Minggu, 08 November 2026
01:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Metadon

Metadon

senyawa kimia

Bagikan:
Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua.
Methadone
120px-Methadone.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Kategori
kehamilan
  • Pengurangan oksigen ke bayi yang belum lahir akibat depresi pernapasan
Potensi
ketergantungan
Moderat
Rute
pemberian
oral, intravena, insuflasi, sublingual, rektal
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas40-90% (oral)
MetabolismeHati
Waktu paruh eliminasi24-36 jam
EkskresiUrine, Tes Berat Jenis dan Bilirubin
Pengenal
  • (RS)-6-(Dimetilamino)-4,4-difenilheptan-3-ona
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.907 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC21H27NO
Massa molar309.445 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • CCC(=O)C(CC(C)N(C)C)(c1ccccc1)c2ccccc2
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Metadon adalah sejenis obat opioid sintetik, digunakan sebagai analgesik dan untuk merawat kecanduan dari pengguna golongan opioid, seperti heroin, morfin dan kodein. Biasanya dikonsumsi sekali sehari. Mampu bertahan 24 jam, pengembangan turunan metadon dapat bertahan hingga 72 jam.[1][2]

Metadon dikembangkan di Jerman pada tahun 1937, terutama karena Jerman membutuhkan sumber internal opiat. Metadon adalah analog asiklik dari morfin, metadon bertindak pada reseptor opioid yang sama dan tentunya memiliki banyak efek yang sama. Metadon juga digunakan dalam mengelola sakit kronis, karena panjangnya durasi tindakan, efek sangat kuat, dan biaya yang sangat rendah. Metadon diperkenalkan ke Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Eli Lilly and Company .[1]

Kontraindikasi

Penggunaan metadon tidak dapat diberikan kepada pasien dengan gangguan liver berat dan anak-anak di bawah 18 tahun. Obat ini juga tidak boleh diberikan ke pasien yang alergi (hipersensitif) terhadap metadon dan bahan lain yang dicampurkan dalam pembuatan obat tersebut. Beberapa pabrik pembuat metadon menyebutkan bahwa obat ini dapat menimbulkan efek samping yang merugikan pada pasien dengan asma akut, ketergantungan alkohol akut, pasien dengan cedera kepala yang mengalami peningkatan tekanan intrakranial (tengkorak), serta pasien yang mengalami kejang pada saluran empedu dan ginjal.[3]

Catatan kaki

  1. 1 2 Joseph H, Stancliff S, Langrod J (2000). "Methadone maintenance treatment (MMT): a review of historical and clinical issues". Mt. Sinai J. Med. 67 (5–6): 347–64. PMID 11064485.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Connock M, Juarez-Garcia A, Jowett S; et al. (2007). "Methadone and buprenorphine for the management of opioid dependence: a systematic review and economic evaluation". Health technology assessment (Winchester, England). 11 (9): 1–171, iii–iv. PMID 17313907.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Clinical guidelines and procedures for the use of methadone in the maintenance treatment of opioid dependence Diarsipkan 2017-01-19 di Wayback Machine, Australian Government. 2003.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan