Rabu, 28 Oktober 2026
22:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Maya (agama)

Bagikan:

Maya (/ˈmɑːjə/; Dewanagari : माया</link> , IAST : māyā), secara harfiah berarti "ilusi" atau "keajaiban",[1][2][3] merupakan konsep yang mempunyai banyak arti dalam filsafat India. Dalam teks-teks Veda, māyā diartikan sebagai "pertunjukan gaib, sebuah ilusi ketika segala sesuatu yang tampak tidak seperti yang terlihat";[2][4] prinsip yang menunjukkan "Mutlak tanpa atribut" memiliki "atribut".[3] Māyā juga berarti sesuatu yang "terus berubah sehingga tidak nyata secara spiritual" (yang berlawanan dengan Yang Absolut, atau Brahman yang tidak berubah), dan oleh karena itu "menutupi karakter sebenarnya dari realitas spiritual".[5][6]

Referensi

  1. ↑ Buswell & Lopez 2013, hlm. 535. sfn error: tanpa target: CITEREFBuswellLopez2013 (bantuan)
  2. 1 2 Lochtefeld, James G. (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: A-M (dalam bahasa Inggris). The Rosen Publishing Group. hlm. 433. ISBN 9780823931798.
  3. 1 2 Grimes 1996, hlm. 189. sfn error: tanpa target: CITEREFGrimes1996 (bantuan)
  4. ↑ Bhattacharji, Sukumari (1970), The Indian Theogony: A Comparative Study of Indian Mythology from the Vedas to the Puraṇas, pages 35-37, Cambridge University Press Archive
  5. ↑ M Hiriyanna (2000), The Essentials of Indian Philosophy, Motilal Banarsidass, ISBN978-8120813304, pp. 25, 160-161
  6. ↑ Lynn Foulston and Stuart Abbott (2009), Hindu Goddesses: Beliefs and Practices, Sussex Academic Press, ISBN978-1902210438, pp. 14-16.
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan