Rabu, 30 September 2026
11:24 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Max Eitingon

Max Eitingon

dokter asal Jerman

Bagikan:
330px-Freud_and_other_psychoanalysts_1922.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Komite psikoanalis pada 1922 (dari kiri ke kanan): Otto Rank, Sigmund Freud, Karl Abraham, Max Eitingon, Sándor Ferenczi, Ernest Jones, Hanns Sachs

Max Eitingon (26 Juni 1881 – 30 Juli 1943) adalah seorang dokter dan psikoanalis Belarusia-Jerman. Ia dikenal karena membuat parameter institusional dari pendidikan dan pelatihan psikoanalitik.[1]

Karya

  • 'Genie, Talent und Psychoanalyse', Zentralblatt für Psychoanalyse 2 (1912) 539-540.
  • 'Gott und Vater', Imago 3 (1914), 90-93
  • 'Ein Fall von Verlesen', Internationale Zeitschrift für Psychoanalyse 3 (1915), 349-350.
  • 'Zur psychoanalytischen Bewegung', Internationale Zeitschrift für Psychoanalyse 8 (1922), 103-106.
  • 'Report of the Berlin Psychoanalytical Polyclinic', Bulletin of the International Psychoanalytical Association 4 (1923), 254.
  • 'Concluding remarks on the question of lay analysis', International Journal of Psycho-Analysis 8 (1927), p. 399-401
  • 'Report of Marienbad Congress', International Journal of Psycho-Analysis 18 (1937), p. 351
  • 'In the Dawn of Psychoanalysis', in M. Wulff (ed.) Max Eitingon: in memoriam, Jerusalem: Israel Psychoanalytic Society, 1950

Lihat pula

Nahum Eitingon

Referensi

  1. ↑ Sidney L. Pomer, 'Max Eitingon (1881-1943): The Organization of Psychoanalytic Training', in Franz Alexander, Samuel Eisenstein & Martin Grotjahn, Psychoanalytic Pioneers, Transaction Publishers, 1995, pp.51-62

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan