Selasa, 22 September 2026
07:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Meretz

Meretz

partai politik di Israel

Meretz
מרצ
250px-Meretz_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua umumNitzan Horowitz
Dibentuk1992 (aliansi)
1997 (partai tunggal)
Dibubarkan12 Juli 2024 (2024-07-12) (de facto)
Digabungkan dariRatz, Mapam, Shinui
Digabungkan denganDemokrat
Kantor pusatTel Aviv
Sayap pemudaPemuda Meretz
IdeologiDemokrasi sosial[1]
Sekulerisme[2]
Feminisme[3]
Egalitarianisme[4]
Politik hijau[5]
Solusi dua negara[6]
Liberalisme sosial[7]
Zionisme buruh[8]
Posisi politikSayap kiri[9]
Afiliasi nasionalUni Demokrat (2019–2020)
Buruh-Gesher-Meretz (2020)
Afiliasi EropaPartai Sosialis Eropa (pengamat)
Afiliasi internasionalAliansi Progresif,
Sosialis Internasional
WarnaHijau
Knesset
6 / 120
Lambang pemilu
מרצ
Situs web
www.meretz.org.il

Meretz (Ibrani: מֶרֶצ) adalah sebuah partai politik sayap kiri,[10] sosial demokrat[11] dan hijau[5] di Israel.[12] Partai terebut awalnya dbentuk pada 1992 lewat penggabungan Ratz, Mapam dan Shinui. Pada masa kejayaannya dalam Knesset ke-13 antara 1992 dan 1996, partai tersebut mendapatkan 12 kursi. Dalam pemilu April 2019, partai tersebut memenangkan empat kursi.

Meretz adalah sebuah partai sekuler[13] yang menyerukan solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina, keadilan sosial, HAM (khususnya agama, suku bangsa dan orientasi sekual), kebebasan beragama dan environmentalisme.[14]

Referensi

  1. "Meretz - parties". The Israel Democracy Institute.
  2. Ishaan Tharoor (14 Maret 2015). "A guide to the political parties battling for Israel's future". The Washington Post. Diakses tanggal 28 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Gil Hoffman (5 Maret 2018). "Leading Meretz candidate: I want to be Diaspora's voice". The Jerusalem Post. Diakses tanggal 17 September 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Peter Lamb (2015). Historical Dictionary of Socialism. Rowman & Littlefield. hlm. 312. Diakses tanggal 30 Juli 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Melanie J. Wright (2013). Studying Judaism: The Critical Issues. A&C Black. hlm. 49. ISBN 978-1-4725-3888-8. Diakses tanggal 16 Juni 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Guide to Israel's political parties". BBC News. 21 Januari 2013. Diakses tanggal 28 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Inge Günther (9 April 2019). "Israel-Wahl: Die Miniparteien entscheiden, wer die Mehrheit bekommt". Frankfurter Rundschau.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Thomas Vescovi (6 Juni 2019). "Is the Israeli left doomed to marginalisation?". Middle East Eye.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Itamar Rabinovich (2009). Waging Peace: Israel and the Arabs, 1948–2003. Princeton University Press. hlm. 147. ISBN 1-4008-2597-0. Diakses tanggal 16 Juni 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Shmeul Sandler; Manfred Gerstenfeld; Jonathan Rynhold, ed. (2013). "Appendices". Israel at the Polls 2006. Routledge. hlm. 281. ISBN 978-1-317-96992-1.
  11. Ronit Chacham (2003). Breaking Ranks: Refusing to Serve in the West Bank and Gaza Strip. Other Press, LLC. hlm. 60. ISBN 978-1-59051-099-5.
  12. Gideon Doron; Michael Harris (2000). Public Policy and Electoral Reform: The Case of Israel. Lexington Books. hlm. 82. ISBN 978-0-7391-0134-6. Diakses tanggal 16 Juni 2015.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. "Meretz". Ynetnews. 4 Februari 2008. Diakses tanggal 16 Juni 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Meretz.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan