Sabtu, 17 Oktober 2026
16:28 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Minak Indah

Minak Indah

Bagikan:
250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2860436%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Minak Indah merupakan salah satu moyang pendiri Tiyuh (Desa) Panaragan, ia dikisahkan sangat sakti dan sulit untuk mengalahkannya.[1]

Minak Indah keturunan Tuan Rio Sanak yang berkedudukan di Panaragan, mendapatkan warisan emas dari Ayahnya "Runjung Gelar Minak Tabu Gayau".[2] Ia merupakan moyang asal yang menurunkan Suku Tepuk Darak.[3]

Kisah-kisah

Sumber pertama menyatakan Minak Indah dapat dikalahkan oleh Minak Naga Ngumbang yang menggunakan senjata kepunyaan Minak Paduka (Nunyai), karna saat ada yang ingin meminang anak gadis Minak Indah, ia mengajukan syarat agar si peminang untuk menyerahkan emas seberat badan gadis tersebut.[1] Atas dasar syarat tersebut tidak ada dalam peraturan adat yang berlaku, Minak Indah dinilai sombong dan melanggar adat.[1] Berbagai cara dilakukan untuk menumbangkan Minak Indah tapi tak berhasil, apalagi jalinan kerabat Minak Indah diantaranya Minak Sang Menteri, Minak Raja Malaka dan Prajurit Puting Gelang sangat kuat.[1] Dengan tombak subang gading, penuang dan kayas ibung ngelamang batu (milik Minak Paduka) Minak Indah dapat dikalahkan.[1] Kepala Minak Indah lalu dibawa untuk dirayakan serta turut pula ketujuh anak gadis Minak Indah yang diambil oleh orang Kotabumi, Buyut, Surabaya, Mataram, Terbanggi, Bumi Aji dan Lingai.[1] Perayaan tersebut dihadiri 18 Kebuayan yang menetapkan bahwa Adat Lampung tidak dapat diubah lagi.[1][3]

Sumber kedua Minak indah dapat dikalahkan oleh Minak Trio Deso yang mengetahui kelemahannya dari salah satu istri Minak Indah, karna begitu sakti dan tak terkalahkan diberbagai pertarungan, minak indah tumbang dengan bambu yang tumbuh di gundukan tanah dekat benteng.[1] Kepala Minak Indah lalu dibawa untuk dirayakan seperti keterangan sumber pertama.[1]

Untuk mempertahankan kedaulatan Panaragan, kepala Minak Indah berhasil rebut kembali oleh Minak Raja Malaka dan Prajurit Puting Gelang. Kepala tersebut dimakamkan dekat benteng yang sekarang dikenal Keramat Gemol.[1][3]

Galeri

  • 250px-Gapura_jalan_ke_makam_minak_indah_%2828933%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Gapura_jalan_ke_makam_minak_indah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2832221%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2829449%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2890868%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2896784%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2865660%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2878684%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2827210%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2878346%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2840469%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2831739%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2862598%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2858308%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Minak_indah_bin_tuan_rio_sanak_%2860436%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Munandar, Agus Aris (2002). Jelajah Masa Lalu. Banten: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. ISBN 9799557925.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Akip, Hi. Assaih (1976). Kerajaan Tulang Bawang Lampung Sebelum dan Sesudah Islam. Tanjungkarang.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 Saptono, Nanang; Widyastuti, Endang; Laili, Nurul; Qadarsih, Maharani (2014). "Khasanah Budaya Lampung". repositori.kemendikdasmen.go.id. Diakses tanggal 2026-04-09.

Pranala Luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan