px-Mitsuo_Matayoshi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mitsuo Matayoshi

Mitsuo Matayoshi (又吉 光雄, Matayoshi Mitsuo, disebut juga, Iesu Matayoshi) (5 Februari 1944 – 20 Juli 2018) adalah seorang politikus Jepang beraliran konservatif yang dikenal sebagai calon abadi. Matayoshi lahir di Kota Ginowan, Prefektur Okinawa.

Pada tahun 1997, lelaki yang besar melalui ajaran Kristen Protestan ini membentuk Partai Komunitas Ekonomi Dunia (世界経済共同体党)[1] dan mengklaim dirinya adalah Yesus.

Matayoshi bahkan menyatakan nama lengkapnya adalah Tuhan satu-satunya Matayoshi Mitsuo Yesus Kristus (唯一神又吉光雄・イエス・キリスト) atau Yesus Matayoshi (又吉イエス) ("Iesu" adalah pengucapan Jepang untuk kata "Yesus" dalam pengucapan Latin).

Di dunia politik Matayoshi setidaknya sudah mengikuti sembilan kali pemilihan umum, tetapi di saat itu pula dia selalu gagal. Matayoshi mempunyai konsep politik berbasis agama. Menurut rencana programnya, Matayoshi akan menjadi sang Pengadil Terakhir sebagai Kristus meski hal itu harus dilakukan dia di dalam dunia politik. Sebagai langkah awal, tentunya menduduki posisi perdana menteri Jepang.

Tidak hanya itu, ambisi Matayoshi untuk menjadi penguasa dunia yang sesungguhnya diperlihatkan dia saat mengajukan diri untuk posisi sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia meninggal dunia karena sakit pada tanggal 20 Juli 2018.[2]

Lihat juga

Sumber

Referensi

  1. ↑ "From One God to the UFO Party, eccentric election campaigners are out of this world - Mainichi Daily News". Mainichi Daily News. 27 Oktober 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-20. Diakses tanggal 19 Maret 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "党元代表逝去のお知らせ". World Economic Community Party. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-25. Diakses tanggal 2018-08-04.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan