Senin, 21 September 2026
23:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Midras

Penafsiran Alkitab Ibrani (Tanakh)

60px-Star_of_David.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Lukhot_Habrit.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Menorah7a.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Midras (bahasa Ibrani:מדרש, midrasy atau midrash; bentuk jamak midrashim, "cerita" dari "mempelajari" atau "meneliti") adalah istilah Yahudi untuk suatu cara penelaahan kitab suci secara homiletik. Istilah ini juga mencakup semua pengajaran homiletik dari Alkitab Ibrani.

Midras adalah sebuah cara menafsirkan cerita Alkitab di luar pengajaran agama, hukum atau moral yang sederhana. Digunakan untuk mengisi sejumlah kekosongan dalam cerita Alkitab mengenai suatu peristiwa atau penjelasan mengenai pribadi yang hanya disinggung sedikit.[1]

Etimologi

Gesenius menyatakan etimologi midras dari "Qal" kata kerja Yahudi darash (דָּרַשׁ) "mencari, mempelajari, menanyakan."[2] Kata "midras" muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani: 2 Tawarikh 13:22 "kitab sejarah nabi Ido", dan 2 Tawarikh 24:27 "tafsiran kitab raja-raja."

Metodologi

Menurut pendekatan "PaRDeS" untuk eksegesis, tafsiran naskah Alkitab dalam Yudaisme dilakukan melalui peshat (makna harfiah; arti kata sebenarnya: "sederhana" atau "jelas"), remez (makna mendalam; arti kata sebenarnya: "pertanda"), derash (makna perbandingan, dari kata Ibrani darash—"menanyakan" atau "mencari") dan sod (makna atau filsafat tersembunyi, arti kata sebenarnya: "rahasia" atau "misteri"). Midras agak berpusat kepada remez tetapi umumnya derash (Sejumlah pemikir membagi "PaRDeS" menjadi peshat, remez, din (hukum) dan sod. Dalam pengertian ini, "midras hagada" berkatian dengan remez sedangkan "midras halakha" berhubungan dengan din).

Berbagai cara eksegesis dilakukan untuk mencari makna yang lebih dalam dari suatu tulisan. Ini tidak terbatas hanya pada tigabelas alat tekstual yang disusun oleh Tanna Ishmael ben Elisha, yang digunakan untuk menafsirkan halakha (hukum Yahudi). Adanya sejumlah kata-kata atau huruf yang berlebihan, runtunan peristiwa, kisah paralel atau kelainan tekstual lainnya sering menjadi titik mula penafsiran suatu bagian Alkitab. Dalam banyak hal, suatu dialog dikembangkan berlipat ganda: beberapa baris dalam satu cerita Alkitab menjadi diskusi filsafat yang panjang. Tidak jelas apakah Midras menganggap dialog ini benar-benar terjadi atau hanya mengacu kepada suatu implikasi subteks atau agamawi.

Banyak midras dimulai dengan kalimat-kalimat yang tampaknya tidak berhubungan dari Kitab Mazmur, Kitab Amsal atau Kitab nabi-nabi. Kalimat ini kemudian ternyata secara metafora mencerminkan isi penafsiran rabinik. Strategi ini khususnya dibagai dalam sebuah sub-genre midras yang dikenal sebagai "petikhta."

Beberapa diskusi Midras bersifat sangat metaforis, dan banyak pengarang Yahudi menekankan bahwa hal itu tidak untuk diterima secara harfiah. Sebenarnya, sumber midras lain kadang menjadi kunci suatu diskusi esoterik. Pengarang-pengarang selanjutnya menganggap bahwa hal ini dilakukan untuk membuat materinya tidak mudah dicapai oleh pembaca biasa dan mencegah penyalahgunaan oleh mereka yang tidak senang.

1incbxutc19lfo84jvor99n639to3n5.png

Referensi

  1. [pranala nonaktif permanen]Living with contradiction, Haaretz
  2. Brown Driver Briggs Hebrew Lexicon midrash

Pranala luar

Sumber teks lengkap

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan