Kamis, 15 Oktober 2026
17:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Mieszko II Lambert

Mieszko II Lambert

Bagikan:
Mieszko II Lambert
250px-Mieszko_II_%2876843463%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Polandia
Berkuasa25 Desember 1025 – 1031
Penobatan25 Desember, 1025
Katedral Gniezno, Polandia.
PendahuluBolesław I Chrobry
PenerusBezprym
Adipati Polandia
Berkuasa1032–1034
PendahuluBezprym
PenerusBolesław Zapomniany
Pemakaman
AyahBolesław I Chrobry
IbuEmnilda
PasanganRicheza dari Lotharingia
KeturunanKazimierz I Odnowiciel
Rycheza dari Polandia,
Gertruda, Putri Agung Kiev
WangsaWangsa Piast

Mieszko II Lambert (tahun 990 – 10/11 Mei 1034) merupakan seorang Raja Polandia pada tahun 1025–1031, dan Adipati dari tahun 1032 sampai kematiannya.

Ia merupakan putra kedua Bolesław I Chrobry, tetapi putra tertua yang lahir dari istri ketiganya Emnilda, putri Dobromir, Adipati Lausitz. Ia barangkali dinamakan sama seperti kakek paternalnya, Mieszko I. Nama keduanya, Lambertus, kadang kala secara tidak sengaja dianggap sebagai nama kecil, diberikan kepadanya sebagai manisfestasi kultus Santo Lambertus. Juga, mungkin nama ini dipilih dari saudara tiri laki-laki Bolesław I Lambert. Diharapkan pilihan nama ini bagi anak lelakinya adalah sebuah ekspresi hubungan hangat di antara Bolesław I dan ibu tirinya, Oda.[1]

Ia mengorganisasikan dua serangan untuk menghancurkan ke Sachsen pada tahun 1028 dan 1030. Kemudian melancarkan perang defensif melawan pangeran-pangeran Jerman, Bohemia dan Kiev. Mieszko II terpaksa melarikan diri dari negaranya pada tahun 1031 setelah serangan Jarizleifr I dari Kiev, yang ditaruh di atas tahta Polandia saudara tirinya Bezprym. Mieszko mengungsi ke Bohemia, di mana ia ditawan oleh Adipati Oldrich. Pada tahun 1032 ia mendapatkan kekuasaan di salah satu dari ketiga distrik. Negara yang bersatu, tetapi ia berhasil memainkan struktur kekuasaan yang stabil. Pada saat itu, turun dari akuisisi teritorial Polandia ayahnya: Milsko, Lausitz, Rutenia Merah, Moravia dan Slowakia.

Mieszko II sangat berpendidikan pada zaman itu. Ia dapat membaca dan menulis, dan mengetahui baik bahasa Yunani dan Latin. Ia secara tak adil diketahui sebagai Mieszko II Gnuśny ("Pemalas," atau "Mandeg"). Ia mendapat julukan tersebut dari cara malangnya masa pemerintahannya berakhir; tetapi pada mulanya ia bertindak sebagai penguasa yang terampil dan berbakat.

Situasi Polandia

Para sejarawan menaksirkan bahwa penyebab penyerahan kilat Mieszko II karena situasi dalam yang jelek di negara. Bolesław I Chrobry meninggalkan putranya sebuah kerajaan yang tidak stabil, yang harus membela otonomi dan posisinya di antara pemimpin negara tetangganya. Selain itu, biaya perang besar menyebabkan kepopuleran Mieszko II ditolak di antara rakyatnya, meskipun terdapat fakta bahwa serbuan Raja Sachsen hanya untuk membela wilayah mereka. Selanjutnya, kekalahan final di dalam perang melawan Kerajaan Romawi Suci melemahkan posisi Raja, yang harus menghadapi beberapa pemberontakan para oposisinya, yang menuntut bahwa perang terdahulu tidak menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Problem tambahannya adalah krisis dinasti: saudara-saudara Mieszko II melanjutkan usaha mereka untuk mendapatkan kembali kekuasaan dengan bantuan dari pasukan asing.

Kematian

Mieszko II meninggal tiba-tiba antara 10 dan 11 Juli 1034, kemungkinan di Poznań. Riwayat Polandia dengan jelas menyatakan bahwa ia wafat secara wajar; informasi bahwa ia dibunuh oleh ikan todak, diberikan oleh riwayat Gottfried dari Viterbo, mengacu pada Bezprym. Namun, para sejarawan sekarang berpikir bahwa ia dibunuh di dalam sebuah rencana yang dibuat oleh aristokrasi. Ia dimakamkan di Katedral Santo Petrus dan Santo Paulus.

Setelah kematian Mieszko II, para petani Polandia memberontak di dalam "reaksi paganisme." Alasan dan tanggal yang sebenarnya tidak diketahui. Putra dan pewaris tunggal Mieszko II, Kazimierz I, kemungkinan tersingkir oleh pemberontakan atau pemberontakan disebabkan oleh pengusiran aristokrasi terhadapnya.

Beberapa sejarawan modern memperdebatkan bahwa pemberontakan tersebut disebabkan cenderung dari masalah ekonomik daripada agama, seperti pajak baru untuk gereja dan militarisasi dari pemerintahan awal Polandia. Para pastur, biarawan dan ksatria terbunuh; kota-kota, gereja-gereja dan biara-biara dibakar.

Kekacauan menjadi lebih luar biasa lagi dengan tidak disangka mendapat serangan Cekoslowakia dari selatan. Wilayah menjadi terbagi di antara pemimpin lokal, satu yang dikenal namanya: Miecław, pemimpin Masovia. Wielkopolska sangat putus asa dengan menyusutnya jantung kerajaan Polandia. Ibu kota dipindahkan ke Kraków di Małopolska.

Pernikahan & Keturunan

Di Merseburg pada tahun 1013, Mieszko II menikahi Richeza (1000 - Saalfeld, 21 Maret 1063), putri Bangsawan Pfalz Ezzo dari Lotharingia. Mereka memiliki tiga orang anak:

  1. Kazimierz I (25 Juli 1016 - 19 Maret 1058).
  2. Rycheza dari Polandia (1018 - setl. 1060), menikah pada tahun 1039/42 dengan Raja Béla I dari Hungaria.
  3. Gertruda (1025 - Kiev, 4 Januari 1108), menikah tahun 1043 dengan Pangeran Agung Iziaslav I dari Kiev.

Lihat Pula

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Mieszko II of Poland.
  1. ↑ Jasiński K. Rodowód pierwszych Piastów, p. 114
Mieszko II Lambert
Lahir: tahun 990 Meninggal: 10 atau 11 Mei 1034
Didahului oleh:
Bolesław I Chrobry
Raja Polandia
1025–1031
Diteruskan oleh:
Bezprym
sebagai Adipati
Didahului oleh:
Bezprym
Adipati Polandia
1032–1034
Diteruskan oleh:
Bolesław Zapomniany
Wangsa Piast
Masa
fragmentasi

Wangsa Přemyslid
Wangsa Piast dipulihkan
Wangsa Kapetia Anjou
Wangsa Jagiellon
Monarki pilihan
  • Huruf miring menandakan monarki dari historisitas yang dipertanyakan atau sepenuhnya legendaris.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan