Minggu, 11 Oktober 2026
17:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Pemberontakan Mau Mau

Pemberontakan Mau Mau

Bagikan:
Pemberontakan Mau Mau
Bagian dari Dekolonisasi Afrika
330px-KAR_Mau_Mau.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan King's African Rifles berjaga-jaga bagi pemberontak Mau Mau
Tanggal1952–1960
Lokasi
Hasil Kemenangan Britania
Pihak yang terlibat

 United Kingdom

Pemberontak Mau Mau[A]

Pemimpin atau tokoh terkemuka
Britania Raya Winston Churchill
(1951–1955)
Britania Raya Anthony Eden
(1955–1957)
Britania Raya Harold Macmillan
(1957–1960)
Britania Raya Ian Henderson
Britania Raya George Erskine
Britania Raya Kenneth O'Connor
Evelyn Baring
Terence Gavaghan
Dedan Kimathi Dihukum mati
Musa Mwariama
Waruhiu Itote
Stanley Mathenge (MIA)
Kekuatan
10.000 pasukan reguler
21.000 polisi
25.000 Kikuyu Home Guard[1][2]
tak diketahui
Korban jiwa dan kerugian
3.000 polisi dan tentara asli Kenya tewas[3] 12.000 tewas
(resmi)
20.000+ tewas
(tidak resmi)[4]
2.633 ditangkap
2.714 menyerah

Sipil Korban Mau Mau:[1][5]

Penduduk asli Kenya terbunuh: 1,819
Penduduk asli Kenya terluka: 916
Orang Asia tewas: 26
Orang Asia terluka: 36
Orang Eropa tewas: 32
Orang Eropa terluka: 26

Mau-mau adalah gerakan gerilya terhadap Inggris di Kenya pada tahun 1952 - 1956 terutama didukung suku Kikuyu. Didirikan tahun 1947 semula merupakan organisasi keagamaan kemudian menjadi gerakan politik.[6] Gerakan itu timbul karena kekeruhan kehidupan suku Kikuyu dan tekanan sosial, sebagian besar pemilikan tanah di tangan bangsa asing diskriminasi. Aksi-aksi gerilya Mau-Mau memuncak pada tahun 1953 - 1954, tokoh-tokohnya ditumpas habis pada tahun 1956.[7]

Referensi

  1. 1 2 Page 2011, hlm. 206 harvnb error: tanpa target: CITEREFPage2011 (bantuan).
  2. ↑ Anderson 2005, hlm. 5 harvnb error: tanpa target: CITEREFAnderson2005 (bantuan).
  3. ↑ David Elstein (7 April 2011). "Daniel Goldhagen and Kenya: recycling fantasy". openDemocracy.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-15. Diakses tanggal 8 Maret 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Anderson 2005, hlm. 4 harvnb error: tanpa target: CITEREFAnderson2005 (bantuan).
  5. ↑ Anderson 2005, hlm. 84 harvnb error: tanpa target: CITEREFAnderson2005 (bantuan).
  6. ↑ Mau mau uprising diakses 20 januari 2016
  7. ↑ Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia Volume 4. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan