Jumat, 06 November 2026
01:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Midras

Penafsiran Alkitab Ibrani (Tanakh)

Bagikan:
60px-Star_of_David.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Lukhot_Habrit.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 60px-Menorah7a.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Midras (bahasa Ibrani:מדרש‎, midrasy atau midrash; bentuk jamak midrashim, "cerita" dari "mempelajari" atau "meneliti") adalah istilah Yahudi untuk suatu cara penelaahan kitab suci secara homiletik. Istilah ini juga mencakup semua pengajaran homiletik dari Alkitab Ibrani.

Midras adalah sebuah cara menafsirkan cerita Alkitab di luar pengajaran agama, hukum atau moral yang sederhana. Digunakan untuk mengisi sejumlah kekosongan dalam cerita Alkitab mengenai suatu peristiwa atau penjelasan mengenai pribadi yang hanya disinggung sedikit.[1]

Etimologi

Gesenius menyatakan etimologi midras dari "Qal" kata kerja Yahudi darash (דָּרַשׁ) "mencari, mempelajari, menanyakan."[2] Kata "midras" muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani: 2 Tawarikh 13:22 "kitab sejarah nabi Ido", dan 2 Tawarikh 24:27 "tafsiran kitab raja-raja."

Metodologi

Menurut pendekatan "PaRDeS" untuk eksegesis, tafsiran naskah Alkitab dalam Yudaisme dilakukan melalui peshat (makna harfiah; arti kata sebenarnya: "sederhana" atau "jelas"), remez (makna mendalam; arti kata sebenarnya: "pertanda"), derash (makna perbandingan, dari kata Ibrani darash—"menanyakan" atau "mencari") dan sod (makna atau filsafat tersembunyi, arti kata sebenarnya: "rahasia" atau "misteri"). Midras agak berpusat kepada remez tetapi umumnya derash (Sejumlah pemikir membagi "PaRDeS" menjadi peshat, remez, din (hukum) dan sod. Dalam pengertian ini, "midras hagada" berkatian dengan remez sedangkan "midras halakha" berhubungan dengan din).

Berbagai cara eksegesis dilakukan untuk mencari makna yang lebih dalam dari suatu tulisan. Ini tidak terbatas hanya pada tigabelas alat tekstual yang disusun oleh Tanna Ishmael ben Elisha, yang digunakan untuk menafsirkan halakha (hukum Yahudi). Adanya sejumlah kata-kata atau huruf yang berlebihan, runtunan peristiwa, kisah paralel atau kelainan tekstual lainnya sering menjadi titik mula penafsiran suatu bagian Alkitab. Dalam banyak hal, suatu dialog dikembangkan berlipat ganda: beberapa baris dalam satu cerita Alkitab menjadi diskusi filsafat yang panjang. Tidak jelas apakah Midras menganggap dialog ini benar-benar terjadi atau hanya mengacu kepada suatu implikasi subteks atau agamawi.

Banyak midras dimulai dengan kalimat-kalimat yang tampaknya tidak berhubungan dari Kitab Mazmur, Kitab Amsal atau Kitab nabi-nabi. Kalimat ini kemudian ternyata secara metafora mencerminkan isi penafsiran rabinik. Strategi ini khususnya dibagai dalam sebuah sub-genre midras yang dikenal sebagai "petikhta."

Beberapa diskusi Midras bersifat sangat metaforis, dan banyak pengarang Yahudi menekankan bahwa hal itu tidak untuk diterima secara harfiah. Sebenarnya, sumber midras lain kadang menjadi kunci suatu diskusi esoterik. Pengarang-pengarang selanjutnya menganggap bahwa hal ini dilakukan untuk membuat materinya tidak mudah dicapai oleh pembaca biasa dan mencegah penyalahgunaan oleh mereka yang tidak senang.

1incbxutc19lfo84jvor99n639to3n5.png

Referensi

  1. ↑ [pranala nonaktif permanen]Living with contradiction, Haaretz
  2. ↑ Brown Driver Briggs Hebrew Lexicon midrash

Pranala luar

Sumber teks lengkap

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan