Senin, 28 September 2026
06:10 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Max Eitingon

Max Eitingon

dokter asal Jerman

330px-Freud_and_other_psychoanalysts_1922.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komite psikoanalis pada 1922 (dari kiri ke kanan): Otto Rank, Sigmund Freud, Karl Abraham, Max Eitingon, Sándor Ferenczi, Ernest Jones, Hanns Sachs

Max Eitingon (26 Juni 1881 – 30 Juli 1943) adalah seorang dokter dan psikoanalis Belarusia-Jerman. Ia dikenal karena membuat parameter institusional dari pendidikan dan pelatihan psikoanalitik.[1]

Karya

  • 'Genie, Talent und Psychoanalyse', Zentralblatt für Psychoanalyse 2 (1912) 539-540.
  • 'Gott und Vater', Imago 3 (1914), 90-93
  • 'Ein Fall von Verlesen', Internationale Zeitschrift für Psychoanalyse 3 (1915), 349-350.
  • 'Zur psychoanalytischen Bewegung', Internationale Zeitschrift für Psychoanalyse 8 (1922), 103-106.
  • 'Report of the Berlin Psychoanalytical Polyclinic', Bulletin of the International Psychoanalytical Association 4 (1923), 254.
  • 'Concluding remarks on the question of lay analysis', International Journal of Psycho-Analysis 8 (1927), p. 399-401
  • 'Report of Marienbad Congress', International Journal of Psycho-Analysis 18 (1937), p. 351
  • 'In the Dawn of Psychoanalysis', in M. Wulff (ed.) Max Eitingon: in memoriam, Jerusalem: Israel Psychoanalytic Society, 1950

Lihat pula

Nahum Eitingon

Referensi

  1. ↑ Sidney L. Pomer, 'Max Eitingon (1881-1943): The Organization of Psychoanalytic Training', in Franz Alexander, Samuel Eisenstein & Martin Grotjahn, Psychoanalytic Pioneers, Transaction Publishers, 1995, pp.51-62

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan