Rabu, 28 Oktober 2026
08:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Mengejar Embun ke Eropa

Bagikan:
Mengejar Embun ke Eropa
SutradaraHaryo Sentanu Murti
Produser
  • Pudentia MPSS
  • Jabatin Bangun
Cerita
Pemeran
Penata musik
Editor
  • Bimo Indharto
  • Nurhadi Putranto
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
15 Desember 2016
NegaraIndonesia

Mengejar Embun ke Eropa adalah film biografi Indonesia tahun 2016 yang mengangkat kisah perjuangan seorang tokoh pendidikan di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara. Tokoh tersebut bernama Prof. Dr. Ir. Puro, M.S yang berjuang meningkatkan performa kampus Universitas Delapan Penjuru Angin (UDPA) Kendari. Profesor tersebut mantan Kepala Jurusan Sosial Ekonomi yang dicopot jabatannya karena terus menerus melawan anarkisme di dalam kampus, konflik bernuansa SARA, kebersihan lingkungan, dan pihak eksternal kampus yang memaksa minta proyek.[1]

Film Mengejar Embun ke Eropa diproduksi oleh Universitas Halu Oleo Kendari, Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) dan Puskat Picture. Film ini disutradarai oleh Haryo Sentanu Murti dan tayang perdana di bioskop tanah air pada 15 Desember 2016.

Alur

Puro adalah salah satu anak laki-laki Muna yang masa kecilnya hanya bisa mandi kalau ada air embun. Demikian juga Ani, anak perempuan Muna yang juga sering mandi embun. Mereka berlarian di antara tanaman singkong untuk mendapat embun pagi. Mereka itu anak-anak para peladang yang hidup sederhana.

Saat dewasa dalam acara tarian adat perayaan syukuran, mereka bertemu. Cinta mereka berpadu dalam pernikahan untuk membina keluarga harmonis penuh kemesraan.

Nasib mengantarkan Puro menuju Eropa. Di Roma, Vatikan, Padua, Napoly, Pompeii, dan Leiden, selain menemukan kekayaan budaya yang indah, Ir. Puro, M.S bertemu Roberta (gadis Belanda yang cantik). Namun, Puro tetap menjaga kesetiaan pada Dra. Ani, istrinya yang tinggal di Kendari.

Sepulang dari Eropa, Ir. Puro, M.S bekerja di Universitas Delapan Penjuru Angin (UDPA) Kendari, Sulawesi Tenggara. Tapi, usaha memperbaiki etos kerja para dosen dan memberantas manipulasi nilai berujung pada pencopotan jabatan Kepala Jurusan Sosial Ekonomi. Walau begitu, loyalitas dan dedikasi Ir. Puro, M.S kepada UDPA dan atasan tidak pernah surut.[2]

Pemeran

  • Rizky Hanggono sebagai Prof. Dr. Ir. Puro, M.S
  • Putri Ayudya sebagai Dra. Ani
  • Roberta Salzano sebagai Roberta
  • Irma Magara sebagai Ibu Puro
  • Danin Dharma Perwira sebagai Nasrun
  • Nazarudin sebagai Asrof
  • La Ode Kamaluddin sebagai Kamaluddin
  • Rendra Bagus Pamungkas sebagai Ir. Alidin
  • Aone Van Engelenhoven sebagai dosen
  • Clara Brakel sebagai Clara
  • Yuyun Andriani
  • Ardih Ansah
  • Maulana Abdul Qadri

Produksi

Film ini memilih lokasi syuting di Kendari dan Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Beberapa adegan juga dilakukan di kota Italia dan Belanda.[3]

Referensi

  1. ↑ Tresnady, Tomi (2016-12-05). "Film 'Mengejar Embun Ke Eropa' Angkat Perlawanan Dosen Kampus". Suara.com. Diakses tanggal 2021-05-01.
  2. ↑ ""Mengejar Embun Ke Eropa", Kisah Kepahlawanan di Dalam Kampus". Tabloidbintang.com. 2016-12-06. Diakses tanggal 2021-05-01.
  3. ↑ Saputra, Aditia (2016-12-03). Rusmitantri, Telni (ed.). "Film Mengejar Embun ke Eropa Rilis Trailer". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-05-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan