Jumat, 30 Oktober 2026
00:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Medaka

Medaka

Bagikan:
Medaka
250px-Nihonmedaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Beloniformes
Famili: Adrianichthyidae
Genus: Oryzias
Spesies:
O. latipes
Nama binomial
Oryzias latipes
Sinonim[2]
  • Poecilia latipes Temminck & Schlegel, 1846
  • Aplocheilus latipes (Temminck & Schlegel, 1846)

Medaka (bahasa Jepang: メダカ) adalah nama Jepang untuk spesies ikan Oryzias latipes. Ikan ini adalah anggota genus Oryzias (ikan beras), satu-satunya genus dalam subfamili Oryziinae. Ikan kecil asli Jepang ini, yang panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 3,6 cm (sekitar 1,4 inci), hidup di berbagai habitat perairan tenang seperti sawah, rawa, kolam, sungai berarus lambat, hingga kolam pasang surut. Spesies ini bersifat euryhaline, artinya mampu beradaptasi baik di lingkungan air tawar maupun air payau.[3]

Medaka dikenal sebagai ikan akuarium yang populer berkat daya tahannya yang tinggi serta variasi warnanya yang menarik, mulai dari putih krem hingga kekuningan di alam liar, dan dapat berwarna putih, kuning muda, atau oranye pada hasil budidaya. Selain itu, populasi transgenik dengan warna mencolok seperti kuning terang, merah, atau hijau juga telah dikembangkan, mirip dengan GloFish, meskipun penjualannya dilarang di Uni Eropa.[4]

Di Jepang, medaka telah dipelihara sebagai hewan peliharaan sejak abad ke-17 dan memiliki nilai budaya tersendiri.[5] Dalam proses reproduksinya, setelah pembuahan, induk betina membawa telur yang menempel di bagian depan siripnya untuk sementara waktu sebelum menempelkannya pada tanaman air atau benda lain di sekitarnya.[4]

Ekologi

Medaka umumnya ditemukan di habitat perairan dangkal seperti kolam kecil, sungai berarus lambat, dan area persawahan.[6] Spesies ini memiliki toleransi tinggi terhadap suhu air yang ekstrem, mampu bertahan hidup antara 0 hingga 42 °C, meskipun kondisi ideal bagi mereka berada pada kisaran 15–28 °C.[7]

Sebagai pemakan larva nyamuk dan plankton berukuran kecil, medaka berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat bagi manusia. Dalam hal reproduksi, ikan ini tergolong produktif: betina dapat menghasilkan 10–20 butir telur per kali pemijahan, bahkan mampu bertelur setiap hari di lingkungan laboratorium. Medaka merupakan spesies yang berkembang biak secara musiman, biasanya bertelur pada periode antara musim semi hingga musim panas, dengan preferensi menempelkan telur di sekitar tumbuhan air di sawah atau kolam dangkal.[8] Telur-telur tersebut akan menetas setelah 4 hingga 10 hari.[9]

Selain itu, medaka memiliki sistem ginjal yang sangat efisien, memungkinkan mereka beradaptasi di berbagai tingkat salinitas, termasuk air asin dan air payau.[10] Di alam liar, rata-rata umur hidupnya mencapai sekitar dua tahun, sementara dalam kondisi laboratorium, mereka dapat hidup hingga tiga hingga lima tahun. Medaka dikenal sebagai ikan yang hidup berkelompok (schooling fish), dan menariknya, penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu mengenali wajah individu lain dari spesiesnya sendiri.[11]

Budaya

Di Jepang, medaka tidak hanya dipelihara sebagai hewan peliharaan tetapi juga banyak digunakan dalam pendidikan. Di dalam ruang kelas sekolah dasar di Jepang, para siswa sering membesarkan medaka untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam merawat organisme hidup, serta untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih luas terhadap siklus hidup hewan.[12]

Referensi

  1. ↑ Kanao, S.; Taniguchi, Y.; Watanabe, K. (2019). "Oryzias latipes". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T166979A1159322. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T166979A1159322.en. Diakses tanggal 1 Juli 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2019). "Oryzias latipes" di situs FishBase. Versi April 2019.
  3. ↑ Froese, Rainer; Pauly, Daniel, eds. (2014). "Oryzias latipes summary page". FishBase (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. 1 2 "Oryzias latipes – Medaka (Poecilia latipes)". Seriously Fish. Diakses tanggal 2025-11-03.
  5. ↑ Mike Hellweg. "Ricefish from the Genus Oryzias". Tropical Fish Hobbyist Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  6. ↑ 牧人, 小林; 知尚, 頼経; 翔平, 鈴木; 彩美, 清水; 美香, 小井土; 優太郎, 川口; 洋一, 早川; さやか, 江口; 弘文, 横田; 義和, 山本 (2012). "屋外池における野生メダカ Oryzias latipes の繁殖行動". 日本水産学会誌. 78 (5): 922–933. doi:10.2331/suisan.78.922.
  7. ↑ Shima, Akihiro; Mitani, Hiroshi (2004-07-01). "Medaka as a research organism: past, present and future". Mechanisms of Development. 121 (7): 599–604. doi:10.1016/j.mod.2004.03.011. ISSN 0925-4773. PMID 15210169. S2CID 397672.
  8. ↑ Hirshfield, Michael F. (1980). "An Experimental Analysis of Reproductive Effort and Cost in the Japanese Medaka, Oryzias Latipes". Ecology (dalam bahasa Inggris). 61 (2): 282–292. Bibcode:1980Ecol...61..282H. doi:10.2307/1935187. ISSN 1939-9170. JSTOR 1935187.
  9. ↑ Iwamatsu, Takashi (2004-07-01). "Stages of normal development in the medaka Oryzias latipes". Mechanisms of Development. 121 (7): 605–618. doi:10.1016/j.mod.2004.03.012. ISSN 0925-4773. PMID 15210170. S2CID 16570978.
  10. ↑ Sakamoto, Tatsuya; Kozaka, Tomohiro; Takahashi, Akiyoshi; Kawauchi, Hiroshi; Ando, Masaaki (2001-02-15). "Medaka (Oryzias latipes) as a model for hypoosmoregulation of euryhaline fishes". Aquaculture. 193 (3): 347–354. Bibcode:2001Aquac.193..347S. doi:10.1016/S0044-8486(00)00471-3. ISSN 0044-8486.
  11. ↑ Wang, Mu-Yun; Takeuchi, Hideaki (2017-07-11). Tsao, Doris Y (ed.). "Individual recognition and the 'face inversion effect' in medaka fish (Oryzias latipes)". eLife. 6 e24728. doi:10.7554/eLife.24728. ISSN 2050-084X. PMC 5505697. PMID 28693720.
  12. ↑ Henson, Victoria; Scribailo, Robin (1993). "Promoting Active Learning in Developmental Biology Using the Japanese Medaka (Oryzias latipes) as an Experimental Model". Annals of the New York Academy of Sciences (dalam bahasa Inggris). 701 (1): 109–112. doi:10.1111/j.1749-6632.1993.tb19785.x. ISSN 1749-6632.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan