Senin, 12 Oktober 2026
19:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Max Müller

Max Müller

Bagikan:
250px-Max_Muller.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Max Müller

Friedrich Maximillian Müller, atau yang lebih dikenal dengan nama Max Müller, adalah seorang filsuf dari Jerman yang merupakan pendiri studi ilmu agama.[1][2] Müller lahir di Dessau pada tanggal 6 Desember 1823.[1] Ia pernah belajar di Leipzig bersama H. Brockhaus, dengan Schelling di Berlin pada tahun 1884, dan dengan F. Bopp di Paris pada tahun 1845.[1] Aktivitas Max Müller terbagi atas tiga wilayah: filologi India, sejarah agama, dan linguistik.[1] Karya terjemahan Müller yang berjudul "Rigveda" merupakan salah satu pencapaian besar pada abad ke-19.[1] Ia meninggal di Oxford pada tanggal 28 Oktober 1900.[1]

Di dalam bidang sejarah agama, Müller berbicara tentang awal mula mitos.[1] Bukunya yang berbicara soal ini adalah "Esay tentang Perbandingan Mitos-Mitos" yang terbit pada tahun 1856.[1] Pada mulanya, manusia mempersonifikasi fenomena-fenomena awal, seperti bintang, bulan, dan matahari, sebagai dewa-dewi.[1] Dewa-dewi adalah sifat-sifat dari fenomena alam yang kemudian menjadi nama-nama.[1] Kemudian mitologi dilihat sebagai penyakit dalam berbahasa.[1] Dengan demikian, Müller melihat awal mula agama sebagai persoalan bahasa saja.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (Inggris)Giuliano Bonfante. "Müller, Friedrich Maximillian". In Collier's Encyclopedia Volume 16. New York: Colliers. P. 694-695.
  2. ↑ (Inggris)Kwok Pui-lan. 2005. Postcolonial Imagination & Feminist Theology. Louisville: Westminster John Knox Press. P. 193-194.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan