Minggu, 04 Oktober 2026
05:40 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Max Keith

Bagikan:

Max Keith (lahir tahun 1903) adalah pengusaha berkebangsaan Jerman sekaligus kepala Coca-Cola Jerman selama rezim Nazi. Keith dikenal sebagai pencipta Fanta, salah satu merek minuman ringan paling laris sepanjang sejarah.

Karier

Keith mulai bekerja di anak perusahaan Coca-Cola di Jerman pada tahun 1933, pada usia tiga puluh tahun. Antara saat itu dan 1939, penjualan Coca-Cola di Jerman (dipimpin oleh orang Amerika Serikat bernama Ray Rivington Powers) meningkat dari 100.000 botol pada tahun 1933 menjadi lebih dari 4 juta botol tepat sebelum pecahnya Perang Dunia II. Setelah kematian Powers pada tahun 1938, Keith mengambil alih anak perusahaan. Setelah pecahnya perang, Keith bekerja dengan birokrasi Nazi, untuk mencegah nasionalisasi anak perusahaan.[1][2]

Coca-Cola GmbH tidak dapat memperoleh sirup Coca-Cola selama Perang Dunia II, karena blokade Sekutu. Pasokan Coca-Cola reguler habis pada tahun 1942, disebabkan persediaan dialihkan untuk tentara yang terluka di rumah sakit.[2] Untuk menjaga agar pabrik tetap beroperasi, Keith mengembangkan minuman rasa buah yang terbuat dari serat apel, sisa dari pengepresan sari apel, dan whey, produk sampingan dari pembuatan keju, menciptakan Fanta.[3] Minuman tersebut terjual sebanyak tiga juta kotak pada tahun 1943.[2] Pada tahun 1945, pada tahap terakhir perang, Keith diperintahkan oleh seorang jenderal Jerman untuk mengganti nama anak perusahaan tetapi dia menolak, dan jenderal tersebut terbunuh dalam serangan udara sebelum menghukum Keith.[2]

Referensi

  1. ↑ "History of the Soft Drink Fanta". Culinary Arts 360. RR Donely. Desember 4, 2007. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 6, 2014. Diakses tanggal Maret 25, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Pendergrast, Mark (2013). For God, Country, and Coca-Cola (dalam bahasa Inggris). Basic Books. ISBN 9780465046997.
  3. ↑ "FACT CHECK: Fanta and the Nazis". Snopes.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2018-12-01.


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan