Kamis, 15 Oktober 2026
22:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Melintas Badai

film Indonesia

Bagikan:
Melintas Badai
SutradaraSophan Sophiaan
ProduserFerry Angriawan
SkenarioSlamet Rahardjo
Berdasarkan
Melintas Badai
oleh Makmur Hendrik
Pemeran
Penata musikIdris Sardi
SinematograferGeorge Kamarullah
EditorSri Kuncoro Syamsuri
Perusahaan
produksi
PT. Virgo Putra Film
Tanggal rilis
1985
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

Melintas Badai adalah film Indonesia tahun 1985 yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan. Film ini diperankan oleh Marissa Haque, Ray Sahetapy dan El Manik. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Melintas Badai karya novelis Indonesia, Makmur Hendrik.

Sinopsis

Martin (Ray Sahetapy) dan Emmy (Marissa Haque) yang kawin lari. Mereka meninggalkan Bukittinggi dan mengadu nasib di Jakarta. Adegan melompat pada interogasi polisi, karena Martin menganiaya sopir yang menabrak seorang anak. Nasib tidak begitu ramah. Emmy terpaksa menjadi buruh cuci, sementara Martin tidak juga dapat pekerjaan. Martin yang campuran Jawa-Manado dan besar di Sumatra ini, ditunjukan sangat peka akan ketidakadilan dan solidaritas. Anak yang tertabrak taksi, ditolongnya dengan memberikan darahnya. Ia menolak uang pemberian ayah anak itu, Max Woworuntu, pengacara. Ternyata anaknya sendiri kena musibah sama dan ia tidak bisa menyumbang darahnya, hingga anaknya meninggal. Kegeramannya ditumpahkan ke sopir taksi yang menabrak anak, seperti dimulai di awal film. Dari sini cerita maju. Ditahan polisi, ia bersahabat dengan Sarip, orang Mentawai, yang sering berkicau akan membunuh kemiskinan, karena dianggapnya sebagai biang masalah sosial. Sarip ini "kebetulan" berlatar belakang "sama" dengan Martin. Istri dan anaknya mati ditabrak taksi. Ia lalu mengamuk dan merusak taksi dan mikrolet, tetapi ia ditahan dan jadi residivis bukan lantaran itu. Hal ini baru terungkap di bagian akhir film. Saat ditahanan Martin didatangi mertuanya yang memaksanya menandatangani surat cerai. Akibatnya, Emmy menderita penyakit psikis berkepanjangan sampai akhirnya orangtuanya menyadari kesalahannya. Karena pengakuan Sarip dan usaha Pengacara Max Woworuntu yang diminta tolong oleh Emmy, Martin akhirnya bebas. Sarip dibawa ke Nusa Kambangan, tetapi lari, tertembak dan mati di pangkuan Martin yang baru saja bebas. Emmy-Martin berakhir bahagia.[1]

Pemeran

Referensi

  1. ↑ JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 291-292

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Film yang disutradarai Sophan Sophiaan
1970-an
Jinak-Jinak Merpati (1975) • Widuri Kekasihku (1976) • Letnan Harahap (1977) • Bung Kecil (1978)
1980-an
Buah Hati Mama (1980) • Jangan Ambil Nyawaku (1981) • Bunga Bangsa (1982) • Kadarwati (1983) • Saat-Saat Yang Indah (1984) • Tinggal Landas buat Kekasih (1984) • Melintas Badai (1985) • Damai Kami Sepanjang Hari (1985) • Di Balik Dinding Kelabu (1986)  •Arini, Masih Ada Kereta yang Akan Lewat (1987) • Ayu dan Ayu (1988) • Suami (1988) • Sesaat dalam Pelukan (1989)
1990-an
Ketika Senyummu Hadir (1991)  •Sesal (1994)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan