Sabtu, 24 Oktober 2026
04:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Zionisme religius

Zionisme religius

Gerakan Kebangsaan

Bagikan:
250px-Kippot.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kippot yang diperjualbelikan.
250px-PikiWiki_Israel_7273_%D7%A2%D7%99%D7%9F_%D7%94%D7%A0%D7%A6%D7%99quot%3B%D7%91_%D7%A2%D7%95%D7%9C%D7%94_%D7%9C%D7%94%D7%AA%D7%99%D7%99%D7%A9%D7%91%D7%95%D7%AA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pionir Zionis religius membangun Kibbutz Ein HaNatziv, 1946

Zionisme religius (Ibrani: צִיּוֹנוּת דָּתִית, translit. Tziyonut Datit, atau דָּתִי לְאוּמִּי Dati Leumi "Religius Nasional", atau כִּיפָּה סְרוּגָה Kippah seruga, artinya "topi rajutan") adalah sebuah ideologi yang memadukan Zionisme dan Yudaisme Ortodoks.

Sebelum pendirian Negara Israel, Zionis religius utamanya adalah Yahudi pengamat yang mendukung upaya Zionis untuk membangun negara Yahudi di Tanah Israel.

Setelah Perang Enam Hari, dan perebutan Tepi Barat, sebuah wilayah yang disebut dalam istilah Yahudi sebagai Yudea dan Samaria, komponen sayap kanan gerakan Zionis Religius mengitegrasikan revindikasi nasionalis, dan berubah menjadi Neo-Zionisme. Ideologi mereka melibatkan tiga pilar: Tanah Israel, Bangsa Israel, dan Taurat Israel.[1]

Tokoh terkenal

Referensi

  1. ↑ Adriana Kemp, Israelis in Conflict: Hegemonies, Identities and Challenges, Sussex Academic Press, 2004, pp.314–315.

Daftar pustaka

  • The Zionist Idea and Its Variations by Shlomo Avineri, Am Oved publishing, chapter 17: "Rabbi Kook – the dialection in salvation"

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Religious Zionism.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan