Rabu, 23 September 2026
18:02 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Matulessy

salah satu Fam Maluku Tengah

Matulessy
Nama/
pengejaan
alternatif
Matulessy
Julukan/
nama panggilan
Pattimura
Arti"Raja Keadilan”
Asal
SukuAmbon
Sub-sukuSaparua
EtnisMaluku
Daerah
Asal
Itawaka
Kawasan
dengan
populasi
signifikan
Itawaka
Ullath
Haria
Tuhaha
Nolloth
Waai
Nalahia
Sirisori Amalatu
 Belanda
Paguyuban
Lokasi tuguOyehe, Nabire, Papua Tengah 3°21′19″S 135°30′23″E / 3.355359°S 135.506437°E / -3.355359; 135.506437
Lokasi monumenSirimau, Ambon, Maluku
3°41′35″S 128°10′59″E / 3.692963°S 128.1831153°E / -3.692963; 128.1831153
PaguyubanKeluarga Besar Matulessy
Agama
yang
signifikan
Kristen Protestan

Matulessy adalah fam (marga) yang berasal dari Itawaka, kemudian juga ada yang berpindah ke Ullath dan Haria.[1]

Sejarah

Marga Matulessy berasal dari Negeri Itawaka (Leunusu Huwae Amalatu) di Pulau Saparua. Sejarah lisan dan catatan silsilah keluarga menegaskan bahwa di sinilah tempat kedudukan pertama matarumah Matulessy sebagai bagian dari tatanan adat di Saparua Timur.

Silsilah

Berikut merupakan silsilah keturunan marga Matulessy dari Negeri Itawaka yang berdomisili di Negeri Haria:

Frans Matulessy
x
Fransina Silahooy
Thomas Matulessy
(Kapitan Pattimura)
Johannis Matulessy
x
Njawael Manuhutu
Abraham Matulessy
x
Losia Njawael Souissa
Dominggus Matulessy
x
Fransina Latupeirissa
Thomas Matulessy
x
Maria

Keterangan: x = Menikah

Kedudukan

Negeri Itawaka

Marga Matulessy berkedudukan sebagai ketua soa Selili secara turun-temurun.

Negeri Haria

Marga Matulessy di Negeri Haria merupakan bagian dari persekutuan Soa Titasomi (Liliipori) dengan status sebagai marga yang secara historis berasal dari Negeri Itawaka. Meskipun jabatan Kepala Soa Titasomi dipegang oleh marga Manuhutu, marga Matulessy memiliki kedudukan adat yang kuat sebagai anak negeri Haria, sebagaimana tercermin pada sosok Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura yang lahir dan besar di Haria.

Negeri Ullath

Marinyo dalam konteks adat di Maluku, khususnya Ambon merupakan polisi adat, namun dalam konteks keseharian di negeri-negeri adat, marinyo dapat didefinisikan sebagai 'juru bicara raja kepada rakyatnya atau kepada negeri lain'. Tugas marinyo antara lain mengumpulkan masyarakat ketika akan dilangsungkannya upacara adat, natal bersama, makan bersama, meja kasiang, bersih-bersih negeri, perayaan ulang tahun RI, dan ketika ada hal-hal penting lainnya. Marinyo juga bertugas untuk membunyikan sebuah kentongan besar di baileo untuk memanggil masyarakat datang. Pemangku jabatan marinyo dalam adat Ullath ada tiga fam, yakni fam Telehala, Manuputty, dan Matulessy.[2]

Tokoh terkenal

Lihat juga

Referensi

  1. "Dari Matulessia Menjadi Matulessy". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2017-05-15. Diakses tanggal 2023-02-03.
  2. "Beilohy Amalatu, Nama Adat Masyarakat Negeri Ullath". ANTROPEDIA KAWAN UNDIP. 2017-08-09. Diakses tanggal 2023-03-10.


Artikel bertopik Ambon ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan