Rabu, 23 September 2026
15:53 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Metadon

Metadon

senyawa kimia

Artikel ini membahas mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Informasi mengenai zat dan obat-obatan terlarang hanya dimuat demi kepentingan ilmu pengetahuan. Kepemilikan dan pengedaran narkoba adalah tindakan melanggar hukum di berbagai negara. Baca: penyangkalan umum lihat pula: nasihat untuk orang tua.
Methadone
120px-Methadone.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Kategori
kehamilan
  • Pengurangan oksigen ke bayi yang belum lahir akibat depresi pernapasan
Potensi
ketergantungan
Moderat
Rute
pemberian
oral, intravena, insuflasi, sublingual, rektal
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas40-90% (oral)
MetabolismeHati
Waktu paruh eliminasi24-36 jam
EkskresiUrine, Tes Berat Jenis dan Bilirubin
Pengenal
  • (RS)-6-(Dimetilamino)-4,4-difenilheptan-3-ona
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.907 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC21H27NO
Massa molar309.445 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • CCC(=O)C(CC(C)N(C)C)(c1ccccc1)c2ccccc2
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Metadon adalah sejenis obat opioid sintetik, digunakan sebagai analgesik dan untuk merawat kecanduan dari pengguna golongan opioid, seperti heroin, morfin dan kodein. Biasanya dikonsumsi sekali sehari. Mampu bertahan 24 jam, pengembangan turunan metadon dapat bertahan hingga 72 jam.[1][2]

Metadon dikembangkan di Jerman pada tahun 1937, terutama karena Jerman membutuhkan sumber internal opiat. Metadon adalah analog asiklik dari morfin, metadon bertindak pada reseptor opioid yang sama dan tentunya memiliki banyak efek yang sama. Metadon juga digunakan dalam mengelola sakit kronis, karena panjangnya durasi tindakan, efek sangat kuat, dan biaya yang sangat rendah. Metadon diperkenalkan ke Amerika Serikat pada tahun 1947 oleh Eli Lilly and Company .[1]

Kontraindikasi

Penggunaan metadon tidak dapat diberikan kepada pasien dengan gangguan liver berat dan anak-anak di bawah 18 tahun. Obat ini juga tidak boleh diberikan ke pasien yang alergi (hipersensitif) terhadap metadon dan bahan lain yang dicampurkan dalam pembuatan obat tersebut. Beberapa pabrik pembuat metadon menyebutkan bahwa obat ini dapat menimbulkan efek samping yang merugikan pada pasien dengan asma akut, ketergantungan alkohol akut, pasien dengan cedera kepala yang mengalami peningkatan tekanan intrakranial (tengkorak), serta pasien yang mengalami kejang pada saluran empedu dan ginjal.[3]

Catatan kaki

  1. 1 2 Joseph H, Stancliff S, Langrod J (2000). "Methadone maintenance treatment (MMT): a review of historical and clinical issues". Mt. Sinai J. Med. 67 (5–6): 347–64. PMID 11064485.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. Connock M, Juarez-Garcia A, Jowett S; et al. (2007). "Methadone and buprenorphine for the management of opioid dependence: a systematic review and economic evaluation". Health technology assessment (Winchester, England). 11 (9): 1–171, iii–iv. PMID 17313907.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. Clinical guidelines and procedures for the use of methadone in the maintenance treatment of opioid dependence Diarsipkan 2017-01-19 di Wayback Machine., Australian Government. 2003.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan