Jumat, 09 Oktober 2026
10:08 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo

pakar ilmu politik Indonesia dan mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia

Bagikan:
Miriam Budiardjo
Miriam_Budiardjo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir
Miriam Saleh

(1923-11-20)20 November 1923
Meninggal8 Januari 2007(2007-01-08) (umur 83)
Jakarta, Indonesia
Tempat peristirahatan terakhir
Taman Pemakaman Bukan Umum Giritama, Tajurhalang, Bogor
Almamater
Pasangan menikah
​
(m. 1953)​
Anak1
Karier ilmiah
BidangIlmu politik
Tempat kerja
  • Universitas Indonesia

Miriam Budiardjo (20 November 1923 – 8 Januari 2007) adalah pakar ilmu politik dan diplomat Indonesia. Ia adalah mantan Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 1993–1998. Miriam adalah istri Ali Budiardjo, seorang tokoh perjuangan Indonesia. Ia adalah salah satu pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), menjabat sebagai Dekan pada periode 1974–1979.[1] Dia adalah wanita pertama yang menjabat sebagai diplomat untuk Indonesia, yang dia wakili di beberapa negara termasuk di India dan Amerika Serikat.[1]

Kehidupan dan Karier

Miriam dilahirkan pada tanggal 20 November 1923 di kota Kediri, Jawa Timur.[1] Kakak laki-lakinya bernama Soedjatmoko, dan adik laki-lakinya bernama Nugroho Wisnumurti.[1] Ia juga memiliki seorang saudara perempuan, Siti Wahyuni, yang kemudian menikah dengan Sutan Sjahrir.[1] Miriam berkuliah di Universitas Indonesia.[1] Pada tahun 1940-an, ia aktif dengan kelompok aktivis muda yang kemudian bergabung menjadi Partai Sosialis Indonesia, dan aktivismenya membawanya untuk menjabat sebagai Sekretariat Delegasi Indonesia untuk Perjanjian Renville.[1] Dia kemudian menjadi seorang diplomat, yang menjadikannya wanita pertama yang menjadi diplomat untuk Indonesia, bertugas di pos-pos yang mencakup New Delhi dan Washington D.C. sepanjang akhir 1940-an dan awal 1950-an.[1]

Selama di Amerika Serikat Miriam memperoleh gelar MA dalam ilmu politik dari Universitas Georgetown, dan ia belajar sebentar di Universitas Harvard, tetapi keluar sebelum menyelesaikan gelarnya.[2] Ia kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia, di mana ia kemudian bergabung dengan fakultas tersebut.[1] Selama di Universitas Indonesia, ia menulis Dasar-Dasar Ilmu Politik.[3] Buku pelajaran itu digunakan secara luas, dengan cetakan lebih dari 20.[1] Ia juga menulis buku tentang partisipasi dan partai politik yang dicetak pada tahun 1998,[4] dan satu buku pada tahun 1956 tentang parlemen sementara Indonesia.[1]

Dari tahun 1974 sampai 1979, Miriam menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia, sebuah unit akademik yang ia dirikan bersama sekelompok kecil ilmuwan sosial lainnya.[1] Pendahulunya dalam posisi itu adalah Selo Soemardjan.[1] Murid-muridnya di Universitas Indonesia termasuk ilmuwan politik Arbi Sanit dan Juwono Sudarsono,[1] dan sosiolog Imam B. Prasodjo yang adalah menantunya.[5] Sejak 1993 hingga 1998, Miriam bekerja sebagai Wakil Ketua Komnas HAM.[1]

Miriam meninggal pada tanggal 8 Januari 2007.[1] Beliau meninggal di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Pusat, setelah melakukan perawatan selama satu bulan akibat penyakit komplikasi pernapasan dan gagal ginjal.[6]

Tanda Kehormatan

Buku

  • Dasar-dasar Ilmu Politik

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 "Guru Besar Para Pakar Politik". Tokoh Indonesia. 8 Januari 2007. Diakses tanggal 1 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Sekelumit Prof. Dr. Miriam Budiardjo". Indonesian Political Science Association. 25 Oktober 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-29. Diakses tanggal 1 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "DASAR-DASAR Ilmu Politik". UNIKOM. Diakses tanggal 1 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Partisipasi Dan Partai Politik". Diakses tanggal 1 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Pakar Politik Prof Miriam Budiardjo Wafat". Antara News. 8 Januari 2007. Diakses tanggal 1 Oktober 2020.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ antaranews.com (2007-01-08). "Pakar Politik Prof Miriam Budiardjo Wafat". Antara News. Diakses tanggal 2026-09-26.
  7. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 3 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Daftar WNI yang Menerima Anugerah Bintang Jasa Tahun 1964 - 2003 (PDF). Diakses tanggal 25 Februari 2022.

Pranala luar

Didahului oleh:
Anggota Komnas HAM
1993 – 1998
Diteruskan oleh:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan