Rabu, 14 Oktober 2026
10:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Metode Sokrates

Bagikan:

Metode Sokrates (disebut pula metode dialektika atau metode kebidanan) adalah sebuah metode yang digunakan oleh Sokrates untuk mengungkapkan kebenaran-kebenaran universal pada individu melalui percakapan dan dialog. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengetahui isi dari pikiran atau jiwa manusia.[1] Sokrates memberikan pemahaman filsafat dengan memberikan kesadaran kepada orang lain mengenai sesuatu yang telah dipahaminya. Metode Sokrates merupakan salah satu metode filsafat.[2] Perumpamaan proses filsafat dalam metodenya ialah seperti bidan yang membantu persalinan. Pemberian perumpamaan ini dipengaruhi oleh pekerjaan ibunya sebagai bidan. Asumsi yang digunakan oleh Sokrates dalam metodenya ialah bahwa manusia memiliki pengetahuan bawaan.[3]

Penamaan

Metode pengungkapan kebenaran yang dilakukan oleh Sokrates dikenal dengan dua nama yaitu metode dialektika atau metode kebidanan. Penamaan metode dialektika digunakan karena dalam mencari kebenaran objektif, Sokrates memanfaatkan dialog untuk percakapan. Tujuannya untuk menghasilkan kesimpulan-kesimpulan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan diajukan untuk memperoleh pendapat-pendapat. Jawaban dari pertanyaan pertama dijadikan sebagai hipotesis, sementara jawaban-jawaban berikutnya dijadikan sebagai konsekuensi logis.[4]

Sementara penamaan sebagai metode kebidanan karena Sokrates menganggap dirinya sebagai bidan pengetahuan dan pemikiran. Penamaan ini berasal dari pekerjaan ibu Sokrates yeng merupakan seorang bidan. Sokrates menyadari bahwa dirinya kurang mengetahui hal-hal mendasar dari pengetahuan. Dengan menjadi bidan, ia mampu mengetahui potensi pemahaman sejati terhadap jiwanya sebagai manusia. Ia meyakini bahwa intisari benda-benda dapat diketahui oleh jiwa manusia. Ketidaktahuan manusia atasnya disebabkan adanya pemahaman semu. Karenanya, manusia perlu membuka pengetahuan semu tersebut lalu membongkar, membersihkan dan melahirkannya kembali. Kegiatan ini dianggap hanya dapat dilakukan oleh bidan.[5]

Proses

Sokrates mengartikan filsafat sebagai proses memperoleh pengertian untuk mencapai kebajikan. Proses yang digunakan dalam metode Sokrates ialah pengamatan. Suatu hal dapat diberi pengertian dengan melakukan pengamatan terhadap tingkah laku yang berkaitan. Contoh yang diberikannya ialah keberanian dan kebaikan. Keberanian hanya dapat dipahami dengan mengamati tindakan-tindakan yang dianggap berani. Sementara kebaikan dipahami melalui pengamatan terhadap tindakan yang dianggap baik.[6]

Pengaruh

Metode Sokrates memengaruhi metode induktif secara de facto.[7] Sokrates membandingkan berbagai kasus yang terjadi untuk memperoleh pengertian yang bersifat umum dan mendasar dalam bentuk kesimpulan. Metode induksi ini merupakan pendekatan berpikir dari sesuatu yang khusus menjadi sesuatu yang umum. Hakikat dari kasus-kasus yang terjadi diketahui melalui proses menyimpulkan keseluruhan kasus.[8]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Waris (2014). Rofiq, Ahmad Choirul (ed.). Pengantar Filsafat (PDF). Ponorogo: STAIN Po Press. hlm. 10.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Sudiantara, Yosephus (2020). Filsafat Ilmu Pengetahuan: Bagian pertama, Inti Filsafat Ilmu Pengetahuan (PDF). Semarang: Universitas Katolik Soegijapranata. hlm. 65. ISBN 978-623-7635-46-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Ibrahim, Duski (2017). FIlsafat Ilmu: Dari Penumpang Asing untuk Para Tamu (PDF). Palembang: NoerFikri. hlm. 51. ISBN 978-602-6318-97-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Sumanto, Edi (2019). Sartono, Oki Alek (ed.). Filsafat Jilid I (PDF). Bengkulu: Penerbit Vanda. hlm. 90. ISBN 978-602-6784-91-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Lubis, Nur A. Fadhil (2015). Pengantar Filsafat Umum (PDF). Medan: Perdana Publishing. hlm. 22–23. ISBN 978-602-6970-02-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Nawawi, Nurnaningsih (2017). Sabri, Muhammad (ed.). Tokoh Filsuf dan Era Keemasan Filsafat Edisi Revisi (PDF). Makassar: Pusaka Almaida. hlm. 5. ISBN 978-602-6253-53-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Hidayat, Ainur Rahman (2018). Afandi, Moh. (ed.). Filsafat Berpikir: Teknik-Teknik Berpikir Logis Kontra Kesesatan Berpikir (PDF). Pamekasan: Duta Media Publishing. hlm. 11. ISBN 978-602-6546-55-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Kristiawan, Muhammad (2016). Hendri, L., dan Juharmen (ed.). Filsafat Pendidikan: The Choice Is Yours (PDF). Yogyakarta: Penerbit Valia Pustaka Jogjakarta. hlm. 71. ISBN 978-602-71540-8-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan