Minggu, 18 Oktober 2026
08:58 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Meteorit besi

Meteorit besi

Bagikan:
250px-TamentitMeteorite.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meteorit besi Tamentit yang ditemukan tahun 1864 di gurun Sahara,[1] dengan bobot sekitar 500 kg. Dipajang di taman Vulcania di Prancis.

Meteorit besi (juga dikenal sebagai siderit atau meteorit fero), adalah sebuah jenis meteorit yang hampir sepenuhnya terdiri dari logam campuran besi-nikel yang dikenal sebagai besi meteor yang biasanya terdiri dari dua fase mineral: kamasit dan taenit. Kebanyakan meteorit besi berasal dari inti planetisimal,[2] dengan pengecualian kelompok meteorit besi IIE.[3]

Besi yang ditemukan pada meteorit besi adalah salah satu sumber terawal besi yang dapat digunakan yang tersedia untuk manusia karena sifatnya yang ulet dan lunak[4] sebelum perkembangan proses peleburan logam yang menandakan mulainya Zaman Besi.

Referensi

  1. ↑ Tamentit meteorite at Meteoritical Bulletin Database.
  2. ↑ M. K. Weisberg; T. J. McCoy, A. N. Krot (2006). "Systematics and Evaluation of Meteorite Classification/s". Dalam D. S. Lauretta; H. Y. McSween, Jr. (ed.). Meteorites and the early Solar System II (PDF). Tucson: University of Arizona Press. hlm. 19–52. ISBN 978-0816525621. Diakses tanggal 15 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Wasson, John T. (Januari 2017). "Formation of non-magmatic iron-meteorite group IIE". Geochimica et Cosmochimica Acta (dalam bahasa Inggris). 197: 396–416. Bibcode:2017GeCoA.197..396W. doi:10.1016/j.gca.2016.09.043.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Meteoric Iron- Properties and Use". www.tf.uni-kiel.de. Diakses tanggal 5 Juni 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan